Perkokoh Kemitraan ASEAN-Inggris, Menlu Sugiono Soroti Tantangan Global

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 24 Juli 2026 | 10:01 WIB
Perkokoh Kemitraan ASEAN-Inggris, Menlu Sugiono Soroti Tantangan Global
Perkokoh Kemitraan ASEAN-Inggris, Menlu Sugiono Soroti Tantangan Global [Kemlu RI]

astakom.com, Jakarta – Menteri Luar Negeri RI Sugiono lagi gencar mendorong kemitraan ASEAN-Inggris supaya makin real dan berorientasi pada manfaat nyata buat masyarakat. Isunya mulai dari pemberantasan penipuan daring online scam, transisi energi yang inklusif, sampai pengembangan sumber daya manusia. 

Dorongan atas action-oriented ini disampaikan Menlu Sugiono dalam pertemuan ASEAN-UK Post-Ministerial Conference di Manila, Filipina.

Lawan online scam

Menlu Sugiono mengungkapkan pernyataannya dengan fakta yaitu kerugian akibat penipuan daring di Asia Tenggara ternyata menembus angka USD 23,6 miliar cuma dalam setahun. Makanya, kemitraan ASEAN dan Inggris diharapkan bisa jadi support system yang solid buat menghadapi tantangan tersebut.

“Jaringan penipuan dapat beroperasi dari kawasan kita, tetapi dana hasil kejahatannya bergerak lintas batas melalui sistem keuangan global. Dana yang berpindah dapat ditelusuri,” tutur Menlu Sugiono dikutip oleh astakom.com pada Kamis (23/07/2026).

Oleh sebab itu, Indonesia mendorong pemanfaatan kapasitas Inggris di bidang intelijen keuangan dan penegakan hukum. Tujuannya untuk memperkuat skill ASEAN dalam mencegah kejahatan, mendeteksi jaringan pelaku, melindungi korban, sampai menelusuri aliran dana hasil scam.

“Inilah bentuk kemitraan yang konkret. Kerja sama harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas Menlu Sugiono.

Transisi energi inklusif

Prinsip impactful yang sama juga wajib diterapkan dalam kerja sama transisi energi. Indonesia mengapresiasi hadirnya ASEAN-UK Green Transition Fund dan mendorong supaya eksekusinya benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan, termasuk komunitas di wilayah terpencil.

“Ketika transisi energi menjangkau semua kalangan, manfaatnya bukan hanya energi bersih, tetapi juga kesejahteraan bersama,” ujar Menlu Sugiono.

Beasiswa & sikap Palestina

Selain isu energi dan kejahatan siber, Indonesia juga menyambut hangat kontribusi ASEAN-UK Chevening Scholarships dalam mempersiapkan generasi penerus yang bakal mengawal partnership ASEAN-Inggris di masa depan.

Nggak berhenti di situ, Menlu Sugiono menegaskan kalau kemitraan yang people-centered ini harus tercermin dalam respons terhadap situasi di Palestina. Indonesia menyambut pengakuan Inggris terhadap Negara Palestina sebagai langkah dan keputusan yang punya impact besar.

Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Inggris dipandang punya tanggung jawab khusus untuk mendorong hadirnya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

“Konsistensi adalah ukuran kredibilitas. Kemitraan ASEAN-Inggris dapat menjadi contoh bahwa kawasan kita merupakan ruang kolaborasi, bukan arena rivalitas,” tutup Menlu Sugiono.

Panduan kemitraan 2027-2031

Sebagai catatan, Inggris resmi menjadi Mitra Wicara ASEAN sejak 2021. Pertemuan kali ini berhasil mengadopsi Plan of Action to Implement the ASEAN–United Kingdom Dialogue Partnership 2027-2031 dan ASEAN-UK Joint Ministerial Statement on Cooperation on the ASEAN Outlook on the Indo-Pacific: Advancing Together.

Kedua dokumen ini sah menjadi panduan utama buat memperkuat kerja sama ASEAN-Inggris ke depannya, mencakup sektor perdamaian dan keamanan, penanggulangan kejahatan lintas negara, transisi hijau, konektivitas, hingga pengembangan sumber daya manusia. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Diplomasi bukan cuma soal formalitas di atas kertas, tapi harus ber dampak langsung ke masyarakat! Lewat pertemuan ASEAN-Inggris, Indonesia fokus ngedorong kerja sama yang action-oriented—mulai dari melacak aliran dana kejahatan siber yang bikin rugi miliaran dolar, akses energi bersih buat wilayah terpencil, peluang Beasiswa Chevening, sampai keberanian menyuarakan perdamaian di Palestina.

ASEAN Asean update Asean - Inggris inggris

Infografis

Terkini