Merasa Data Bansos Nggak Sesuai Fakta? Mensos Gus Ipul: Lapor, Langsung Update!
astakom.com, Jakarta – Merasa kondisi ekonomi di lapangan nggak sesuai sama data desil penerima bantuan sosial (bansos)? Atau lihat tetangga yang tergolong mampu tapi malah dapat bansos, sementara yang butuh malah gigit jari? Nggak usah emosi, langsung laporkan saja!
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan kalau pemerintah membuka pintu selebar-lebarnya buat pemutakhiran data masyarakat. Hal ini berlaku baik buat kasus inclusion error (orang mampu malah dapat) maupun exclusion error (orang butuh tapi terlewat).
"Kalau misalnya menemukan masyarakat yang tidak layak menerima atau masyarakat yang memang sesungguhnya layak tapi malah exclude, itu bisa kita perbaiki segera," ujar Gus Ipul usai Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin silam (31/08/2026) malam.
Banyak saluran laporan: jalur formal sampai serba digital
Dikutip dari laman Kemensos, Gus Ipul menjelaskan, masyarakat punya banyak pilihan jalur buat mengajukan perbaikan data. Kalau mau jalur formal, laporan bisa dimulai dari musyawarah tingkat RT/RW, lanjut ke kelurahan/desa, lalu diteruskan ke Dinas Sosial lewat aplikasi SIKS-NG.
Tapi kalau mau yang sat-set, Kemensos juga menyediakan saluran partisipatif serba digital yang ramah anak muda. Masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi Cek Bansos yang dilengkapi fitur usul-sanggah, menghubungi Call Center dan WhatsApp Center resmi, atau melapor langsung melalui Command Center Kemensos agar aduan bisa direspons dengan cepat.
"Salurannya kita buka lewat WA, Command Center, aplikasi Cek Bansos, hingga operator data desa lewat SIKS-NG. Sekarang sudah era digitalisasi bansos," jelas Gus Ipul.
Data bansos itu dinamis, butuh partisipasi publik
Langkah ini diambil karena data sosial ekonomi sifatnya sangat dinamis. Setiap hari ada warga yang lahir, meninggal, pindah rumah, menikah, hingga status ekonominya naik atau turun kelas.
Pemutakhiran data ini menjadi krusial karena Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS) butuh input yang paling akurat dari lapangan agar bansos beneran tepat sasaran.
"Prinsip utamanya, pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo ingin terbuka dan melibatkan seluruh masyarakat agar kita memperoleh data yang akurat," tutupnya. (ACwan/aNs)
Gen Z Takeaway
Sistem transparansi ditingkatkan! Mensos Gus Ipul mengimbau masyarakat buat aktif melaporkan ketidaksesuaian data penerima bansos (31/8/2026). Kalau menemukan data yang keliru, kamu bisa langsung lapor via WhatsApp Center, Command Center, atau aplikasi Cek Bansos biar data segera di-update dan bantuan makin tepat sasaran!









