Sapa Massa di Senayan, Presiden Prabowo Didorong Kawal Program Rakyat
astakom.com, Jakarta – Lautan manusia memadati area depan Gedung TVRI di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Jumat, (14/82026).
Diperkirakan ada 10 ribu orang, mulai dari elemen petani, pedagang, nelayan, hingga jajaran organisasi sayap Partai Gerindra yang vibes-nya kompak menggelar aksi damai bersama.
Momen berkumpulnya massa ini bertepatan banget dengan dilaksanakannya Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI di kompleks parlemen Senayan, tempat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya.
Mereka datang untuk menyuarakan dukungan penuh terhadap sederet program pemerintah yang dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat, sekaligus menegaskan kesiapan mereka untuk mengawasi jalannya program tersebut di lapangan.
Momen Presiden Prabowo sapa massa
Semangat massa tak surut meski harus bergantian menyuarakan aspirasi lewat orasi selama kurun waktu tiga jam.
Kesabaran mereka berbuah manis saat iring-iringan Presiden Prabowo keluar dari kompleks Senayan, dari dalam mobilnya, sang Presiden tampak melambaikan tangan menyapa barisan massa yang menduduki area depan TVRI.
Ragam pesan unik terpampang jelas di deretan spanduk yang diboyong massa. Tulisan Jaga Prabowo, Jaga Indonesia menjadi salah satu yang paling mencolok di lokasi, bersanding rapat dengan pesan tegas yang menuntut pemberantasan mafia anggaran serta oligarki.
Dukungan nyata masyarakat
Don Muzakir, sosok yang menjabat sebagai Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, turut membakar semangat barisan aksi lewat orasi lantangnya.
Dalam penyampaiannya, Don menegaskan bahwa sikap mendukung bukan berarti bersikap apatis terhadap berbagai kekurangan yang ada.
Ia menilai lontaran kritik yang berlandaskan data dan fakta sah-sah saja, asalkan disampaikan secara bertanggung jawab.
"Di tengah derasnya kritik, demonstrasi, dan hoaks di ruang digital, kami menegaskan bahwa kritik adalah hak rakyat, tetapi fitnah, disinformasi, kekerasan, dan upaya memecah bangsa harus ditolak. Dukungan kami bukan cek kosong. Kami meminta program yang kurang tetap diperbaiki, yang menyimpang harus ditindak, yang korup harus dihukum. Tetapi program yang berpihak kepada rakyat dan cita-cita kedaulatan bangsa harus dijaga sampai tuntas," ujar Don Muzakir, berdasarkan keterangan yang diterima astakom.com.
Melihat program pemerintah secara utuh
Ia mengimbau masyarakat agar tidak separuh-separuh dalam menilai kinerja pemerintah. Menurutnya, skema kebijakan di sektor pangan, pendidikan, perikanan, ekonomi pedesaan, hingga penguatan industri butuh pengawalan ketat supaya dampaknya benar-benar membumi.
Mengenai legitimasi pemerintahan Presiden Prabowo yang berdiri atas proses konstitusional, massa aksi memberikan keberpihakan penuh. Namun, sikap pro ini dipastikan tetap dibarengi nalar kritis apabila menemukan kebijakan yang dinilai masih belum maksimal.
"Kami mendukung pemerintahan Presiden Prabowo yang lahir dari proses konstitusional. Demonstrasi dan kritik harus dihormati, tetapi hoaks, provokasi, perusakan, dan kekerasan harus ditolak. Demokrasi harus kuat tanpa mengorbankan persatuan Indonesia," ujarnya.
Don juga mewanti-wanti masyarakat luas agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas muasalnya, mengingat silang pendapat sejatinya tak boleh merusak jalinan persatuan.
Dampak nyata positif dari Program MBG
Di antara sekian banyak isu, skema Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu poin yang paling banyak menyedot perhatian dan diperbincangkan massa.
Pengembangan MBG menurut Don tak cuma berfokus pada pemenuhan gizi generasi muda semata. Efek domino dari program ini justru sangat krusial dalam membuka keran pasar baru bagi para petani, peternak, nelayan, pedagang, hingga pelaku UMKM.
"Makan Bergizi Gratis adalah investasi pada anak Indonesia sekaligus penggerak ekonomi lokal. Program ini harus diteruskan dengan tata kelola yang transparan, standar keamanan pangan yang ketat, dan keberpihakan kepada petani, peternak, nelayan, pedagang, dan UMKM," katanya.
Oleh karena itu, sistem pengawasan MBG tak boleh kendor. Seluruh proses pengadaan komoditas, mutu makanan, alur distribusi, hingga pengelolaan anggarannya wajib berjalan terbuka dan tepat sasaran.
Soroti pentingnya swasembada pangan
Masalah ketahanan pangan pun ikut disorot tajam. Don Muzakir memaparkan bahwa target swasembada pangan mesti diimbangi dengan regulasi konkret yang memfasilitasi petani untuk menggenjot hasil produksinya.
Dukungan massa aksi pun mengalir pada kemudahan akses pupuk, perbaikan irigasi, modernisasi alat pertanian, penetapan harga panen yang adil, serta jaminan perlindungan bagi para petani.
"Pangan adalah kedaulatan. Bangsa besar tidak boleh menggantungkan urusan makan rakyatnya kepada negara lain," ungkap Don Muzakir.
