KRI Canopus-936 Ikut Bantu Cari Korban KMP Virgo, Spill Teknologi Canggihnya
astakom.com, Techno – Pencarian korban KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa memasuki tahap pencarian bawah laut dengan dukungan KRI Canopus-936 pada hari ketiga operasi SAR, Selasa (15/09/2026).
Melansir dari keterangan resmi laman Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) pada Selasa (15/09/2026), KRI Canopus-936 menjadi salah satu unsur TNI AL yang dilibatkan dalam operasi pencarian dan pertolongan KM Virgo Transport 8.
KRI Canopus digunakan untuk membantu pencarian bawah air setelah kondisi cuaca sebelumnya membuat tim penyelam belum dapat diturunkan. Kapal ini memiliki kemampuan survei dan sejumlah teknologi bawah air yang dapat membantu mendeteksi sekaligus memetakan kondisi di area pencarian.
Canopus bukan kapal patroli biasa
KRI Canopus-936 merupakan kapal bantu hidro-oseanografi atau BHO Ocean Going yang dirancang untuk mendukung kegiatan survei dan pemetaan laut.
Melansir dari keterangan resmi laman Kemdiktisaintek, KRI Canopus-936 dikembangkan untuk memperkuat kemampuan survei, pemetaan, serta pengelolaan data kelautan nasional. Kapal ini juga dilengkapi sejumlah teknologi bawah air.
Secara umum, KRI Canopus-936 memiliki:
- Panjang kapal 105 meter.
- Kemampuan operasi hingga 60 hari.
- Kemampuan survei dari perairan dangkal hingga kedalaman 11.000 meter.
- Fungsi untuk mendukung survei hidrografi dan oseanografi.
- Kemampuan mendukung pemetaan dan kegiatan kelautan lainnya.
Kapal ini juga dikembangkan untuk mendukung kebutuhan pencarian dan pertolongan, termasuk operasi yang membutuhkan kemampuan survei bawah laut.
Spill teknologi bawah air Canopus
Nah, bagian yang paling menarik dari KRI Canopus-936 ada pada perangkat bawah airnya. Dalam operasi pencarian KM Virgo Transport 8, beberapa teknologi tersebut menjadi pendukung pencarian di bawah permukaan laut.
Berikut teknologi yang digunakan atau disebut dalam sumber resmi:
- ROV (Remotely Operated Vehicle)Kendaraan bawah air yang dikendalikan dari permukaan. ROV memungkinkan tim melakukan pengamatan dan pemeriksaan kondisi bawah laut tanpa harus menempatkan operator secara langsung di dalam air.
- Drone bawah airPerangkat ini digunakan untuk membantu pengamatan area di bawah permukaan laut. Dalam pencarian KM Virgo Transport 8, drone bawah air menjadi salah satu teknologi yang dimanfaatkan untuk membantu pencarian.
- Multibeam Echo Sounder (MBES)Perangkat ini menggunakan gelombang suara untuk membantu mendapatkan gambaran mengenai kontur atau kondisi dasar laut. Teknologi tersebut dapat membantu tim memetakan area yang menjadi lokasi pencarian.
- AUV (Autonomous Underwater Vehicle)Kendaraan bawah air yang dapat menjalankan misi secara otonom. Teknologi ini menjadi bagian dari kemampuan bawah air KRI Canopus untuk mendukung kegiatan survei dan pemetaan.
- UUV (Unmanned Underwater Vehicle)Kendaraan bawah air tanpa awak yang menjadi bagian dari teknologi bawah air KRI Canopus. Perangkat ini dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan survei dan kegiatan bawah laut.
Dengan kombinasi perangkat tersebut, pencarian tidak hanya mengandalkan pengamatan dari permukaan. Tim dapat memperoleh data dan gambaran mengenai kondisi bawah laut untuk membantu menentukan area pencarian.
Kapal dengan kemampuan survei laut dalam
Melansir dari keterangan resmi laman TNI AL pada Selasa, (11/09/2026), KRI Canopus-936 memiliki panjang 105 meter dan kemampuan operasi hingga 60 hari. Kapal ini dirancang untuk mendukung kegiatan survei dan pemetaan laut, termasuk wilayah dengan kedalaman ekstrem.
Kemampuan survei hingga 11.000 meter merupakan kemampuan survei kapal. Angka tersebut tidak otomatis berarti seluruh perangkat bawah air yang dibawa Canopus dapat beroperasi sampai kedalaman yang sama.
KRI Canopus-936 juga dikembangkan untuk mendukung kegiatan hidrografi, oseanografi, geofisika, pemetaan dasar laut, serta kebutuhan pencarian dan pertolongan.
Pembangunan KRI Canopus-936 melibatkan Abeking & Rasmussen dari Jerman dan PT Palindo Marine Batam. Kapal tersebut juga memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) lebih dari 60 persen.
Teknologi bantu pencarian KMP Virgo
Pengerahan teknologi bawah air KRI Canopus-936 menjadi relevan karena kondisi laut masih menjadi salah satu tantangan dalam pencarian KM Virgo Transport 8.
Melansir dari keterangan Basarnas pada Selasa (15/9/2026), kondisi cuaca sebelumnya membuat tim penyelam belum dapat diturunkan. Karena itu, KRI Canopus digunakan untuk mendukung pencarian bawah laut dengan memanfaatkan drone bawah air, multibeam echo sounder, dan ROV.
Basarnas menyebut teknologi tersebut dapat membantu mendeteksi serta memetakan kondisi bawah laut di sekitar lokasi pencarian.
Hingga Senin (14/9/2026) pukul 22.00 WITA, sebanyak 114 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang berada di KM Virgo Transport 8. Sebanyak 108 orang selamat, enam orang meninggal dunia, sedangkan 129 orang masih dalam pencarian.
Basarnas juga menyebut posisi bangkai KM Virgo Transport 8 berada di kedalaman sekitar 30 meter. Kondisi tersebut membuat pencarian bawah laut menjadi bagian penting dalam operasi SAR hari ketiga.
Dengan dukungan KRI Canopus-936, tim SAR memiliki tambahan kemampuan untuk memeriksa kondisi bawah laut menggunakan perangkat tanpa awak dan sistem pemetaan. Sementara itu, penyelam tetap disiapkan untuk dikerahkan ketika kondisi cuaca dan keselamatan operasi memungkinkan. (deA/aNs)
Gen Z takeaway
KRI Canopus-936 bukan cuma ikut menyisir lokasi pencarian, tetapi juga membawa teknologi yang membantu tim SAR “melihat” kondisi bawah laut, mulai dari ROV, drone bawah air, multibeam echo sounder, AUV, hingga UUV yang punya fungsi berbeda untuk mendukung pengamatan, survei, dan pemetaan saat pencarian KM Virgo Transport 8 berlangsung.









