Hobi Ngulik Cyber Security, Bocah SD asal Boyolali Ini Sampai Dapat Letter of Recognition dari NASA

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 19 Juli 2026 | 22:08 WIB
Hobi Ngulik Cyber Security, Bocah SD asal Boyolali Ini Sampai Dapat Letter of Recognition dari NASA
Hobi Ngulik Cyber Security, Bocah SD asal Boyolali Ini Sampai Dapat Letter of Recognition dari NASA [IG: ibracoding]

astakom.com, Techno – Siapa sangka, hobi mengulik dunia cyber security di sela waktu belajar justru mengantarkan seorang siswa sekolah dasar asal Boyolali mendapat pengakuan resmi dari NASA. Di usia yang masih belia, ia berhasil menerima Letter of Recognition (LoR) setelah melaporkan kerentanan pada salah satu sistem yang berada dalam cakupan NASA Vulnerability Disclosure Program (VDP).

Sosok tersebut adalah Ibrahim Al Abrar, siswa kelas 6 SD Negeri Genengsari 3, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pengakuan itu diberikan melalui surat resmi NASA tertanggal 9 Juli 2026 sebagai apresiasi atas kontribusinya sebagai peneliti keamanan independen (independent security researcher) yang melaporkan kerentanan sesuai prosedur yang berlaku.

Prestasi itu pun menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa kemampuan di bidang keamanan siber tidak selalu lahir dari ruang laboratorium atau perusahaan teknologi besar. Dengan belajar secara mandiri dan mengikuti mekanisme pelaporan yang benar, seorang pelajar sekolah dasar pun dapat berkontribusi dalam meningkatkan keamanan sistem digital lembaga internasional.

Dari pinggiran waduk kedung ombo, berani menekuni dunia cyber security

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @ibracoding, Ibrahim memperkenalkan dirinya sebagai siswa kelas 6 SD Negeri Genengsari 3 yang lahir dan besar di Boyolali, tepatnya di kawasan pinggiran Waduk Kedung Ombo.

Dalam unggahan tersebut, ia menceritakan bahwa dirinya memilih mengisi waktu luang dengan mendalami dunia cyber security. Berbekal semangat belajar, rasa ingin tahu yang tinggi, serta pantang menyerah, Ibrahim berhasil memperoleh Letter of Recognition (LoR) dari NASA.

Unggahan itu juga menyebut pencapaian tersebut bukan menjadi akhir perjalanan, melainkan langkah awal untuk mewujudkan cita-citanya sebagai seorang profesional di bidang keamanan siber.

Laporan kerentanan dikirim lewat jalur resmi NASA

Berdasarkan keterangan yang telah diberitakan sejumlah media nasional, Ibrahim menemukan kerentanan bertipe broken link hijacking pada salah satu domain publik NASA. Kerentanan tersebut kemudian ia laporkan melalui NASA Vulnerability Disclosure Program (VDP), yakni mekanisme resmi yang memungkinkan peneliti keamanan independen melaporkan kerentanan secara bertanggung jawab.

Setelah melalui proses verifikasi sesuai prosedur responsible disclosure, NASA menerbitkan Letter of Recognitionsebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya membantu meningkatkan keamanan sistem informasi lembaga tersebut.

Surat itu ditandatangani Kevin Taylor, Senior Agency Information Security Officer (SAISO) dari NASA Office of the Chief Information Officer (OCIO). Dalam surat tersebut, NASA menyampaikan apresiasi kepada Ibrahim sebagai independent security researcher yang telah mengidentifikasi dan melaporkan kerentanan sesuai kebijakan NASA Vulnerability Disclosure Policy.

Unggahan pribadi jadi penanda awal perjalanan

Melalui unggahan yang sama, Ibrahim juga menyampaikan terima kasih kepada para mentor dan komunitas daring yang selama ini membagikan ilmu, dukungan, serta motivasi selama proses belajarnya.

Ia berharap dapat terus belajar, tetap rendah hati, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang. Menutup unggahannya, oada akun ig ibrahimcoding menulis, "Dari desa untuk dunia. Bismillah, terus melangkah."

Kalimat tersebut menjadi penanda semangatnya untuk terus berkembang di bidang keamanan siber, sekaligus mengingatkan bahwa kesempatan untuk berkarya di dunia teknologi dapat datang dari mana saja, termasuk dari sebuah desa di Boyolali. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, rasa penasaran dan kemauan untuk terus belajar bisa menjadi langkah awal menuju pencapaian besar. Kisah Ibrahim menunjukkan bahwa kontribusi di dunia cyber securitytidak ditentukan oleh usia ataupun tempat tinggal, melainkan oleh kemampuan, etika, dan konsistensi dalam belajar.

anak anak SD Anak Muda Anak Pintar Anak Sekolah Anak Indonesia Anak TK cyber Security NASA

Infografis

Terkini