Pemerintah Siapkan Hunian Sementara di NTT, Tunggu Perbaikan dan Pembangunan Hunian Tetap

Penulis: Alfian Tegar
Editor: A. Cuwantoro
Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:02 WIB
Pemerintah Siapkan Hunian Sementara di NTT, Tunggu Perbaikan dan Pembangunan Hunian Tetap
Kepala BNPB Suharyanto, memberikan sosialisasi kepada warga terdampak gempa M 7,7 di NTT [Dok. BNPB]

astakom.com, Jakarta — Warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipastikan enggak bakal ditinggal sendirian.

Pemerintah gercep menjadikan tempat tinggal sebagai salah satu prioritas utama dalam proses pemulihan pascabencana.

Mulai dari bantuan perbaikan rumah, hunian sementara (huntara), sampai dana tunggu hunian disiapkan khusus buat masyarakat yang rumahnya rusak berat.

Upaya percepatan penanganan terus digenjot demi memastikan seluruh korban, termasuk warga yang berada di wilayah kepulauan akan mendapatkan perlindungan dan dukungan yang dibutuhkan.

Pemulihan tempat tinggal jadi prioritas

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, mengunjungi Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, NTT.

Ia menegaskan bahwa pemulihan enggak berhenti sebatas pemenuhan kebutuhan dasar saat tanggap darurat saja, tapi tempat tinggal warga yang rusak juga jadi fokus utama demi kepastian masa depan mereka.

“Pemerintah juga memastikan bahwa kebutuhan pemulihan tempat tinggal menjadi bagian penting dalam penanganan pascagempa. BNPB akan memberikan dukungan perbaikan rumah bagi warga terdampak berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi tingkat kerusakan,” ungkap Suharyanto, S.Sos., M.M, yang dikutip dari siaran Pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP), Sabtu (22/8/2026).

Sesuai dengan tingkat kerusakan

Besaran bantuan finansial akan disesuaikan dengan kategori kerusakan rumah masing-masing. Warga dengan kategori kerusakan ringan dan sedang mendapatkan dana perbaikan, sedangkan yang rumahnya hancur berat akan dibuatkan hunian tetap (huntap) sebagai solusi jangka panjang.

“Untuk rumah dengan kategori rusak ringan, BNPB memberikan dukungan sebesar Rp15 juta, sedangkan rumah rusak sedang mendapatkan dukungan sebesar Rp30 juta. Sementara itu, bagi masyarakat yang rumahnya mengalami rusak berat, pemerintah akan memberikan hunian tetap sebagai solusi jangka panjang,” lanjutnya.

Solusi alternatif tempat tinggal

Pemerintah paham betul kalau pembangunan hunian tetap butuh waktu. Biar warga yang rumahnya rusak berat enggak dibiarkan menunggu tanpa kepastian, pemerintah menyiapkan dua alternatif fix yang bisa dipilih selama proses pembangunan berjalan.

Warga bisa memilih menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga atau menempati huntara sampai rumah permanen selesai dibangun.

“Sambil menunggu proses pembangunan hunian tetap, BNPB juga menyiapkan pilihan tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya rusak berat. Masyarakat dapat memperoleh dana tunggu hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga atau memilih hunian sementara (huntara) sebagai alternatif tempat tinggal hingga hunian tetap selesai dibangun,” jelasnya. (Usm/aLf/ACwan)

Gen Z Takeaway

Pemulihan pascagempa Flores tak berhenti di bantuan darurat. Pemerintah memprioritaskan tempat tinggal warga dengan bantuan Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, serta huntap bagi rumah rusak berat. Sambil menunggu, warga juga diberi opsi DTH Rp600 ribu per KK atau huntara, jadi proses pemulihan tetap berjalan dengan perlindungan yang lebih jelas.

BNPB Gempa NTT Bantuan Gempa Pascagempa NTT Suharyanto Kepala BNPB

Infografis

Terkini