ASEAN Update: Malaysia dan Vietnam Dilanda Banjir Bandang, 4 Korban Meninggal Dunia
astakom.com, Jakarta – Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu banjir bandang parah di wilayah Malaysia dan Vietnam. Bencana alam ini dilaporkan telah memakan korban jiwa, di mana 4 orang dinyatakan tewas di wilayah Vietnam.
Lembah Klang lumpuh
Dilansir dari The Star dan The Straits Times, pada Minggu (19/07/2026), hujan lebat memicu banjir bandang di beberapa bagian Lembah Klang, Malaysia, hingga memicu kemacetan parah pada Sabtu (18/07/2026). Gak cuma bikin jalanan macet, sejumlah kendaraan juga terjebak di tengah kepungan air, terutama di kawasan Petaling Jaya.
Video yang beredar luas di media sosial menggambarkan situasi jalanan yang tergenang banjir di bagian distrik Petaling, salah satunya wilayah Petaling Jaya, Kelana Jaya, dan area sekitar Damansara.
Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di Bukit Jelutong, Shah Alam, serta Kuchai Lama di Kuala Lumpur. Beberapa mobil di Petaling Jaya tampak terendam sebagian. Para pengendara pun harus berjuang ekstra melewati genangan air yang tinggi, yang otomatis bikin arus lalu lintas melambat drastis. Bikin para pengendara yang kejebak di jalan.
Evakuasi bergerak cepat
Pihak berwenang setempat langsung bergerak cepat. Asisten Direktur Operasi Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Selangor, Ashrul Riezal Asbar, mengonfirmasi kalau pihaknya telah menerima panggilan darurat terkait banjir bandang pada Sabtu (18/7/2026).
"Pada pukul 5 sore, kami menerima panggilan darurat terkait banjir bandang di Petaling Jaya. Personel kami sedang menanggapi insiden tersebut," tuturnya.
Duka di Vietnam Utara
Di saat Malaysia dilanda dengan kemacetan, situasi yang lebih memprihatinkan terjadi di Vietnam. Sedikitnya 4 orang tewas dan 4 lainnya dilaporkan hilang setelah banjir bandang menyapu sebuah desa pegunungan di provinsi Lai Chau, Vietnam utara.
Banjir di desa Muong Than tersebut terjadi pada Jumat pagi, usai wilayah Vietnam utara diguyur hujan lebat selama beberapa hari berturut-turut. Selain korban tewas dan hilang, bencana ini juga melukai 7 orang warga.
Berdasarkan laporan dari Kantor Berita Vietnam, foto-foto di lokasi memperlihatkan pemandangan yang memilukan. Lumpur merah dan air banjir tampak menutup seluruh area desa. Bebatuan besar serta kayu-kayu gelondongan juga terlihat menumpuk di sudut-sudut jalan yang rusak parah. Vibes-nya benar-benar mencekam.
Melansir dari Channel News Asia, Minggu (19/7/2026), Vietnam memang menjadi salah satu negara yang rawan terhadap badai dan banjir mematikan, terutama saat musim hujan mencapai puncaknya dari Juli hingga September. Berdasarkan data pemerintah, bencana alam khususnya banjir bahkan telah menewaskan 489 orang di negara tersebut sepanjang tahun lalu.
Sejak hari Rabu, tanah longsor dan banjir bandang yang awalnya dari hujan lebat ini juga sudah merusak fasilitas publik, mulai dari akses jalan, jaringan listrik, hingga ratusan rumah warga.
Ancaman belum usai
Gak cuma itu, badan penanggulangan bencana pemerintah setempat mencatat ada sekitar 238 hektar lahan pertanian yang ikut tenggelam.
Masyarakat setempat diminta untuk tetap waspada dan tidak denial dengan peringatan cuaca. Sebab, beberapa bagian di Vietnam utara diperkirakan masih akan menerima curah hujan sangat lebat hingga 250 mm.
Pihak badan penanggulangan bencana pun kembali mengeluarkan peringatan susulan terkait potensi banjir bandang dan tanah longsor lanjutan. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Cuaca lagi ekstrem banget di ASEAN! Hujan lebat berhari-hari bikin Malaysia macet parah gara-gara banjir bandang, sementara di Vietnam situasinya lebih mencekam sampai memakan korban jiwa dan merusak ratusan hektar lahan. Stay safe dan jangan abai sama weather alert, karena potensi banjir susulan masih tinggi banget!








