Presiden Prabowo Dorong Penghijauan Kembali Hutan Gundul di Indonesia
astakom.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mendorong optimalisasi program penghijauan kembali kawasan hutan yang gundul di seluruh wilayah Indonesia.
Langkah ini dirancang sebagai bagian dari strategi jangka menengah dan jangka panjang untuk menjaga kelestarian lingkungan serta menjamin ketersediaan pasokan air nasional.
Arahan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin rapat koordinasi penanganan dampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berlangsung di posko pengungsian Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere, Desa Tonggurambang, Mbay, Rabu.
"Jadi semua rakyat harus mengerti. Makanya kita nanti edukasi. Jadi BRIN, Dikti, mengedukasi tidak hanya NTT, semua kabupaten seluruh Indonesia harus diedukasi masalah menjaga hutan yang sudah gundul kita hijaukan kembali," jelas Presiden Prabowo di NTT, Rabu (24/08/2026).
Komitmen jangka panjang
Presiden menegaskan bahwa penanganan krisis air dan ekosistem lingkungan tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan jangka pendek semata, melainkan memerlukan proses berkesinambungan.
Upaya ini menuntut kesabaran, ketekunan, ketabahan, serta semangat gotong royong dari seluruh elemen bangsa.
Selain menekankan pentingnya edukasi publik terkait penanaman kembali lahan gundul, Presiden turut menginstruksikan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, dan seluruh jajaran kesatuan untuk terlibat aktif dalam mendukung implementasi kebijakan tersebut.
"Nanti Panglima TNI, Kapolri, semua kesatuan juga ambil peranannya penting," terangnya.
Pemanfaatan sains dan teknologi
Kepala Negara menilai bahwa keberhasilan penghijauan dan jaminan ketersediaan air merupakan pilar krusial bagi masa depan daerah.
Kehadiran kemajuan sains dan teknologi saat ini perlu dimanfaatkan secara maksimal karena mampu menyediakan solusi yang lebih efektif dan efisien.
"Kita sekarang sudah ada teknologi. Sains dan teknologi sudah membuat banyak teknologi jadi makin murah," ujarnya.
Mengedepankan kepentingan masyarakat
Lebih lanjut, Presiden mengimbau para pemangku kepentingan untuk memiliki keberanian dalam merancang visi pembangunan yang besar serta menetapkan target pencapaian yang tinggi.
"Kita harus bertekad. Jadi kita berani berpikir dan berpikir itu harus berpikir besar. Berani berpikir besar. Berani punya target yang tinggi," ujarnya.
Presiden mengingatkan para kepala daerah untuk senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat, terutama dalam situasi yang penuh tantangan.
"Kalau dalam keadaan susah selalu berpihak kepada rakyatmu. Kalau kau berbuat untuk rakyatmu tidak akan salah. Rakyatmu sedang susah, sedang lapar, bagaimana caranya kau bisa bikin dia tidak lapar?" katanya. (aLf/RaM).
Gen Z Takeaway
Penghijauan bukan sekadar urusan menanam pohon, tapi investasi jangka panjang untuk menjaga ekosistem dan ketersediaan air. Presiden Prabowo mendorong edukasi, kolaborasi lintas lembaga, serta pemanfaatan sains dan teknologi agar lahan gundul bisa dipulihkan. Intinya, pembangunan harus tetap berpihak pada rakyat dan keberlanjutan lingkungan.









