Nekat! Pemukim Israel Coba Bakar Masjid Tepi Barat, Tinggalkan Slogan Rasis
astakom.com, Jakarta – Aksi kekerasan yang dilakukan pemukim ilegal Israel di Tepi Barat makin ke sini makin kelewat batas. Pada Selasa (01/09/2026), mereka dilaporkan nekat mencoba membakar sebuah masjid di Tepi Barat. Aksi ini menjadi rentetan serangan terbaru yang menargetkan tempat ibadah serta warga Palestina di wilayah pendudukan tersebut.
Percobaan pembakaran
Berdasarkan laporan dari kantor berita resmi Palestina, Wafa, gerombolan pemukim ilegal tersebut awalnya berusaha menerobos masuk ke Masjid Nur al-Din Zengi yang berlokasi di Kota Bazariya, sebelah barat laut Nablus.
Sumber lokal menyebutkan kalau para pemukim tersebut gagal membobol pintu utama masjid. Karena usahanya gagal, mereka malah melampiaskan aksinya dengan membakar ruangan yang berada di dekat masjid, lalu menyemprotkan tulisan atau grafiti terkesan rasis di sekitar lokasi kejadian.
Kecaman Kementerian Wakaf
Menanggapi insiden ini, Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina langsung angkat bicara dan mengecam keras aksi penyerangan tersebut.
Kementerian menegaskan kalau penargetan terhadap masjid dan tempat ibadah adalah eskalasi berbahaya dan sistematis yang sengaja dilakukan dengan tujuan memprovokasi umat Islam.
Tak cuma itu, pihak kementerian juga langsung mendesak komunitas global untuk segera turun tangan. Kementerian mendesak kepada organisasi internasional dan kelompok hak asasi manusia buat menjaga tempat-tempat ibadah dan take action tegas atas rentetan serangan pemukim Israel yang terus-menerus menghantui kota dan desa-desa di Palestina.
Peringatan tegas PBB
Aksi keras ini terjadi di saat lonjakan tajam gempuran pemukim Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Agustus lalu bahkan menyampaikan kekhawatirannya dan menilai kalau tingkat kekerasan oleh pemukim telah mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sampai awal Agustus 2026, PBB sudah mengantongi dan mendokumentasikan lebih dari 1.430 kasus gempuran yang membuat jatuhnya korban jiwa hingga kerusakan properti yang parah.
Masjid jadi sasaran
Mirisnya lagi, rumah ibadah memang kerap dijadikan sasaran empuk dalam berbagai serangan sebelumnya:
- Juni 2026: PBB mendokumentasikan aksi pembakaran masjid di Kegubernuran Ramallah, yang mencakup percobaan pembakaran bangunan dan penyerangan grafiti di dinding-dinding masjid.
- Juli 2026: Hanya berselang satu bulan, 2 masjid yang berada di Nablus dan Tulkarem kembali dikabarkan dibakar oleh pemukim ilegal Israel.
Sederet aksi kekerasan yang tak kunjung usai ini makin menambah keprihatinan serta ketakutan mendalam terkait keselamatan warga Palestina dan perlindungan tempat ibadah di wilayah pendudukan Tepi Barat. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Aksi penyerangan ke tempat ibadah bukan cuma isu kriminal biasa, tapi udah masuk ranah pelanggaran HAM serius yang memprovokasi isu keagamaan. Rekor kekerasan yang terus pecah di Tepi Barat buktiin kalau eskalasi konflik di sana makin out of control dan butuh atensi nyata dari komunitas global, bukan sekadar kecaman di atas kertas.