Dukungan penuh Program KDKMP
Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) juga mendapat dorongan kuat dari peserta aksi. Harapannya, program ini tak sekadar kejar tayang membentuk wadah baru, melainkan tampil sebagai motor utama kegiatan ekonomi warga desa.
Poin ini kian berbobot mengingat sebanyak 1.061 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sudah resmi beroperasi sejak Mei 2026.
Lebih jauh, keberadaan koperasi diyakini Don mampu memotong rantai pasok yang terlampau panjang, merangkul UMKM, menstabilkan distribusi bahan pokok, serta menaikkan bargaining position masyarakat di tingkat desa.
"Kami ingin koperasi menjadi pusat ekonomi rakyat. Koperasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa," kata Don Muzakir.
KNMP disorot untuk sejahterakan nelayan
Nasib kawasan pesisir lewat Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tak luput dari sorotan. Pembangunan di sektor ini dituntut untuk memberikan faedah yang langsung dirasakan oleh para nelayan.
Merujuk pada data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dibacakan saat aksi, proyek di 65 lokasi saat ini telah menyerap 17.550 tenaga kerja, dengan target pengembangan di 1.269 lokasi sepanjang tahun 2026.
"Laut Indonesia harus menyejahterakan nelayan Indonesia," ujarnya.
Don kembali mengingatkan bahwa memoles potensi ekonomi nelayan tidak cukup dengan membangun sarana fisik semata. Mereka juga membutuhkan kemudahan akses alat produksi, keterjaminan pasar, teknologi pengolahan hasil tangkapan, serta payung hukum dalam berusaha.
Sekolah Rakyat putus lingkaran kemiskinan
Sektor pendidikan menjadi tuntutan berikutnya yang disuarakan peserta aksi. Kesempatan mengecap pendidikan berkualitas dinilai sebagai hak setara (equitable) yang wajib dimiliki anak-anak dari latar belakang petani, nelayan, buruh, maupun pedagang.
Langkah ini diperkuat dengan berjalannya 166 Sekolah Rakyat yang kini merangkul 15.954 siswa, serta target pemerintah untuk merevitalisasi 71.744 satuan pendidikan pada tahun 2026.
"Tidak boleh ada anak petani, nelayan, buruh, atau pedagang kehilangan masa depan hanya karena lahir dari keluarga miskin," kata Don Muzakir.
Peningkatan mutu pendidikan dipandang Don sebagai kunci paling ampuh untuk memutus rantai kemiskinan dan mendongkrak ekonomi warga dalam jangka panjang.
Hilirisasi SDA dan Realitas Kondisi Ekonomi Nasional
Mengenai pengelolaan kekayaan alam, massa menegaskan dukungannya pada program hilirisasi SDA agar bangsa ini memegang nilai tambah yang maksimal dari produknya sendiri.
"Kami mendukung hilirisasi agar sumber daya alam tidak terus dijual murah sebagai bahan mentah. Nilai tambah, industri, teknologi, lapangan kerja, dan penerimaan negara harus tumbuh di tanah air serta memberi manfaat nyata bagi daerah dan rakyat," ujarnya.
Satu hal yang digarisbawahi Don, ekspansi sektor industri ini harus tetap ramah dan membawa berkah langsung bagi warga di daerah penghasil SDA tersebut.
Menanggapi berbagai diskursus soal dinamika ekonomi nasional, Don mengajak publik untuk selalu fact-check berbasis data objektif ketimbang termakan isu yang belum pasti.
Mengutip rilis Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 berhasil menyentuh angka 5,61 persen. Selain itu, catatan realisasi investasi pada semester I 2026 melambung hingga Rp1.010,6 triliun serta menyerap sekitar 1.448.862 tenaga kerja.
"Tantangan tetap ada, tetapi data menunjukkan Indonesia tidak kehilangan arah. Karena itu, masyarakat harus tetap kritis, tetapi jangan mudah percaya pada narasi yang hanya membangun rasa putus asa," kata Don Muzakir.
Penutupan Aksi yang Tertib dan Tetap Alert
Secara keseluruhan, demonstrasi berlangsung kondusif hingga momen Presiden Prabowo menyapa langsung peserta dari kendaraannya. Massa kemudian membubarkan diri secara teratur begitu rombongan Presiden berlalu dari area kompleks Senayan.
Sebagai penutup, Don Muzakir menegaskan bahwa aksi ini berfungsi ganda: sebagai bentuk dukungan sekaligus pengingat stay alert agar pemerintah tidak lengah membenahi program yang belum maksimal.
"Kami mendukung program yang berpihak kepada rakyat, tetapi dukungan itu harus disertai pengawalan. Kalau ada yang kurang, kita sampaikan. Kalau ada yang salah, kita minta diperbaiki. Kalau ada penyimpangan, harus ditindak," tutur Don Muzakir.
Ia menyimpulkan bahwa partisipasi aktif warga adalah kunci utama agar setiap program pemerintah tak sekadar manis di atas kertas dokumen, melainkan benar-benar mendarat dengan selamat di tangan petani, pedagang, nelayan, pelaku UMKM, hingga masyarakat pedesaan.
Gen Z Takeaway
Aksi sekitar 10 ribu massa menegaskan dukungan kepada Prabowo, tetapi bukan cek kosong. Mereka mendorong program seperti MBG, swasembada pangan, pendidikan, dan ekonomi rakyat terus dikawal agar manfaatnya benar-benar terasa. Kritik berbasis data tetap diperlukan, sementara penyimpangan wajib ditindak.









