Kemitraan ASEAN-Jepang: Langkah Menlu Sugiono Memperkuat Ketahanan Bersama

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 24 Juli 2026 | 08:08 WIB
Kemitraan ASEAN-Jepang: Langkah Menlu Sugiono Memperkuat Ketahanan Bersama
Kemitraan ASEAN-Jepang: Langkah Menlu Sugiono Memperkuat Ketahanan Bersama (Kemlu RI)

astakom.com, Jakarta – Di tengah dinamika dan ketidakpastian global yang makin random, Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendorong ASEAN dan Jepang untuk memperkuat kolaborasi yang lebih tangguh. 

Saat berbicara di Pertemuan ASEAN-Japan Post-Ministerial Conference di Manila, Filipina, Menlu Sugiono menegaskan pentingnya mengarahkan kerja sama kedua pihak pada sektor-sektor strategis seperti investasi berkualitas, infrastruktur andal, energi bersih, pengembangan SDM, hingga keamanan maritim.

“Kemitraan ASEAN-Jepang harus memiliki arah yang jelas dan menghasilkan kerja sama konkret bagi perdamaian, ketahanan, dan kemakmuran kawasan,” tutur Menlu Sugiono dikutip oleh astakom pada Kamis (23/07/2026).

Sinergi AOIP & FOIP

Indonesia mengapresiasi sinergi antara ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) dan Free and Open Indo-Pacific (FOIP) milik Jepang agar tidak cuma jadi wacana, tapi benar-benar memicu aksi nyata dengan Sentralitas ASEAN sebagai jangkar utamanya.

Dukungan konkret Jepang terhadap AOIP sendiri sudah tercermin dalam Pernyataan Bersama sejak Oktober tahun lalu, lengkap dengan suntikan kontribusi untuk agenda-agenda AOIP.

Jalur laut & transisi energi

Tak hanya itu, Menlu Sugiono menyoroti krusialnya jalur laut yang aman dan terbuka demi kelancaran rantai pasok pasokan energi, pangan, serta perdagangan kawasan agar tidak mudah terkena krisis.

“Kerja sama maritim harus tetap menjadi pilar utama kemitraan ASEAN-Jepang, melalui penguatan kapasitas, konektivitas, dan maritime domain awareness,” ungkap Menlu Sugiono.

Masuk ke isu ekonomi dan energi, Indonesia mendorong optimalisasi Asia Zero Emission Community (AZEC) dan Partnership on Wide Energy and Resources Resilience Asia. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat transisi energi bersih sekaligus menjaga ketahanan energi di kawasan.

Selain itu, berbagai kerangka kerja sama seperti AJCEP, RCEP, dan ASEAN Plus Three juga perlu terus dimaksimalkan agar arus perdagangan dan investasi tetap lancar serta membuka peluang-peluang baru bagi sektor industri.

Aksi nyata untuk Palestina

Di samping isu kawasan, Menlu Sugiono mengajak highlight komitmen ASEAN dan Jepang dalam mendukung pemulihan Palestina lewat forum Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD).

“Bagi Indonesia, Palestina bukan hanya persoalan kemanusiaan. Ini adalah persoalan keadilan, martabat, dan hak rakyat Palestina untuk membangun kembali masa depannya,” ucap Menlu Sugiono.

Menurutnya, CEAPAD harus bisa mengubah bentuk solidaritas menjadi program pemulihan dan pembangunan jangka panjang yang nyata bagi masyarakat Palestina.

“ASEAN dan Jepang memiliki kekuatan masing-masing. Ketika diikat oleh tujuan yang sama, kemitraan ini akan semakin tangguh dalam menjaga perdamaian dan kemakmuran kawasan,” tutup Menlu Sugiono.

Kemitraan sejak 1973

Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-Jepang ini adalah kegiatan dari rangkaian AMM/PMC ke-59 di Manila. Jepang sendiri sudah menjadi Mitra Wicara ASEAN semenjak 1973, dengan cakupan kerja sama yang membentang dari politik-keamanan, perdagangan, investasi, konektivitas, energi, maritim, hingga pembangunan berkelanjutan. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Kemitraan ASEAN-Jepang kali ini nggak cuma soal diplomasi formal di atas kertas, tapi fokus pada aksi nyata yang relevan buat masa depan — mulai dari ngebangun jalur perdagangan dan energi bersih yang makin solid, sampai komitmen kemanusiaan untuk mendukung pemulihan Palestina secara jangka panjang.

ASEAN Asean update Asean - Jepang jepang

Infografis

Terkini