Akses Palue Kembali Terbuka Pascagempa NTT, BNPB Siapkan Bantuan Rumah hingga Beras

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 25 Agustus 2026 | 01:08 WIB
Akses Palue Kembali Terbuka Pascagempa NTT, BNPB Siapkan Bantuan Rumah hingga Beras
Akses Palue Kembali Terbuka Pascagempa, BNPB Siapkan Bantuan Rumah hingga Beras [BNPB]

astakom.com, Jakarta - Warga Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai mendapat angin segar setelah akses yang sempat terputus akibat longsor pascagempa M 7,7 Flores kini kembali bisa dilalui. Pemerintah juga memastikan dukungan untuk warga tidak berhenti pada pembukaan jalur, tetapi berlanjut ke kebutuhan tempat tinggal dan pangan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung Desa Ladolaka, Kecamatan Palue. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi warga sekaligus memastikan penanganan pascagempa menjangkau wilayah kepulauan di luar daratan Flores.

Gempa yang terjadi pada Sabtu silam (15/08/2026) membuat sejumlah rumah warga Palue mengalami kerusakan. Sebagian masyarakat juga masih memilih bertahan di tenda sekitar rumah karena khawatir dengan guncangan susulan yang masih terasa.

Melansir dari laman resmi Komdigi pada Senin (24/08/2026) kekhawatiran tersebut mendapat respons langsung dari Suharyanto. Ia meminta masyarakat tidak berlebihan dalam merespons gempa susulan karena berdasarkan kajian BMKG, kekuatan guncangan susulan terus menunjukkan tren penurunan.

“Bapak ibu tidak perlu takut yang berlebihan. Karena menurut riset BMKG, guncangan gempa susulan itu terus menurun skalanya, tidak seperti pada gempa pertama sebelumnya,” jelas Suharyanto.

Meski begitu, situasi di lapangan perlahan bergerak ke arah pemulihan. Tiga unit ekskavator telah dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang sebelumnya membuat Desa Ladolaka sempat terisolasi.

“Beberapa hari yang lalu jalur akses sudah bisa kita lalui, setelah tiga alat berat dikerahkan. Akses yang sebelumnya tertutup longsor kini sudah mulai bisa dilewati,” jelas Suharyanto.

Akses Palue mulai pulih

Terbukanya kembali jalur darat menjadi perkembangan penting bagi warga Palue. Selain memudahkan mobilitas masyarakat, kondisi tersebut membuat distribusi bantuan ke wilayah terdampak menjadi lebih memungkinkan.

BNPB menyebut kebutuhan dasar mulai disalurkan kepada masyarakat. Namun, proses distribusi masih memiliki tantangan karena Pulau Palue merupakan wilayah kepulauan yang dapat dijangkau melalui jalur laut dan udara.

Pemerintah juga tetap menyiagakan dukungan transportasi, termasuk helikopter, untuk kebutuhan evakuasi maupun pertolongan apabila kondisi di lapangan kembali membutuhkan penanganan cepat.

Meski fasilitas tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi, hasil dialog BNPB dengan masyarakat menunjukkan saat ini tidak ada warga yang membutuhkan evakuasi dari Pulau Palue.

Bantuan rumah disiapkan

Pemulihan tidak hanya menyasar akses. Pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa.

Besaran bantuan akan mengikuti hasil pendataan dan verifikasi tingkat kerusakan bangunan. Rumah dengan kategori rusak ringan disiapkan bantuan sebesar Rp15 juta, sedangkan rumah rusak sedang mendapat Rp30 juta.

Untuk rumah yang masuk kategori rusak berat, pemerintah menyiapkan hunian tetap sebagai solusi jangka panjang. Selama pembangunan berlangsung, warga dapat memperoleh hunian sementara atau dana tunggu hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga.

Pemberian bantuan dilakukan setelah proses pendataan dan verifikasi selesai. Langkah ini diperlukan agar bantuan sesuai dengan tingkat kerusakan dan diterima oleh masyarakat yang memenuhi kriteria.

Beras dijamin satu bulan

Selain tempat tinggal, pasokan pangan menjadi perhatian karena Pulau Palue bukan wilayah penghasil beras. Ketergantungan terhadap pasokan dari luar membuat ketersediaan bahan pangan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.

Untuk memastikan kebutuhan tersebut tetap terpenuhi, BNPB akan bersinergi dengan Perum Bulog dalam mendukung pasokan beras masyarakat selama satu bulan ke depan.

“Karena Pulau Palue bukan penghasil beras, maka selama satu bulan sementara beras akan kita dukung melalui sinergi dengan Bulog,” tambah Suharyanto.

Sementara itu, pemerintah tetap meminta masyarakat waspada tanpa diliputi kepanikan. Pemantauan BMKG yang disampaikan BNPB menunjukkan aktivitas gempa susulan di wilayah terdampak cenderung menurun dan kekuatannya diperkirakan tidak menyamai gempa utama. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Palue pelan-pelan mulai bangkit. Akses yang sempat terputus kini kembali terbuka, bantuan perbaikan rumah disiapkan berdasarkan tingkat kerusakan, dan pasokan beras warga juga mendapat dukungan. Pemulihan memang belum selesai, tetapi langkahnya mulai terlihat.

Pascagempa NTT Pulau Palue BNPB Bantuan Gempa Bantuan BNPB Gempa NTT Gempa Bumi

Infografis

Terkini