Ekonomi Biru ASEAN: Indonesia Dorong Warga Pesisir Jadi Penggerak Utama

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Senin, 20 Juli 2026 | 12:13 WIB
Ekonomi Biru ASEAN: Indonesia Dorong Warga Pesisir Jadi Penggerak Utama
Ekonomi Biru ASEAN: Indonesia Dorong Warga Pesisir Jadi Penggerak Utama [Kemlu RI]

astakom.com, Jakarta – Indonesia lagi gencar banget untuk mendorong masyarakat pesisir buat jadi penggerak utama ekonomi biru di ASEAN.

Langkah keren ini diwujudkan lewat forum internasional bertajuk ASEAN-ID Blue yang digelar pada 17–18 Juli 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur.

Kolaborasi lintas negara

Event ini mengusung tema Community-Led Blue Economy: Advancing Coastal Conservation, Sustainable Livelihoods and Tourism Cooperation in ASEAN. Fokus utamanya nggak main-main, mulai dari ngebahas pengelolaan perikanan yang berkelanjutan, restorasi ekosistem laut, penguatan rantai pasok perikanan, pengembangan ekowisata bahari, sampai pemberdayaan koperasi dan UMKM di wilayah pesisir.

Kolaborasi ini diinisiasi oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Aksi nyata Banyuwangi

Zelda Wulan Kartika selaku Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri RI menyebutkan kalau masa depan ekonomi biru di ASEAN bakal sangat bergantung pada kemampuan kita dalam memberdayakan masyarakat pesisir.

“Babak baru ekonomi biru ASEAN akan semakin ditentukan oleh tempat-tempat seperti Banyuwangi, tempat koperasi, nelayan skala kecil, UMKM, dan kelompok konservasi menerjemahkan komitmen regional menjadi perbaikan nyata dalam kehidupan masyarakat sehari-hari,” tutur Zelda dikutip oleh astakom pada Senin, (20/7/2026).

Forum ini sukses mempertemukan sekitar 135 peserta dari berbagai belahan dunia. Perwakilan yang hadir datang dari negara anggota ASEAN, negara peserta East Asia Summit (EAS), hingga anggota Pacific Islands Forum (PIF),termasuk Malaysia, Singapura, Filipina, Selandia Baru, Fiji, dan Papua Nugini. Nggak ketinggalan, perwakilan dari Sekretariat ASEAN, ERIA, akademisi, pusat studi, organisasi internasional, hingga komunitas lokal juga ikut meramaikan.

Transformasi nelayan lokal

Selain berdiskusi dan saling sharing praktik terbaik, para peserta juga diajak langsung buat field trip ke Kampung Nelayan Merah Putih Lateng dan Bangsring Underwater.

Kunjungan lapangan ini memberikan gambaran real soal proses hilirisasi sektor perikanan dan bagaimana koperasi lokal diperkuat. Para peserta bisa melihat langsung transformasi keren para nelayan yang dulunya sempat merusak lingkungan, sekarang malah glow up menjadi garda terdepan konservasi dan wisata bahari berbasis komunitas.

Agenda ini menegaskan kalau warga pesisir itu bukan cuma sekadar penonton atau penerima manfaat pasif, tapi harus jadi key player alias pelaku utama yang merancang dan mengeksekusi inisiatif pembangunan di daerah mereka sendiri.

Strategi berkelanjutan ASEAN

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan kalau terpilihnya Banyuwangi sebagai tuan rumah ASEAN-ID Blue adalah bukti nyata komitmen daerahnya dalam menjaga keseimbangan alam dan ekonomi.

“Bagi Banyuwangi, menjadi tuan rumah ASEAN-ID Blue bukan sekadar kehormatan, tetapi juga wujud komitmen kami bahwa masa depan pembangunan kawasan pesisir harus bertumpu pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Ipuk.

Di sisi lain, Duta Besar Selandia Baru untuk ASEAN, Joanna Anderson, ikut menekankan pentingnya bertukar pengalaman antar kawasan supaya program ekonomi biru yang dijalankan bisa lebih taktis dan menyentuh masyarakat bawah.

“Melalui berbagi pengalaman di antara negara-negara ASEAN, Pacific Islands Forum (PIF), East Asia Summit (EAS), serta berbagai kemitraan regional lainnya, kita dapat mengembangkan berbagai pendekatan praktis yang menempatkan masyarakat pesisir sebagai pusat pembangunan ekonomi biru,”jelasnya.

Lewat langkah ASEAN-ID Blue ini menjadi bagian dari strategi Indonesia buat bikin program-program ASEAN terasa lebih membumi dan memberikan dampak positif yang konkret bagi masyarakat luas. Forum ini juga mempererat networking antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan komunitas lokal demi menyukseskan ASEAN Blue Economy Framework serta ASEAN Blue Economy Implementation Plan 2026–2030.

Nggak cuma itu, inisiatif ini juga selaras banget untuk mendukung implementasi Asta Cita lewat pembangunan pesisir yang berkelanjutan, penguatan sektor perikanan, serta menjadikan ekonomi biru sebagai motor pertumbuhan yang inklusif untuk semua. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway 

Laut kita itu bukan cuma tempat healing, tapi juga masa depan ekonomi! Lewat forum ASEAN-ID Blue, Indonesia ngebuktiin kalau warga pesisir itu key player bukan penonton doang. Kerennya lagi, nelayan di Banyuwangi sukses glow up dari yang tadinya merusak lingkungan sekarang jadi garda terdepan konservasi. Fix, langkah ini jadi bukti nyata kalau jaga alam dan cari cuan bisa jalan barengan demi masa depan yang lebih inklusif!

ASEAN Asean update Kementerian Luar Negeri kemlu ri

Infografis

Terkini