13 Orang Tewas Akibat Gempa Jepang: Kemlu Ungkap Kondisi WNI!

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 29 Juli 2026 | 12:01 WIB
13 Orang Tewas Akibat Gempa Jepang: Kemlu Ungkap Kondisi WNI!
13 Orang Tewas Akibat Gempa Jepang :Kemlu Ungkap Kondisi WNI! [astakom/Paulina]

astakom.com, Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari Negeri Sakura. Jepang kembali dihantam bencana gempa bumi dangkal berkekuatan magnitudo 7,1, tepatnya di Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu bagian selatan, pada Selasa (28/07/2026).

Bencana alam ini memakan korban jiwa sedikitnya 13 orang. Tak hanya itu, guncangan hebat tersebut meruntuhkan sebagian bangunan penting seperti pabrik hingga pusat perbelanjaan.

Kondisi WNI

Menanggapi bencana ini, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) bergerak gercep lewat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang. Pihak KBRI langsung menghubungi  simpul simpul komunitas warga negara Indonesia (WNI) yang berada di area terdampak di wilayah Kumamoto dan Kyushu.

"Sejauh ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa di kedua wilayah tersebut. Seluruhnya dilaporkan dalam kondisi aman," ucap Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Heni Hamidah, dikutip oleh astakom pada Rabu, (29/07/2026).

Guna memastikan situasi tetap terkendali dan tidak memicu kepanikan, pihak KBRI Tokyo meminta warga untuk tetap tenang namun terus pasang mata

"KBRI Tokyo juga telah mengimbau agar seluruh WNI di wilayah akreditasi untuk tetap tenang dan terus memantau informasi resmi mengenai perkembangan situasi melalui Japan Meteorological Agency (JMA)," ungkap KBRI Tokyo.

Kabar baiknya, peringatan ancaman tsunami pascagempa serta beberapa gempa susulan kini telah resmi dicabut oleh otoritas Jepang.

"Kemlu melalui KBRI Tokyo akan terus memantau perkembangan situasi, serta berkoordinasi dengan otoritas Jepang dan simpul komunitas WNI di wilayah Kumamoto serta Kyusu," tegas Kemlu RI.

Kerusakan parah

Guncangan ini berdampak cukup parah pada fasilitas publik. Peritel besar Aeon melaporkan adanya insiden ledakan di Aeon Mall Kumamoto yang berlokasi di Kota Kashima. Pihak perusahaan mengonfirmasi bahwa para pengunjung telah dievakuasi dan tim internal tengah memeriksa situasi real-time pascagempa magnitudo 7,1 pada Selasa, 28 Juli 2026 tersebut.

Laporan media lokal NHK menggambarkan kondisi lokasi yang cukup mencekam.

"Petugas pemadam kebakaran mengatakan sebagian lantai dua gedung runtuh setelah ledakan, menjebak banyak orang di dalam,” papar laporan NHK.

Bahkan dari rekaman helikopter NHK, terlihat jelas bagian dinding luar mall tersebut terlepas dan menyisakan kerangka bangunan. Di saat yang sama, Markas Besar Dinas Pemadam Kebakaran wilayah Kota Uki, Prefektur Kumamoto, mengaku dibanjiri panggilan darurat dan sedang mengidentifikasi seluruh dampak kerusakan.

Respons darurat

Pemerintah Jepang tak tinggal diam. Kementerian Pertahanan Jepang menerjunkan kekuatan penuh sebanyak 3.600 personel militer untuk membantu operasi penanggulangan bencana, diserta penyiapan 20 pesawat udara untuk memantau titik-titik kerusakan dari udara. Ratusan petugas tanggap darurat dari prefektur tetangga juga sudah tiba di lokasi dari Selasa malam.

Potensi susulan

Di sisi lain, Badan Meteorologi Jepang (JMA) memberikan warning agar masyarakat tetap waspada. JMA memperingatkan kalau titik-titik dengan guncangan terkuat masih berpotensi mengalami gempa susulan yang intens serta risiko tanah longsor hingga sekitar satu pekan ke depan akibat efek gempa dangkal tersebut. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway 

Bencana memang gak ada yang tahu kapan datangnya, tapi cara Jepang merespons cepat dan tanggapannya KBRI yang langsung gercep mengecek keamanan WNI layak diacungi jempol. Buat kita yang lagi di luar negeri atau hobi jalan-jalan, tetep stay alert, pantau info dari akun resmi, dan simpan kontak darurat KBRI biar gak gampang panik waktu ada situasi unpredictable kayak gini!

Gempa Bumi Gempa Jepang Kementerian Luar Negeri jepang

Infografis

Terkini