Trump Batal Serang Iran, Pilih Jalur Perundingan Hari Ini!

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Senin, 3 Agustus 2026 | 13:10 WIB
Trump Batal Serang Iran, Pilih Jalur Perundingan Hari Ini!
Trump Batal Serang Iran, Pilih Jalur Perundingan Hari Ini [IG: (@realdonaldtrump)]

astakom.com, Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara mendadak membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran. Sebagai gantinya, ia mengisyaratkan siap membuka ruang negosiasi terbaru pada Senin (03/08/2026).

Keputusan unpredictable ini diambil setelah Teheran bersama sejumlah negara Timur Tengah lainnya secara khusus meminta waktu untuk merampungkan kerangka kesepakatan perdamaian. Trump juga mengungkapkan kalau Israel telah menyatakan komitmennya untuk bergabung dalam upaya tersebut.

Alasan Trump tahan diri

Melalui postingan di platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump spill kalau kedua belah pihak sejatinya sudah menyetujui "batas-batas" dari potensi kesepakatan tersebut. Poin utamanya mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz secara "segera, lengkap, dan total", serta penghentian ancaman nuklir dari pihak Iran.

Dilansir dari Anadolu Ajansi pada Senin, (03/08/2026) Trump menegaskan, keputusan membatalkan serangan militer ini diambil "untuk kepentingan masa depan DUNIA dan, demikian pula, kelangsungan hidup Iran yang sukses dan makmur," dengan catatan utama bahwa momentum ini sangat bergantung pada komitmen kedua pihak untuk "segera mencapai Kesepakatan."

Ancaman kekuatan militer AS

"Amerika Serikat siap siaga dan siaga untuk melawan Republik Islam Iran, dengan tingkat teror militer, kekuatan, dan kekuasaan yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II," ucap Trump.

Meski begitu, ia menekankan kalau Israel juga telah sepakat untuk menahan diri dari tindakan penyerangan.

"Ayo bekerja, semuanya, dan selesaikan ini." tegasnya.

Trump mengonfirmasi kalau agenda pembicaraan dengan Iran dijadwalkan mulai berlangsung pada Senin sore waktu setempat. Ia merasa cukup optimistis kesepakatan soal akses Selat Hormuz dan langkah "denuklirisasi" Iran bisa segera rampung tanpa drama berkepanjangan.

Lobi diplomasi negara tetangga

Saat memberikan keterangan kepada wartawan di atas pesawat Air Force One dalam penerbangan menuju Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland, Trump membeberkan alasan utama di balik batalnya big attack pada hari Jumat lalu. Komunikasi intensif dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, hingga Iran menjadi alasan kuncinya.

"Kami diminta oleh tiga kelompok utama. Kami juga diminta dengan sangat kuat oleh Iran. “Mereka mengatakan kami ingin membuat kesepakatan,” tutur Trump.

Ia menjelaskan kalau aksi militer yang sudah direncanakan secara matang tersebut akhirnya diurungkan setelah Iran dan negara-negara tetangganya memohon agar Washington menahan diri.

"Itu akan menjadi serangan besar-besaran. Mereka meminta kami untuk tidak melakukannya. Mereka berkata: 'Tolong jangan lakukan itu.' Negara-negara tetangga mereka juga mengatakan hal yang sama. Kita hanya akan melihat apakah kita dapat membuat kesepakatan atau tidak," ungkapnya.

“Mereka tidak ingin kita melakukannya, dan terus terang, Arab Saudi juga tidak menginginkannya. Mereka mengira kesepakatan sudah dekat terkait dengan Selat Hormuz dan juga denuklirisasi,” sambungnya.

Tanpa deadline, militer tetap standby

Ketika ditanya mengenai deadline bagi Iran untuk mencapai kesepakatan final, Trump mengaku tidak menetapkan tenggat waktu secara spesifik.

“Kita lihat saja nanti,” ucap Trump, sembari menegaskan kalau AS tetap prepare memakai kekuatan militer jika dibutuhkan.

Walaupun begitu, ia menegaskan kalau kekuatan militer AS akan selalu standby dan siap dikerahkan kapan saja jika situasi memburuk.

“Kita siap kapan pun kita mau. Apakah saya lebih suka membuat kesepakatan? Saya tidak ingin membunuh orang karena banyak orang meninggal, dan kita tidak menginginkan itu,” tutup Trump.

Trump turut menyebutkan kalau jika serangan militer tersebut benar-benar diluncurkan, dampaknya bakal jadi "bencana" luar biasa bagi Iran, bahkan membutuhkan waktu "bertahun-tahun" untuk pemulihan. Namun, saat disinggung apakah target serangan awal mengincar infrastruktur energi Iran, Trump memilih untuk tidak memberikan penjelasan lebih rinci. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Trump cancel rencana serangan besar-besaran ke Iran di menit-menit terakhir setelah dapet persuasi dari negara-negara tetangga kaya Arab Saudi, UEA, dan Qatar. Ketimbang main fisik yang bisa makan banyak korban, AS dan Iran setuju buat langsung duduk bareng sore ini. Target utamanya simpel tapi krusial: buka kembali Selat Hormuz dan setop program nuklir Iran tanpa drama berkepanjangan.

trump Trump Vs Iran Donald Trump Perundingan Damai 2026

Infografis

Terkini