Ngeri! PBB Ungkap Puluhan Ribu Orang Dijebak Jadi Pekerja Online Scam di Asia

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 29 Juli 2026 | 19:01 WIB
Ngeri! PBB Ungkap Puluhan Ribu Orang Dijebak Jadi Pekerja Online Scam di Asia
Ngeri! PBB Ungkap Puluhan Ribu Orang Dijebak Jadi Pekerja Online Scam di Asia [Ilustrasi bendera PBB/Gemini]

astakom.com, Jakarta – Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) baru saja melempar warning keras terkait lonjakan drastis jumlah korban yang dipaksa bekerja di kompleks penipuan daring online scam di kawasan Asia.

Badan migrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut mengungkapkan kalau para korban ini berasal dari lebih dari 80 negara. Kebanyakan dari mereka kena spill loker palsu dan direkrut langsung via media sosial.

300 ribu terjebak

Pada pernyataan resminya Selasa, (28/07/2026), IOM membeberkan kalau pusat-pusat penipuan daring skala raksasa di Myanmar, Kamboja, dan Laos mempekerjakan sampai sekitar 300.000 orang. Mereka dipaksa melancarkan berbagai skema scamming yang mayoritas menyasar warga lanjut usia di negara-negara Barat.

Modus loker gaji tinggi

Akan tetapi, IOM menegaskan kalau sebagian besar pekerja di kompleks tersebut sejatinya adalah korban perdagangan manusia. Penjebakan ini bermula dari iklan lowongan kerja (loker) bodong berkedok gaji tinggi yang menyasar pelamar berkemampuan bahasa Inggris plus berlatar pendidikan tinggi.

Begitu sampai di lokasi tujuan, dokumen identitas para korban langsung disita. Mereka dipaksa mengoperasikan penipuan daring di bawah ancaman kekerasan fisik dan intimidasi mental yang bikin trauma.

Direktur Jenderal IOM, Amy Pope, menjelaskan kalau banyak korban mengalami trauma mendalam, jeratan beban utang, stigma negatif lingkungan, hingga kekerasan seksual dan kurungan isolasi.

"Orang-orang yang terjebak di kompleks penipuan adalah korban perdagangan manusia yang dipaksa melakukan kejahatan melalui kekerasan, ancaman, dan pemaksaan," kata Pope, dilansir dari AsiaOne, Rabu, (29/07/2026)

"Kita harus bekerja sama untuk mendukung para penyintas, menghentikan para pelaku perdagangan manusia, dan menutup celah yang dimanfaatkan jaringan kriminal ini," sambungnya.

IOM mengestimasi total korban perdagangan manusia di dalam kompleks online scam tersebut telah menyentuh angka puluhan ribu orang.

Saat memberikan keterangan kepada jurnalis di Jenewa, Pope menyebutkan kalau IOM telah turun tangan membantu para korban dari sekitar 30 negara yang terjebak modus tawaran scam kerja ini.

Jeratan medsos masif

Meskipun pusat jaringan perdagangan manusia ini berlokasi di Asia, kehadiran media sosial membuat jangkauan radarnya meluas secara masif hingga ke berbagai belahan dunia.

"Jaringan-jaringan penting tersebut berbasis di Asia, tetapi karena media sosial, karena kemampuan untuk menjangkau orang-orang di banyak negara, jangkauan mereka telah meluas secara signifikan" ungkapnya sembari Perkiraan menunjukkan kalau korban perdagangan manusia berasal dari lebih 80 negara berbeda di seluruh dunia dilansir dari Reuters pada Rabu, (29/7/2026).

"Karena media sosial dan kemampuan menjangkau masyarakat di begitu banyak negara, jangkauan mereka kini meningkat secara signifikan," lanjutnya.

Ekspektasi & aksi nyata

Pope mengapresiasi langkah progresif beberapa negara, seperti Thailand, yang mulai gencar membongkar keberadaan kompleks penipuan tersebut. Namun, ia menilai masih diperlukan gebrakan yang lebih masif untuk menjangkau pusat-pusat operasi di wilayah terpencil Asia yang penegakan hukumnya masih lemah.

"IOM menyerukan dukungan berkelanjutan untuk membantu korban perdagangan manusia melalui perlindungan, pemulangan yang aman, dan reintegrasi, sambil meningkatkan upaya untuk meningkatkan kesadaran tentang taktik para pelaku perdagangan manusia sehingga masyarakat dapat mengenali risiko dan mengetahui ke mana harus mencari bantuan," berdasarkan pernyataan IOM dilansir dari Reuters pada Rabu, (29/07/2026). (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Jangan gampang tergiur tawaran loker remote atau kerja luar negeri ber-gaji sultan di media sosial tanpa verifikasi legalitas perusahaannya secara teliti. Isu ini membuktikan bahwa anak muda terpelajar berkemampuan bahasa asing pun bisa jadi target utama perdagangan manusia (human trafficking). Kalau nemu loker yang too good to be true, double check dulu lewat jalur resmi sebelum kapok kena jebakan online scam!

PBB Online Scam Penipuan Online Asia Tenggara

Infografis

Terkini