Ditengah Tantangan Global: Presiden Prabowo Ajak Ulama-Umara Sinergi Jaga Kepentingan Bangsa dan Rakyat

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: AR Purba
Selasa, 23 Juni 2026 | 19:51 WIB
Ditengah Tantangan Global: Presiden Prabowo Ajak Ulama-Umara Sinergi Jaga Kepentingan Bangsa dan Rakyat
Presiden Prabowo Subianto Hadiri Munas Alim Ulama Dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (PB NU) tahun 2026, di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). [Tim Media Presiden]

astakom.com, JakartaPresiden Prabowo Subianto kembali mengirim sinyal kuat terkait arah pembangunan nasional saat menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan, Selasa (23/6/2026).

Dalam momentum tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa sinergi antara ulama dan umara (pemerintah) bukan sekadar formalitas, melainkan core framework yang krusial untuk menjaga kepentingan rakyat. Kolaborasi ini dinilai menjadi fondasi inti untuk memperkuat ketahanan bangsa di tengah tantangan global yang makin kompleks.

Presiden Prabowo menilai Nahdlatul Ulama memiliki grassroots power yang sangat valid karena para kiai dan ulamanya hidup berdampingan langsung dengan masyarakat pedesaan. Kedekatan emosional dan kultural ini membuat para ulama paling paham real problem serta kondisi riil yang dihadapi rakyat sehari-hari.

“Para kiai dan para ulama adalah menurut saya tokoh-tokoh yang paling dekat dengan rakyat. Paling dekat apalagi dengan rakyat di pedesaan. Karena itu, para kiai, para ulama paham, mengerti apa yang dirasakan rakyat. Para kiai dan para ulama merasakan apa yang dirasakan rakyat paling bawah,” ungkap Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo tekankan sumpahnya

Di hadapan para peserta munas, Kepala Negara juga melakukan re-remind atau mengingatkan kembali soal amanat besar yang diembannya sejak dilantik pada 20 October 2024 lalu.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa sumpah jabatan yang ia ucapkan di bawah Al-Qur'an adalah komitmen sakral tanpa kompromi untuk menjalankan UUD 1945.

Bagi RI-1, prioritas utamanya tetap konsisten sejak hari pertama menjabat yakni memastikan seluruh kebijakan negara berorientasi penuh pada perlindungan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Saya disumpah, saya harus menjalankan dan kita tidak perlu pura-pura, kita tidak perlu bicara manis-manis karena itu memang sering bangsa Indonesia suka bicara yang manis-manis di depan. Kita kadang-kadang tidak mau bicara apa adanya, tapi saya kira sudah saatnya kita bicara apa adanya,” jelas Kepala Negara.

Komitmen berani berantas kebocoran

Selanjutnya, Presiden Prabowo blak-blakan mengaku terkejut sekaligus prihatin setelah melihat data besarnya potensi kekayaan negara yang "hanyut" alias mengalir ke luar negeri akibat berbagai penyimpangan sistemik.

Kebocoran masif ini dinilai menjadi penyebab utama mengapa kekayaan alam Indonesia yang melimpah belum bisa di-utilisasi secara optimal untuk kemakmuran masyarakat lokal dan pembangunan nasional.

“Jadi kesulitan yang kita alami sekarang, kita harus berani menghadapi, kita harus berani menghadapi kenyataan,” terang Presiden Prabowo.

Meski membongkar adanya system failure tersebut, Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa pemerintah sama sekali tidak berniat melakukan blame game atau sekadar mencari kesalahan pihak tertentu dari masa lalu.

Komitmen Presiden Prabowo pada Rakyat

Alih-alih fokus pada drama politik, Kepala Negara mengajak seluruh elemen bangsa, terutama NU, untuk fokus pada problem solving dan pembenahan bersama.

“Ini bukan kita cari kesalahan, kita anggaplah ini suatu kelalaian kita bersama. Tapi saya disumpah untuk menjaga kepentingan bangsa dan rakyat. Karena itu saya harus melaksanakan yang terbaik yang bisa saya laksanakan, supaya saya tidak ingkar sumpah saya kepada bangsa dan rakyat,” tutur Presiden Prabowo.

Kehadiran Presiden di Bangkalan ini menjadi penegasan bahwa kolaborasi umara dan ulama adalah kunci utama untuk menambal kebocoran tersebut demi mewujudkan keadilan sosial yang merata.(aLf/aRsp)

Gen Z Takeaway

Pidato Presiden Prabowo di forum NU menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan ulama dalam memahami serta menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. Di tengah berbagai tantangan dan upaya membenahi penyimpangan yang merugikan negara, pesan utamanya adalah bahwa pembangunan membutuhkan kejujuran, kerja sama, dan fokus pada solusi agar manfaat kekayaan bangsa bisa lebih dirasakan oleh rakyat.

Presiden Prabowo Prabowo Subianto NU Munas NU 2026 Konbes NU 2026

Infografis

Terkini