Real Impact! Indonesia Ajak ASEAN-Uni Eropa Jaga Pilar Stabilitas dan Kemakmuran Global
astakom.com, Jakarta – Di tengah gempuran tantangan global yang makin rumit, kemitraan antara ASEAN dan Uni Eropa (UE) dinilai makin relevan dan krusial.
Hal ini ditegaskan langsung oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono saat menghadiri ASEAN-European Union Post Ministerial Conference (PMC) di Manila, Filipina.
"ASEAN dan Uni Eropa memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga perdamaian, memperkuat stabilitas, dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat di kedua kawasan," tutur Menlu Sugiono dikutip oleh astakom pada Kamis (23/07/2026).
Multilateralisme solid
Kolaborasi dua kawasan ini mewakili lebih dari satu miliar penduduk sekaligus mencakup sekitar seperlima perekonomian dunia. Dari pandangan geo-politik, keduanya punya kepentingan besar untuk terus memperkuat aturan multilateralisme dan menjaga tatanan internasional yang terbuka, adil, serta berbasis aturan. Indonesia juga menekankan betapa pentingnya penerapan hukum internasional secara konsisten.
Perdagangan bebas
Masuk ke sektor ekonomi, Indonesia terus mendorong terwujudnya perdagangan bebas antar-kawasan ASEAN–Uni Eropa. Langkah ini memanfaatkan momentum manis dari berbagai perjanjian perdagangan bilateral yang sudah ada antara Uni Eropa dan negara-negara anggota ASEAN. Integrasi ekonomi yang makin erat ini diyakini bakal memperkuat arus perdagangan, memicu investasi baru, sekaligus membikin rantai pasok kedua kawasan jadi makin tangguh dan tahan banting.
Transisi hijau
Bukan cuma soal ekonomi, sektor energi juga jadi sorotan utama. Menlu Sugiono mendorong Uni Eropa untuk terus mendukung proses transisi energi hijau di ASEAN. Namun, transisi ini harus tetap berjalan seiring dengan jaminan keamanan energi, keterjangkauan harga bagi masyarakat, serta keandalan pasokan.
“Ada peluang yang lebih luas bagi investasi pada infrastruktur energi, yang disertai alih teknologi, kerja sama teknis, dan penguatan kapasitas,” ucapnya.
Koneksi antarwarga
Indonesia juga menyuarakan pentingnya memperkuat hubungan antar-masyarakat (people-to-people connectivity) sebagai fondasi utama kemitraan ASEAN–Uni Eropa.
"Kemitraan ASEAN dan Uni Eropa tidak hanya dibangun oleh pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat. Karena itu, investasi pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui beasiswa, pelatihan, dan pertukaran antarmasyarakat harus terus diperkuat," ungkap Menlu Sugiono.
Tahun 2027 mendatang bakal jadi momen bersejarah karena menandai 50 tahun kemitraan ASEAN–Uni Eropa. Tonggak emas ini akan dirayakan melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang siap mengumpulkan seluruh pemimpin negara Asia Tenggara dan Uni Eropa. Momentum ini diharapkan bisa jadi titik balik untuk membawa kerja sama kedua kawasan ke level yang lebih erat, makin relevan, dan memberikan dampak real yang makin terasa bagi masyarakat luas. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Kemitraan ASEAN dan Uni Eropa ini bukti nyata kalau kolaborasi lintas negara itu kunci buat ngadepin krisis global—mulai dari buka peluang karier & beasiswa luar negeri, dorong energi ramah lingkungan yang makin affordable, sampai mastiin rantai pasok barang favorit kita tetap aman tanpa drama harga naik!









