Bikin Gaji Auto Sat Set, Kemenag Bagikan Rahasia Praktik Baik Integrasi Sistem Bareng Kemenkeu

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 30 Juli 2026 | 07:08 WIB
Bikin Gaji Auto Sat Set, Kemenag Bagikan Rahasia Praktik Baik Integrasi Sistem Bareng Kemenkeu
Bikin Gaji Auto Sat Set, Kemenag Bagikan Rahasia Praktik Baik Integrasi Sistem Bareng Kemenkeu [Kemenag]

astakom.com,Jakarta – Pengelolaan data kepegawaian berbasis digital di Kementerian Agama makin sat-set dan glow up. Lewat interkoneksi antara Sistem Informasi Manajemen SDM (SIMSDM) dan Aplikasi Gaji Web (AGW) Kementerian Keuangan, Kemenag membagikan best practice alias praktik baik ini kepada Kementerian Hukum dalam rangka penguatan transformasi layanan ASN berbasis digital.

Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Kemenag, Ahmad Hidayatullah, mengungkapkan kalau tahap pilot project dari integrasi ini sudah tuntas dan hasilnya beneran bikin bangga.

Solusi canggih ratusan ribu ASN

"Pilot project pada Juni dan Juli telah selesai. Hasil evaluasi per 15 Juli menunjukkan sistem berjalan dengan baik. Dari ratusan ribu data pegawai yang diproses, hanya tersisa empat pegawai yang memerlukan penanganan khusus. Ini menjadi capaian yang sangat baik dalam penerapan interkoneksi belanja pegawai," tutur Ahmad, dikutip oleh astakom pada Rabu (29/07/2026).

Pengembangan sistem canggih ini berawal dari kerumitan tata kelola kepegawaian di Kemenag yang ukurannya enggak main main. Saat ini, Kemenag membawahi lebih dari 12 ribu satuan kerja dengan total ASN mencapai lebih dari 361 ribu orang. Uniknya, sebanyak 98 persen di antaranya adalah pejabat fungsional yang tersebar di lebih dari 67 jenis jabatan mulai dari guru, dosen, penghulu, penyuluh agama, sampai tenaga kesehatan.

Bukan cuma itu, Kemenag juga bertanggung jawab mengelola pembayaran belanja pegawai untuk yang lebih dari 1 juta penerima. Angka ini mencakup guru agama pada sekolah negeri di bawah pemerintah daerah, serta guru dan dosen non-ASN penerima tunjangan profesi. Luasnya jangkauan ini bikin Kemenag wajib punya sistem data yang super akurat, terintegrasi, dan accountable.

Budaya baru 'one-way traffic'

Demi menjawab tantangan rumit tersebut, Kemenag menerapkan kebijakan one-way traffic. Artinya, semua perubahan data kepegawaian wajib dilakukan via SIMSDM tanpa ada lagi drama dokumen manual seperti Microsoft Word. Sistem ini juga mengantongi privilege integrasi langsung dengan SIASN Badan Kepegawaian Negara (BKN), sehingga data pegawai bisa tersinkronisasi secara otomatis.

Kepala Biro SDM Kementerian Agama Muhammad Zain, menegaskan kalau digital transformation yang sukses itu butuh teamwork lintas unit.

"Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik dan itu tidak mungkin dilakukan tanpa kolaborasi. Saat ini kami membangun budaya baru layanan publik melalui all online system. Setiap hari Biro SDM memproses antara 500 hingga 1.500 dokumen. Tanpa sistem digital yang baik, tentu potensi kesalahan akan semakin besar," ucapnya.

Zain juga mengutip petikan legendaris dari pakar manajemen mutu, W. Edwards Deming:

"A bad system will beat a good person every time."

Ia berpendapat kalau kualitas pelayanan publik memang sangat bergantung pada kualitas sistem yang dibangun.

Zain memaparkan kalau arsitektur digital kepegawaian Kemenag kini dibuat makin simpel dan clean, yaitu berpusat pada dua platform utama:

SIMSDM yang terkoneksi langsung dengan SIASN BKN dan AGW Kemenkeu. Dan HRMS yang mendukung pengelolaan kepegawaian dan tanda tangan elektronik melalui Pusat Data dan Informasi.

Konsep utama yang diusung adalah Single Source of Truth seluruh data pegawai bersumber dari satu sistem tunggal, jadi enggak ada lagi cerita input data berulang kali di berbagai aplikasi yang berbeda.

"Perubahan data pegawai hanya dilakukan di SIMSDM. Akses perubahan data di AGW telah ditutup sehingga seluruh data mengalir satu arah dari SIMSDM menuju AGW Kementerian Keuangan. Setelah proses pembayaran selesai, bukti pembayaran akan ditarik kembali ke SIMSDM menjadi slip gaji digital," ungkapnya.

Kemenag juga mengajak para ASN untuk ikut bertanggung jawab atas data pribadi mereka lewat mekanisme self-checking dan sistem disclaimer.

"Kami mengusung tagline 'Datamu Karirmu, Datamu Nasibmu.' Artinya, kualitas data menjadi tanggung jawab setiap ASN karena akan berdampak langsung terhadap layanan kepegawaian maupun hak-hak yang diterima," paparnya.

Mandiri dan zero budget

Menariknya lagi, sistem ini dikembangkan secara in-house alias mandiri oleh tim internal tanpa menyewa vendor. Hasilnya tanpa biaya lisensi alias zero budget, dan sistemnya sangat fleksibel untuk terus dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi di masa depan.

Target sentralisasi penuh 2029

Sebelum resmi meluncur secara nasional, integrasi SIMSDM dan AGW telah melewati perjalanan panjang berupa tiga tahap pemadanan data sepanjang tahun 2024 hingga 2025. Akurasi data yang awalnya cuma mencakup 4 komponen gaji sukses dinaikkan menjadi 12 komponen gaji, dengan tingkat kecocokan mencapai 95 persen pada April 2025.

Sistem ini kemudian melahap berbagai pengujian ketat seperti API Staging, System Integration Test (SIT), dan User Acceptance Test (UAT) bersama Kementerian Keuangan, serta diperkokoh oleh Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

Setelah uji coba sukses di 7 satuan kerja percontohan selama Juni–Juli 2026, implementasi skala nasional resmi bergulir di 139 satuan kerja sejak 29 Juni 2026. Ke depannya, integrasi bakal terus diperluas untuk pembayaran tunjangan kinerja (tukin), selisih tunjangan kinerja guru dan dosen, uang makan, sampai tunjangan profesi guru. Semua tahapan ini ditargetkan tuntas menuju sentralisasi penuh pembayaran belanja pegawai Kemenag pada tahun 2029.

Langkah transformatif ini didasari oleh payung hukum yang kuat, yaitu Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 938 Tahun 2025, KMA Nomor 1651 Tahun 2025, serta KMA Nomor 1670 Tahun 2025. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Kemenag ngebuka mata kita kalau instansi pemerintah juga bisa glow up maksimal! Nggak cuma buang budaya ribet serba manual, sistem gaji sat-set ini murni dibuat sendiri oleh tim internal alias zero budget tanpa vendor. Ini bukti nyata kalau sistem yang rapi dan transparansi data (Single Source of Truth) itu kunci utama birokrasi bebas drama. Fix, kerjanya makin efisien!

kemenag update kemenag ri Kementerian Agama Kementerian Keuangan

Infografis

Terkini