Rekor Petualangan Pendaki Legendaris Nirmal Purja Berakhir di Broad Peak Himalaya

Editor: Anri Syaiful
Minggu, 2 Agustus 2026 | 14:02 WIB
Rekor Petualangan Pendaki Legendaris Nirmal Purja Berakhir di Broad Peak Himalaya
Rekor Petualangan Pendaki Legendaris Nirmal Purja Berakhir di Broad Peak Himalaya [Ilustrasi pendaki meninggal dunia di pegunungan Himalaya/Gemini]

astakom.com, Jakarta – Dunia pendakian global lagi berduka banget. Pendaki legendaris asal Nepal yang udah berkali-kali nyetak sejarah ekstrem di puncak-puncak tertinggi dunia, Nirmal Purja, dipastikan meninggal dunia.

Kabar duka itu datang setelah bencana longsoran salju hebat menerjang tim ekspedisinya di kawasan Himalaya awal pekan ini.

Kabar duka resmi dari Nimsdai Foundation

Purja “meninggal dunia secara tragis” akibat terjangan longsor tersebut. Informasi resmi ini disampaikan lewat unggahan akun media sosial Nimsdai Foundation—-yayasan yang ia dirikan sendiri pada tahun 2022—-pada Sabtu (01/08/2026) waktu setempat.

“Hari ini, kita berduka bukan hanya untuk Nims, tetapi juga untuk setiap nyawa yang hilang dalam tragedi ini termasuk rekan pendaki dan pemandu tepercayanya,” demikian unggahan Instagram tersebut, dilansir CNN yang dikutip astakom.com pada Minggu (02/08/2026).

Pihak yayasan juga menambahkan pesan emosional tentang peninggalan almarhum. “Warisan beliau akan terus hidup dalam kehidupan tak terhitung yang telah beliau ubah dan orang-orang yang telah beliau inspirasi untuk mendaki gunung mereka sendiri,” tambah unggahan tersebut.

Kronologi kejadian di Broad Peak

Purja yang saat ini berusia 43 tahun sebelumnya masuk dalam daftar 10 pendaki gunung yang dinyatakan hilang sejak Kamis lalu. Tim mereka diperkirakan sedang berada di Puncak Broad Peak (ketinggian 8.047 meter di atas permukaan laut/mdpl) di wilayah Pakistan utara saat salju mendadak longsor sekitar tengah hari waktu setempat.

Sampai saat ini, sedikitnya empat orang telah dipastikan meninggal dunia, yaitu:

  • Nirmal Purja (Pendaki legendaris Nepal)
  • Nadhira Al Harthy (Pendaki asal Oman)
  • Pur Bahadur Gurung “Yukta” (Pendaki asal Nepal)
  • Sarah Mallory Geis (Pendaki asal Amerika Serikat)

Kabar yang makin bikin nyesek, pihak Nimsdai Foundation menyebutkan bahwa “anggota ekspedisi lainnya sayangnya tidak selamat.” Meski begitu, belum ada rincian lebih lanjut maupun konfirmasi resmi lanjutan dari pihak berwenang.

Operasi penyelamatan penuh risiko & peluang menipis

Upaya pencarian dan penyelamatan buat enam pendaki lainnya sebenarnya masih terus diusahakan. Tapi, situasi di lapangan sangat berbahaya. Petugas darurat sempat menyampaikan kekhawatiran mereka kepada CNN soal ancaman longsoran salju susulan yang bisa menghambat operasi SAR.

Seorang pendaki gunung ternama asal Pakistan bahkan ngasih peringatan kalau peluang bertahan hidup bagi pendaki yang belum ditemukan udah fix tipis banget.

“Pegunungan Pakistan sangat berbeda dengan Nepal,” kata Naila Kiani, juru bicara Klub Alpine Pakistan, kepada BBC pada Sabtu.

“Beberapa daerah tersebut masih rawan longsoran salju, jadi tim penyelamat kami harus sangat berhati-hati untuk menilai apakah mereka membahayakan nyawa mereka,” tambahnya.

Jejak rekor gokil sang mantan personel pasukan elite

Purja bukan pendaki kaleng-kaleng. Mantan prajurit Angkatan Darat Inggris, Gurkha, sekaligus pasukan elite Special Boat Service (SBS) ini sukses bikin olahraga mendaki gunung makin populer di panggung internasional lewat berbagai rekor gila ketahanan fisiknya.

Mentalnya no cap gak main-main. Pada tahun 2019, ia menguncang dunia dengan menaklukkan seluruh 14 puncak tertinggi di dunia (di atas 8.000 meter/26.300 kaki)—yang dijuluki NASA sebagai Delapan Ribu—hanya dalam kurun waktu 6 bulan 6 hari!

Kisah heroik Purja diabadikan dalam film dokumenter di Netflix “14 Peaks: Nothing Is Impossible."  Secara total, ia berhasil mengantongi 18 rekor dunia di Guinness World Records.

Naila Kiani, yang dulu pernah mendaki bareng Purja, mengenangnya sebagai sosok yang "sangat pemberani" dan bilang kalau "dia mewujudkan hal yang mustahil."

Purja juga punya dedikasi tinggi buat mengangkat martabat komunitas lokal. Dalam sebuah wawancara pada tahun 2019 lalu kepada CNN, Purja menegaskan niat mulianya untuk menghormati keahlian para Sherpa Nepal.

"Meskipun mereka adalah pendaki top, mereka tidak mendapatkan pengakuan yang layak," kata Purja, seraya menambahkan: "Semoga, saya pikir saya dapat mengangkat nama mereka."

Penghormatan untuk Nadhira al Harthy

Tragedi ini juga menyisakan duka mendalam atas gugurnya Nadhira al Harthy. Pendaki wanita asal Oman yang tutup usia pada Kamis lalu itu juga sempat diwawancarai CNN terkait ambisinya menaklukkan salah satu puncak Delapan Ribu. Sosoknya dikenal sangat menginspirasi karena memanfaatkan popularitasnya untuk memberdayakan perempuan dan gadis Muslim—termasuk 32 keponakannya—agar berani mendalami olahraga ketahanan ekstrem.

“Iman kita...itu membuatmu bangkit kembali. Itu memberi kekuatan, itu memberi kekuasaan,” ujar Al Harthy pada tahun 2021.

“(Keponakan-keponakan saya) sangat kuat, dan mereka memperjuangkan hak-hak mereka,” tambahnya. “Saya selalu bangun di pagi hari dan berkata, ‘Alhamdulillah, terima kasih Tuhan saya ada di sini.’” (aNs)

Gen Z Takeaway

Dunia mountaineering lagi deep sorrow parah setelah sang GOAT Nirmal Purja dipastikan meninggal dunia akibat bencana avalanche maut di Broad Peak, Pakistan, bareng pendaki inspiratif lainnya kayak Nadhira al Harthy. Eks tentara elite pemegang 18 Guinness World Records yang aura-nya no cap gokil banget ini resmi menyudahi petualangannya, meninggalkan legacy abadi yang membekas buat para Sherpa dan pendaki dunia, di tengah kabar proses SAR yang makin kritis dengan peluang selamat para korban tersisa yang udah tipis banget. 

Kabar Duka Pendaki Gunung Nirmal Purja Broad Peak Himalaya Pendaki Legendaris Dunia Himalaya Pakistan

Infografis

Terkini