Kemkomdigi Petakan Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Telegram hingga Pinterest Masuk Daftar

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Selasa, 15 September 2026 | 21:31 WIB
Kemkomdigi Petakan Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Telegram hingga Pinterest Masuk Daftar
Kemkomdigi Petakan Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Telegram hingga Pinterest Masuk Daftar (Ilustrasi/Pexels)

astakom.com, Techno – Setelah sebelumnya membahas progres penerapan PP TUNAS dan konsekuensi bagi platform yang tidak memenuhi kewajiban pelindungan anak, kini pemetaan risikonya mulai memperlihatkan layanan mana saja yang mendapat perhatian khusus pemerintah.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap sejumlah Produk, Layanan, dan Fitur (PLF) yang memiliki profil risiko tinggi bagi anak. Telegram dan Pinterest menjadi dua nama yang tercantum dalam hasil penilaian mandiri yang telah diverifikasi pemerintah.

Melansir keterangan resmi Komdigi, pada Senin (14/09/2026), pemetaan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.

Sampai 6 September 2026, sebanyak 252 PLF dari 94 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) telah menyelesaikan self-assessment. Dari jumlah tersebut, Komdigi telah memverifikasi 60 PLF untuk melihat profil risikonya terhadap anak.

Profil risiko mulai terlihat

Hasil verifikasi menunjukkan 38 PLF memiliki profil risiko rendah, sedangkan 22 lainnya memiliki profil risiko tinggi. Namun, dari 60 PLF tersebut, baru 42 yang telah ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital.

Sebanyak 28 PLF yang sudah ditetapkan masuk profil risiko rendah dan 14 lainnya berprofil risiko tinggi. Sementara itu, 18 PLF yang telah memperoleh hasil verifikasi masih berada dalam proses penetapan.

Menurut Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, penentuan kategori tersebut berkaitan dengan tingkat keamanan suatu layanan ketika digunakan oleh anak.

"Profil risiko tinggi berarti dilarang memberikan akses kepada akun anak di bawah 16 tahun atau tidak aman bagi anak," kata Meutya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Senin.

Dengan begitu, label risiko tinggi bukan sekadar klasifikasi administratif. Profil tersebut menunjukkan bahwa layanan terkait dinilai memiliki tingkat risiko yang membutuhkan perlindungan lebih kuat ketika berkaitan dengan pengguna anak.

Meutya menjelaskan bahwa setiap layanan PSE memiliki tingkat risiko yang berbeda terhadap anak sehingga langkah pelindungannya juga tidak bisa disamaratakan.

"Semakin tinggi risikonya tentu semakin kuat langkah perlindungan yang harus diterapkan oleh PSE," ujarnya.

Pemetaan ini menjadi bagian lanjutan dari implementasi PP TUNAS yang kini mulai melihat karakter dan profil masing-masing layanan secara lebih spesifik.

Bukan cuma media sosial

Daftar PLF dengan hasil profil risiko tinggi ternyata tidak hanya berisi platform komunikasi atau media sosial. Layanannya cukup beragam, mulai dari perdagangan elektronik, video, hingga gim.

Selain Telegram dan Pinterest, daftar tersebut mencakup Aplikasi Lazada, Situs Web Lazada, Blibli, BMoney, Vidio, Hago App, SnackVideo, X, Sola Mahjong, Goddess of Victory: NIKKE, Age of Empires Mobile, Valorant, dan Teamfight Tactics Mobile.

Kemudian terdapat Apple Podcasts, WeTV, MAXStream TV, Discord, YouTube, Ludo World–Ludo Superstar, dan Crossfire: Legends. Daftar tersebut merupakan hasil penilaian mandiri yang telah diverifikasi, bukan berarti seluruh PLF tersebut sudah berada dalam kelompok 14 PLF yang telah ditetapkan.

Artinya, perhatian terhadap keamanan anak di ruang digital tidak berhenti pada aplikasi yang biasa diasosiasikan dengan media sosial. Platform belanja, layanan hiburan, aplikasi komunikasi, layanan video, hingga gim juga ikut masuk dalam proses pemetaan.

Di sisi lain, terdapat PLF dengan profil risiko rendah atau aman bagi anak dengan pendampingan orang tua. Beberapa di antaranya adalah Apple Arcade, Lapak Gaming, Itemku, App Store, Apple Books, situs web Lazada Service, situs web OPPO, Game Center & Games, Google Shopping, Livin' Next-G, Eidupay, DANA, UniPin, Livin' by Mandiri, Netflix Kids Profile, dan FaceTime.

Daftar lainnya meliputi iMessage, Google Messages, Gmail, Canva Pendidikan, iCloud Drive & Photos, Siri, YouTube Kids, Google Maps, Gemini, Apple Maps, Apple Invites, Google Classroom, Google Play, PlayStation, Apple Music, Apple TV, Spotify, aplikasi Ruangguru dan situs web Ruangguru, Google Workspace, Google Search, Safari, serta Google Photos.

Meski masuk profil risiko rendah, penggunaan layanan digital oleh anak tetap ditempatkan dalam konteks pendampingan orang tua. Jadi, kategori tersebut bukan berarti anak otomatis bebas menggunakan layanan tanpa pengawasan.

PSE masih wajib menilai

Pemetaan ini masih berjalan karena belum seluruh PSE menyelesaikan kewajibannya. Komdigi memberikan kesempatan kepada seluruh PSE untuk memenuhi self-assessment hingga 31 Desember 2026.

Bagi PSE yang belum menjalankan kewajiban tersebut, pemerintah dapat menetapkan sendiri profil risiko layanan terkait.

“Jika (PSE) tidak juga melakukan self-assessment (penilaian mandiri), maka pemerintah dapat memutuskan sendiri profil risiko dari masing-masing platform tersebut,” tegas Menkomdigi.

Dengan mekanisme tersebut, proses pemetaan tidak sepenuhnya bergantung pada penilaian dari penyelenggara platform. Hasil self-assessment dapat diverifikasi pemerintah dan kemudian ditetapkan sesuai mekanisme yang berlaku.

Dalam rangkaian pemberitaan Astakom sebelumnya, penerapan PP TUNAS juga telah dibahas dari sisi perubahan teknis pada platform serta konsekuensi bagi PSE yang tidak memenuhi kewajiban. Kini, hasil pemetaan profil risiko memberikan gambaran lebih detail mengenai bagaimana pemerintah mengelompokkan layanan berdasarkan tingkat risikonya terhadap anak.

Bagi orang tua dan pengguna, daftar ini bisa menjadi pengingat bahwa setiap platform punya karakter dan tingkat risiko yang berbeda. Jadi, memilih layanan digital untuk anak bukan cuma soal aplikasi mana yang sedang populer, tetapi juga seberapa aman layanan tersebut ketika digunakan oleh pengguna di bawah umur. (deA/RaM)

Gen Z takeaway

PP TUNAS kini bergerak lebih detail dengan memetakan level risiko tiap layanan digital. Telegram, Pinterest, hingga sejumlah platform gim dan hiburan masuk hasil penilaian risiko tinggi, sementara proses verifikasi dan penetapan PSE masih terus berjalan hingga akhir 2026.

platform platform digital komdigi PP Tunas Perlindungan Anak

Infografis

Terkini