Upgrade Level! Indonesia-Chile Gaspol Kolaborasi Sektor Kesehatan Sampe Mineral Kritis
astakom.com, Jakarta – Hubungan bilateral antara Indonesia dan Chili tampaknya bakal makin menyala. Kedua negara baru saja setuju buat memperkokoh implementasi Indonesia-Chili Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA). Langkah ini diambil dengan cara nge-booster keterlibatan antar pelaku bisnis (business-to-business) demi mendongkrak performa perdagangan dan investasi bilateral kedua belah pihak.
Persetujuan itu, menjadi salah satu main goals atau hasil utama dari high-level meeting antara Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, dan Menteri Luar Negeri Chili, Francisco Pérez Mackenna, yang digelar di Jakarta pada hari Senin, (20/07/2026).
Sektor strategis baru
Kerja sama ini nggak main main, karena menargetkan langsung sektor sektor krusial yang sedang berkembang pesat di dunia internasional saat ini.
"Kami sepakat untuk memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis, termasuk mineral mentah penting, ilmu pengetahuan dan teknologi, pertanian, dan perawatan kesehatan," tutur Sugiono pada postingan di akun media sosial resmi pada Senin, (20/7/2026).
Bukan cuma fokus mengedepankan implementasi IC-CEPA yang sudah ada, kedua negara ini juga berkomitmen penuh untuk memperluas jangkauan kolaborasi mereka di bidang mineral penting, ilmu pengetahuan dan teknologi, pertanian, hingga urusan kesehatan. Semua ini dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang buat memperdalam kemitraan strategis Indonesia-Chile agar makin solid.
Perkuat kemitraan bisnis
Sugiono berpendapat, pengokohan implementasi IC-CEPA ini adalah langkah yang sangat krusial dengan mencapai peningkatan hubungan ekonomi yang lebih nyata antara kedua negara, salah satunya lewat peningkatan keterlibatan bisnis antar perusahaan.
Menariknya, momentum ini juga bertepatan dengan perayaan sejarah panjang hubungan diplomatik kedua negara yang sudah berlangsung selama enam dekade.
Solidaritas global selatan
"Pertemuan ini dibangun di atas 60 tahun hubungan bilateral 🇮🇩-🇨🇱 sekaligus menegaskan kembali solidaritas Global Selatan dalam memajukan tatanan global yang adil, inklusif, dan berkelanjutan," ungkap Sugiono.
Pada saat perjumpaan tersebut, kedua menteri luar negeri juga menekankan kembali komitmen bersama mereka untuk memperkokoh solidaritas di antara sesama negara Global Selatan. Misi besarnya untuk mempromosikan tatanan global yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan bagi semua.
Dampak nyata IC-CEPA
Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan Indonesia, perjalanan IC-CEPA ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Indonesia dan Chili pertama kali menandatangani IC-CEPA pada 14 Desember 2017, dan resmi menerapkan perjanjian tersebut pada 10 Agustus 2019. Nggak berhenti di situ, Protokol Perdagangan Jasa di bawah IC-CEPA kemudian ditandatangani pada 21 November 2022, dan berhasil diratifikasi bersama Indonesia saat awal tahun 2025 lalu.
Dampak positif dari perjanjian ini beneran berasa buat eksportir tanah air. Di bawah IC-CEPA, total ada 6.704 produk Indonesia yang bisa menikmati fasilitas tarif impor nol persen saat masuk ke pasar Chili. Produk-produk yang mendapat keuntungan ini mencakup sektor pertanian, perikanan, manufaktur, pertambangan, hingga berbagai produk industri lainnya. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Kerja sama RI-Chili ini bukan cuma formalitas di atas kertas, tapi langkah nyata yang future-proof banget! Dengan nge-gas kolaborasi di sektor mineral kritis, teknologi, dan kesehatan, Indonesia makin punya posisi tawar yang kuat di panggung global. Ditambah lagi ada fasilitas bebas tarif buat ribuan produk lokal, ini membuka peluang karier dan bisnis baru yang super luas buat generasi muda di masa depan. Solid global south vibes!








