Menag di MTQ XXXI: Bukan Sekadar Dibaca,Terapkan Nilai 'Living Quran'

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 11 September 2026 | 18:43 WIB
Menag di MTQ XXXI: Bukan Sekadar Dibaca,Terapkan Nilai 'Living Quran'
Menag di MTQ XXXI: Bukan Sekadar Dibaca,Terapkan Nilai 'Living Quran' [Kemenag]

astakom.com, Jakarta – Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, bukan sekadar kompetisi cari piala. Menteri Agama Nasaruddin Umar berpesan banget kalau MTQ kali ini harus jadi momen buat mengunci nilai Al-Qur’an biar beneran hidup di keseharian, alias jadi living Quran

Menag menekankan kalau membaca dan menghafal Al-Qur’an memang step awal yang penting buat mendekatkan diri ke kitab suci. Namun, tantangan real-nya adalah gimana kita bisa mengaplikasikan nilai-nilai tersebut di kehidupan nyata mulai dari cara bersikap, problem solving, sampai membangun relasi sama sesama.

“Jadi ada beberapa kategori, ada yang dekat dengan Al-Quran, ada yang melekat dengan Al-Quran, dan ada yang menjadi living Quran, (being the Quran), ibaratnya sudah seperti Quran berjalan,” tutur Menag di Jakarta, Jumat (11/09/2026).

Bukan cuma berprestasi

Menag menekankan kalau goal utama MTQ bukan cuma buat nyetak qari, qariah, hafiz, atau hafizah yang bertabur prestasi. Lebih jauh dari itu, ajang ini diharapkan melahirkan sosok-sosok yang bisa memancarkan positive vibes Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Pesan Menag

“Jadilah sebagai penjernih, bukan pengeruh, jadilah penghubung, bukan pemisah, jadilah moderator, bukan provokator, jadilah problem solver, bukan problemator, jadilah penyuluh, bukan perusuh,” ungkapnya.

Maka dari itu, keberhasilan MTQ nggak cukup cuma dilihat dari siapa yang berhasil naik podium juara. Setelah acara selesai, para peserta diharapkan tetap membawa semangat Al-Qur’an ke lingkungan masing-masing. Achievement di panggung kompetisi harus di show up jadi keteladanan nyata di dunia luar.

MTQ Nasional XXXI yang berjalan pada 11–20 September 2026 ini membawa tema: “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.”

Ajang Inklusif

Kerennya lagi, semangat living Quran kali ini makin terasa lewat konsep acara yang super inklusif. Tahun ini, para disabilitas diberi panggung luas buat ambil bagian dalam syiar Al-Qur’an. Ada ekshibisi khusus buat Teman Tuli dan Golongan Tilawah Disabilitas Netra putra-putri.

Ajang ekshibisi Teman Tuli dijadwalkan pada 14–16 September 2026 dan bakal diikuti 28 peserta dari 14 komunitas Tuli Muslim dari bermacam wilayah di Indonesia. Mereka bakal bertanding di cabang Tilawah (membaca Al-Qur’an dengan bahasa isyarat) dan Kitabah (menulis Al-Qur’an Isyarat).

Nggak cuma itu, Kementerian Agama juga merilis Mushaf Al-Qur’an Isyarat di momen MTQ ini. Langkah ini jadi kabar baik banget buat memperluas akses Teman Tuli biar makin mudah membaca, mempelajari, dan mendalami Al-Qur’an.

Al Qur’an merangkul semua

Buat Menag, syiar Al-Qur’an itu sifatnya inklusif dan harus bisa dirasakan oleh seluruh anak bangsa tanpa terkecuali. Nilai-nilai Al-Qur’an harus hadir sebagai kekuatan yang menyatukan, membawa kebaikan bersama, dan jadi solusi atas berbagai problematika hidup.

“Semangat yang kita hadirkan melalui MTQ ini adalah syiar Al-Qur’an yang merangkul semua, dan menghadirkan kemaslahatan bagi semua,” jelasnya.

Pada akhirnya, MTQ Nasional XXXI ini berharap nggak cuma ngasih piala ke pemenang, tapi benar-benar jadi space buat menumbuhkan generasi yang rajin membaca, makin paham, dan siap mengaktifkan Al-Qur’an pada keseharian mereka. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Nge-flex piala MTQ itu keren, tapi jadi 'Quran berjalan' di kehidupan nyata jauh lebih berkelas. Melalui MTQ XXXI 2026, Menag ngajak kita buat nggak cuma jago ngaji atau hafal, tapi beneran nempatin nilai Al-Qur'an sebagai positive vibes—jadi problem solver, pembawa damai, dan makin inklusif merangkul teman-teman disabilitas.

Menteri Agama Mtq MTQ Nasional 2026 MTQ XXXI Semarang

Infografis

Terkini