Kemenhaj: 62% Jemaah Haji Tiba, Waktunya Tebar Manfaat demi Negara!
astakom.com, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah menghimbau para jemaah agar menjadikan kepulangan dari Tanah Suci sebagai momentum untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi keluarga, lingkungan, serta masyarakat luas.
Kontribusi nyata
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaff, menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai positif yang diperoleh selama ibadah haji setelah jemaah tiba di Tanah Air. Nilai-nilai tersebut meliputi kesabaran, disiplin, kepedulian, persaudaraan, serta ketulusan.
"Perjalanan haji tidak berhenti ketika para jemaah tiba di rumah. Di situlah pengabdian yang baru dimulai. Nilai ketaatan harus tercermin dalam sikap, kepedulian, dan kontribusi nyata kepada keluarga dan masyarakat," kata Maria di Makkah, dikutip oleh astakom, Minggu (21/06/2026).
Jaga kedisiplinan dan aturan bagasi
Maria menjelaskan kalau kelancaran pelayanan proses kepulangan sangat bergantung pada kepatuhan dan kedisiplinan para jemaah. Dalam kesempatan tersebut, Kemenhaj juga menyampaikan apresiasi kepada jemaah yang telah menaati regulasi penerbangan, khususnya terkait larangan membawa air zamzam di dalam koper maupun tas kabin.
"Kepatuhan para jemaah tidak hanya mempermudah proses pemeriksaan, tetapi juga menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan. Air Zamzam telah disiapkan dan akan dibagikan secara resmi di tempat pemberhentian masing-masing jemaah, sehingga para jemaah tidak perlu membawanya di dalam koper mereka," paparnya.
Keamanan dokumen dan barang bawaan
Selain itu, Maria menghimbau para jemaah haji untuk selalu menjaga dokumen penting seperti paspor, kartu identitas haji, dan boarding pass sepanjang perjalanan pulang. Ia juga mengingatkan jemaah agar tidak menyerahkan dokumen tersebut kepada pihak yang tidak berwenang, serta segera melapor ke petugas jika menghadapi kendala atau kehilangan.
Di samping dokumen perjalanan, jemaah haji diimbau untuk memastikan kembali seluruh barang bawaan mereka sebelum beranjak dari hotel, bus, maupun area bandara. Koper dan tas kabin juga disarankan diberi tanda pengenal atau identitas yang jelas guna memudahkan proses identifikasi saat tiba di tanah air.
"Menjelang kepulangan, jangan sampai kegembiraan membuat jemaat lengah. Pastikan dokumen selalu diawasi, periksa kembali barang bawaan Anda, dan ikuti semua instruksi petugas sampai Anda tiba di daerah tujuan," ucap Maria.
Data kumulatif kepulangan jemaah
Tercatat sebanyak 267 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, hingga Sabtu (20/6/2026). Jumlah tersebut mencakup 104.753 orang, yang terdiri dari 103.687 jemaah haji dan 1.066 petugas yang dipulangkan ke tanah air.
Sementara itu, pemulangan melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, tercatat sebanyak 70 kelompok terbang (kloter). Fasilitas penerbangan ini telah memberangkatkan total 27.179 orang, yang terdiri dari 26.898 jemaah dan 281 petugas.
Secara akumulatif, sebanyak 329 kelompok terbang (kloter) kini telah mendarat di tanah air. Jumlah tersebut membawa pulang total 129.025 orang, yang terdiri atas 127.709 jemaah haji dan 1.316 petugas mendampingi.
Pergerakan jemaah dari Makkah ke Madinah dilaporkan masih terus berjalan. Secara kumulatif, 226 rombongan penerbangan yang mencakup 86.592 jemaah serta 904 petugas (total 87.496 orang) sudah diberangkatkan. Pada perkembangan berbeda, jumlah jemaah haji khusus yang telah menginjakkan kaki di Indonesia mencapai 15.802 orang, dengan rincian 15.066 jemaah dan 736 petugas pendamping.
Maria turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jemaah haji, panitia penyelenggara, serta jajaran petugas di lapangan mulai dari petugas loket, tim medis, hingga petugas sektor. Ucapan terima kasih ini disampaikan kepada semua elemen pendukung yang terus bersinergi demi memastikan proses pemulangan jemaah berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Selain itu, apresiasi serupa turut disampaikan kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi beserta seluruh otoritas terkait. Ucapan terima kasih tersebut diberikan atas dukungan penuh serta kerja sama yang terjalin erat sepanjang penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.
"Dari Tanah Suci, jemaah tidak hanya membawa pulang kerinduan akan keluarga, tetapi juga semangat kebrutalan. Semoga kepulangan ini menjadi awal untuk menyebarkan kebaikan dan membangun peradaban yang lebih baik," tutur Maria. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Pulang haji bukan cuma soal berburu aesthetic feeds di Masjidil Haram atau bawa oleh-oleh, tapi tentang upgrade diri jadi versi yang lebih berdampak. Kuncinya ada pada social awareness dan kedisiplinan mulai dari taat aturan bagasi pesawat sampai aksi nyata menyebarkan positive vibes di lingkungan sekitar setelah sampai di rumah. Haji mabrur is all about that real-world impact!








