AS Serang Pulau Larak, Iran Tegaskan Bakal Balas Dendam!
astakom.com, Jakarta – Tensi di Timur Tengah mendadak makin panas. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengonfirmasi kalau serangan yang diluncurkan pihak Amerika Serikat (AS) di Pulau Larak, Iran selatan, pada hari Minggu telah memicu jatuhnya korban jiwa dan luka-luka, baik dari kalangan pejuang maupun warga sipil. IRGC menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam dan bersumpah bakal "menghukum sang agresor."
AS Disalahkan
Lewat pernyataan resminya, Departemen Hubungan Masyarakat IRGC melempar tuduhan keras atas aksi penyerangan yang dinilai melanggar batas di provinsi Hormozgan tersebut.
“Musuh Amerika-Zionis, sekali lagi didorong oleh ketidakmampuannya untuk menyelesaikan masalah internalnya dan menurunnya kredibilitasnya di antara negara-negara di kawasan itu, dan dalam upaya untuk menghidupkan kembali peran jahatnya dan membenarkan tindakannya di hadapan opini publik, melakukan tindakan agresi yang menargetkan Pulau Larak, menewaskan dan melukai sejumlah pejuang dan warga negara kami,”bunyi pernyataan IRGC seperti dilansir dari Anadolu Ajansi, Senin (31/08/2026).
Detik-Detik Ledakan
Sebelum ada rilis resmi, dentuman keras di area sekitar Pulau Larak sempat bikin panik warga setempat. Kantor berita Fars mencatat kalau warga mengonfirmasi suara ledakan tersebut, meski detail lokasi persis dan penyebab awalnya sempat belum terjawab.
Dugaan Drone
Tak lama setelahnya, kantor berita Tasnim membeberkan indikasi awal kalau serangan itu diluncurkan via pesawat nirawak (drone) yang menyasar titik strategis di pulau tersebut.
Klaim Amerika
Di sisi lain, laporan media AS mengklaim kalau militer Amerika sengaja menggempur kawasan tersebut setelah mendeteksi adanya pergerakan pasukan yang diperkirakan bersiap meluncurkan roket berisi ranjau ke Selat Hormuz. (nAD/RaM)
Gen Z Takeaway
Konflik AS-Iran beneran makin out of hand dan bikin Timur Tengah full of drama lagi. AS ngelancarin serangan drone ke Pulau Larak dengan alasan nyegah ancaman ranjau di Selat Hormuz, tapi imbasnya malah numbalin warga sipil barengan pejuang lokal. Jelas aja Iran ga terima dan langsung spill niat buat bales dendam atas agresi ini. Fix, tensi politik global makin enggak aman dan berpotensi memicu balasan yang lebih parah!









