Perkuat Ekonomi ASEAN-Tiongkok, Menlu Sugiono Tegaskan Pentingnya Stabilitas Kawasan

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 24 Juli 2026 | 09:30 WIB
Perkuat Ekonomi ASEAN-Tiongkok, Menlu Sugiono Tegaskan Pentingnya Stabilitas Kawasan
Perkuat Ekonomi ASEAN-Tiongkok, Menlu Sugiono Tegaskan Pentingnya Stabilitas Kawasan [Kemlu RI]

astakom.com, Jakarta – Kemitraan ekonomi antara ASEAN dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) tak boleh sebatas hitung-hitungan angka. Di tengah situasi dunia yang makin chaos dan penuh ketidakpastian, kerja sama ini fix harus makin diarahkan untuk memperkuat ketahanan sekaligus menjaga stabilitas kawasan.

Pesan penting tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, pada Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-RRT di Manila, Filipina. 

Ia menegaskan kalau besarnya skala hubungan kedua pihak wajib di-translate menjadi manfaat nyata bagi masyarakat, ketangguhan rantai pasok, serta kesiapan kawasan dalam hadapi berbagai guncangan.

Bukan sekadar angka

Pada 2024, nilai perdagangan ASEAN-RRT berhasil menyentuh USD 772,4 miliar menyumbang sekitar seperlima dari total perdagangan ASEAN. Namun, Menlu Sugiono mengingatkan kalau esensi utama di balik deretan angka raksasa tersebut adalah kesejahteraan nyata warga.

“Ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada lapangan kerja, pasar, rantai pasok, dan kesejahteraan masyarakat. Tugas kita sekarang adalah mengubah besarnya skala kemitraan ini menjadi ketahanan kawasan,” ucap Menlu Sugiono dikutip oleh astakom pada Kamis (23/07/2026).

Dorong optimalisasi RCEP & ACFTA

Agar dampak positifnya semakin meluas, Indonesia mendorong optimalisasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan ASEAN–China Free Trade Area (ACFTA) 3.0. Integrasi ekonomi ini diharapkan berjalan makin praktis, inklusif, dan siap menjawab tantangan masa depan.

“Kekuatan ekonomi kawasan tidak hanya diukur dari besarnya nilai perdagangan, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya menjangkau masyarakat dan pelaku usaha di luar pusat-pusat pertumbuhan,” ungkap Menlu Sugiono.

Sentralitas ASEAN & isu maritim

Gak cuma fokus di sektor perdagangan, Indonesia juga mendorong agar kemitraan ASEAN-RRT makin ampuh melindungi kawasan dari gejolak global. Di tengah memanasnya rivalitas antar-kekuatan besar, Sentralitas ASEAN harus tetap jadi anchor alias landasan utama stabilitas.

Pedoman kerja samanya pun sudah jelas, yaitu ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) yang mengedepankan prinsip inklusif, transparan, dan berlandaskan aturan hukum.

Pendekatan tersebut wajib diimplementasikan secara konkret pada kerja sama maritim. Menlu Sugiono menekankan bahwa perairan kawasan merupakan urat nadi utama perdagangan, jalur konektivitas warga, hingga fondasi ketahanan energi dan pangan.

Target tuntas COC & isu global

Oleh karena itu, Indonesia kembali mendesak penyelesaian Code of Conduct (COC) di Laut Tiongkok Selatan yang efektif dan substantif pada tahun ini, dengan berpijak pada hukum internasional, khususnya UNCLOS 1982.

COC yang solid bakal membuktikan kalau negara-negara kawasan punya power untuk menjaga stabilitas dan menentukan masa depannya sendiri. Kemitraan ASEAN-RRT pun tak hanya bertindak sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, tetapi juga penopang utama perdamaian.

Pada tahun 2026 menandai momen bersejarah 35 tahun Hubungan Kemitraan Wicara ASEAN-RRT sekaligus lima tahun Kemitraan Strategis Komprehensif kedua belah pihak.

Pertemuan di Manila ini turut melahirkan dokumen kesepakatan penting: ASEAN-China Foreign Ministers’ Joint Statement on Addressing the Regional Impacts of Developments in the Middle East and Strengthening Regional Energy Cooperation. Langkah ini menegaskan respons kolektif kedua pihak terhadap dampak perkembangan di Timur Tengah sekaligus memperkuat ketahanan dan kerja sama energi kawasan. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Kerja sama ekonomi ASEAN-Tiongkok yang nilainya triliunan ini bukan cuma soal pamer angka, tapi kudu bikin warga beneran sejahtera dan aman dari gejolak global. Lewat Menlu Sugiono, Indonesia ngedorong integrasi pasar yang inklusif plus percepatan aturan main (COC) di Laut Tiongkok Selatan biar kawasan tetap stabil, damai, dan gak gampang ke-distract persaingan negara adidaya.

ASEAN Asean update Asean-china Asean - Tiongkok

Infografis

Terkini