Kemenperin Atur Strategi IKM dan Produk Industri Halal Go Global Lewat Pameran Halal Indo 2026

Pewarta: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 21 Juni 2026 | 08:02 WIB
Kemenperin Atur Strategi IKM dan Produk Industri Halal Go Global Lewat Pameran Halal Indo 2026
Kemenperin Atur Strategi IKM dan Produk Industri Halal Go Global Lewat Pameran Halal Indo 2026 (Astakom/AI Prompt-Najib)

astakom.com, Jakarta - Kementerian Perindustrian atau Kemenperin terus memperkuat persaingan produk dan industri halal nasional. Salah satu upaya yang dilakukan Kemenperin adalah dengan menggelar pameran Halal Indo yang akan digelar pada September 2026.

Pameran Halal Indo itu diharapkan bisa jadi ajang memperkuat ekosistem halal dan memperluas akses pasar untuk industri Halal. Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza bilang kalau industri halal punya peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Industri halal juga punya peran strategis dalam meningkatkan posisi Indonesia di Global Islamic Economy Indicator (GIEI).

"Kami terus memacu penguatan rantai nilai halal nasional melalui pengembangan industri hulu hingga hilir, fasilitasi sertifikasi halal, penguatan infrastruktur industri halal, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan," kata Faisol dalam keterangannya, dikutip oleh astakom.com pada Sabtu (20/06/2026).

Industri halal bersaing di pasar global

Dia juga menambahkan kalau industri halal kita terus bersaing di pasar global.

"Langkah ini menjadi fondasi untuk meningkatkan daya saing produk halal Indonesia di pasar global," katanya.

Dia juga spill kalau penguatan ekosistem industri halal menjadi salah satu prioritas pemerintah, terlebih lagi menjelang implementasi Wajib Halal tahap II yang akan dilakukan pada Oktober mendatang.

Kemenperin tingkatkan kesiapan sektor ini

Makanya, Kemenperin terus berupaya meningkatkan kesiapan sektor ini lewat program sosialisasi, pendampingan, bimbingan teknis dan fasilitas sertifikasi halal supaya industri ini terus naik level.

Selain itu, hal ini dilakukan supaya pelaku industri nggak cuma memenuhi kewajiban regulasi aja, tapi juga bisa memanfaatkan sertifikasi halal sebagai instrumen buat mengupgrade daya saing usaha.

Lebih lanjut, dia membeberkan tantangan di implementasi Wajib Halal tahap II, yaitu di luasnya cakupan sektor industri yang harus memenuhi kewajiban sertifikasi halal dan pentingnya mastiin kesiapan rantai pasok halal secara menyeluruh.

Kepatuhan industri halal diperkuat

Selain kepatuhan industri terhadap regulasi halal yang terus diperkuat pemerintah, Kemenperin juga lagi kasih perhatian khusus kepada Industri Kecil Menengah (IKM) lewat berbagai program pendampingan dan fasilitasi sertifikasi halal.

Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar dan memperkuat keterhubungan IKM dengan ekosistem supply chain industri halal nasional.

Di samping itu, Kemenperin juga nge-push pengembangan Kawasan Industri Halal sebagai infrastruktur pendukung yang memudahkan pelaku usaha memenuhi standar halal secara efisien sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di sektor industri halal. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Kemenperin lagi gaspol memperkuat industri halal RI lewat pameran Halal Indo 2026 dan program sertifikasi. Targetnya bukan cuma patuh regulasi, tapi bikin produk lokal makin competitive di pasar global. IKM juga didorong naik level lewat ekosistem halal yang lebih kuat.

Kemenperin Industri Halal Halal Indo 2026

Infografis

Terkini