BPOM dan UNICEF Perkuat Kolaborasi Bangun Lingkungan Pangan Sehat bagi Anak Indonesia
astakom.com, Jakarta - Kolaborasi BPOM dan UNICEF menjadi langkah memperkuat lingkungan pangan yang lebih sehat bagi anak Indonesia. Melalui kebijakan berbasis sains dan penguatan pengawasan pangan, kedua pihak ingin mendukung tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan kualitas gizi generasi penerus bangsa.
Menjelang peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2026, isu pemenuhan hak anak kembali menjadi perhatian. Selain pendidikan, kesehatan, dan perlindungan, akses terhadap pangan yang aman dan bergizi juga menjadi bagian penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Sejalan dengan upaya tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperkuat kolaborasi dengan United Nations Children's Fund (UNICEF) guna mendorong terciptanya lingkungan pangan yang lebih sehat bagi bayi dan anak Indonesia. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat kebijakan pengawasan pangan olahan berbasis bukti ilmiah sekaligus meningkatkan kualitas sistem pengawasan pangan nasional.
Melansir laman resmi UNICEF Indonesia, program gizi UNICEF berfokus pada pencegahan berbagai bentuk malnutrisi sepanjang siklus kehidupan anak, mulai dari masa kehamilan hingga remaja. UNICEF juga mendukung pemerintah melalui penguatan kebijakan berbasis bukti, peningkatan layanan gizi, serta berbagai upaya untuk menciptakan lingkungan pangan yang lebih sehat bagi anak.
Perkuat fondasi kebijakan pangan
Melansir dari siaran pers resmi BPOM pada Rabu, (22/07/2026), kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Programme Document(ProDoc) Kerja Sama 2026–2030 yang menjadi dokumen operasional pelaksanaan Country Programme Action Plan(CPAP) Indonesia 2026–2030 antara Pemerintah Indonesia dan UNICEF.
Dokumen tersebut ditandatangani oleh Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Elin Herlina dan Representative UNICEF Indonesia Maniza Zaman, serta disaksikan Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas Pungkas Bahjuri Ali. Penyusunan ProDoc merupakan hasil koordinasi BPOM, UNICEF, dan Bappenas sejak awal 2026 yang mencakup mekanisme implementasi, tata kelola program, hingga rencana kegiatan selama periode 2026–2030.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bentuk komitmen BPOM dalam meningkatkan kualitas hidup anak melalui pemenuhan pangan dan gizi.
"Komitmen BPOM ini kami wujudkan dengan kolaborasi bersama lembaga dunia UNICEF. Kami ingin agar anak-anak dapat meningkat kualitas hidupnya, tumbuh kembang, dan mewujudkan potensi mereka secara maksimal, terutama melalui pangan dan gizi yang cukup."
Siapkan langkah strategis
Kerja sama BPOM dan UNICEF tidak berhenti pada penandatanganan dokumen. Selama periode 2026–2030, kedua pihak akan menjalankan sejumlah agenda untuk memperkuat sistem pengawasan pangan olahan di Indonesia.
Program tersebut mencakup pengembangan Nutrition Profile Model (NPM), penyusunan kebijakan Front-of-Pack Nutrition Labelling (FOPNL), penguatan kebijakan pembatasan pemasaran pangan kepada anak, kajian mengenai Ultra-Processed Foods (UPF), penyusunan berbagai kajian ilmiah, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengawasan pangan olahan. Seluruh kegiatan akan dijalankan melalui Annual Work Plan (AWP) yang disusun setiap tahun sesuai prioritas pembangunan nasional dengan dukungan technical assistance dan capacity building dari UNICEF.
BPOM menilai penguatan kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pangan yang lebih sehat sekaligus mendukung pencegahan malnutrisi, obesitas, dan penyakit tidak menular yang berkaitan dengan pola konsumsi masyarakat.
Sinergi untuk generasi masa depan
Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Elin Herlina mengatakan kolaborasi ini selaras dengan agenda nasional pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, memperkuat lingkungan pangan sehat, serta menghadirkan kebijakan pangan olahan yang didukung bukti ilmiah dan praktik terbaik internasional.
"Dari kerja sama ini diharapkan sinergi lintas sektor dapat semakin diperkuat, terutama dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing."
Ke depan, BPOM dan UNICEF berkomitmen terus memperkuat kebijakan pengawasan pangan olahan berbasis sains, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar perlindungan terhadap masyarakat, khususnya bayi dan anak Indonesia, semakin optimal. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar makanan yang mengenyangkan. Mereka juga berhak tumbuh di lingkungan yang mendukung pilihan pangan yang aman, sehat, dan bergizi. Kolaborasi BPOM dan UNICEF menjadi salah satu langkah untuk memperkuat fondasi tersebut, sehingga setiap anak Indonesia memiliki kesempatan tumbuh lebih sehat dan berkembang secara optimal menuju masa depan.









