Momen Maulid Nabi, Wamenag Ungkap Pentingnya Masa Depan Generasi Muda
astakom.com, Jakarta – Masa depan Indonesia itu sebenarnya tergantung gimana kita memperlakukan anak-anak hari ini. Warning penting ini disampaikan oleh Wakil Menteri Agama, Romo Syafi’i, di tengah momen hangat bareng anak-anak yatim saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jakarta.
“Mau melihat Indonesia masa depan, jawabnya adalah bagaimana kita memperlakukan anak-anak masa kini,” tutur Wamenag, dikutip oleh astakom pada Rabu (26/08/2026).
Cermin Masa Depan Bangsa
Acara peringatan Maulid Nabi yang digagas oleh Syarikat Islam (SI) ini juga dirangkaikan dengan aksi sosial pemberian santunan. Menurut Wamenag, anak-anak yatim adalah sosok-sosok yang luar biasa karena sudah belajar menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri sejak kecil.
“Anak-anak yatim ini adalah kader-kader potensial yang sebelum memiliki pendidikan, mereka sudah belajar sendiri bagaimana bisa hidup mandiri,” jelasnya.
Pilar Ekonomi & Karakter
Menag menilai kalau memberikan perhatian kepada generasi muda harus jalan bareng dengan penguatan kemandirian ekonomi. Dua poin ini sangat erat kaitannya dengan rekam jejak Syarikat Islam yang memang punya akar kuat di bidang ekonomi sekaligus pembentukan karakter bangsa.
“Sebagai seorang murid sejarah, saya akan mengatakan, tidak lengkap membaca sejarah Indonesia tanpa mengikutsertakan peran dari Syarikat Islam,” jelasnya.
Ia menambahkan, pergerakan SI gak cuma sebatas urusan bisnis dan ekonomi semata. Pada perjalanannya, organisasi ini menjadi wadah penggemblengan karakter yang berhasil melahirkan banyak tokoh besar pemantik sejarah Indonesia.
Oleh karena itu, Wamenag mengapresiasi jajaran kepemimpinan SI saat ini yang kembali fokus menghidupkan akar gerakan ekonominya.
“Sejak awal kesadaran gerakan Syarikat Islam ini adalah bagaimana kita bisa bergerak atau menguasai bidang ekonomi,” ucapnya.
Selaras Agenda Nasional
Semangat penguatan ekonomi yang diusung SI ini dinilai sangat relate dengan berbagai agenda pembangunan strategis pemerintah saat ini. Mulai dari swasembada pangan, energi, dan air, lalu proyek hilirisasi, industrialisasi, hingga pengembangan Koperasi Desa Merah Putih yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat luas.
Meski begitu, fondasi ekonomi yang kuat pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Di sinilah pentingnya investasi perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak serta generasi penerus.
Aksi Nyata & Persatuan
Selain aspek sosial dan ekonomi, Wamenag juga memaknai Maulid Nabi sebagai momentum untuk terus merawat kebersamaan di tengah keberagaman tradisi umat Islam. Hadirnya para tokoh dari berbagai latar belakang organisasi keislaman di acara ini menjadi bukti nyata indahnya persatuan tersebut.
Ia berharap energi positif dari peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai selebrasi sesaat saja, tetapi terus berlanjut lewat aksi nyata pemberdayaan ekonomi dan pembinaan generasi muda.
“Semoga ke depan ini akan bisa berlanjut dengan warna yang lebih kental yaitu ekonomi dan pembinaan generasi muda Islam Indonesia. Semoga Allah menolong SI untuk terus memberi sumbangan penting terhadap pembangunan Indonesia,” tutup Wamenag. (nAD/RaM).









