Repatriasi Gelombang Kedua dari Madinah: 48% Jemaah Haji Telah Tiba

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: AR Purba
Rabu, 17 Juni 2026 | 06:16 WIB
Repatriasi Gelombang Kedua dari Madinah: 48% Jemaah Haji Telah Tiba
Repatriasi Gelombang Kedua dari Madinah: 48% Jemaah Haji Telah Tiba (Kemenhaj)

astakom.com, JakartaKementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyatakan pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi terus berlangsung aman dan terkendali.

Memasuki hari ke-57 operasional haji (hari ke-15 pemulangan), fase baru kini dimulai yang ditandai dengan penerbangan pertama jemaah Gelombang Kedua dari Madinah ke Indonesia.

Progres signifikan gelombang pertama

Proses pemulangan jemaah haji gelombang pertama terus menunjukkan progres signifikan. Hingga Selasa (16/6/2026), Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah telah memberangkatkan 261 kloter. Dari data tersebut, total mobilisasi udara ini telah memulangkan 102.433 orang ke Indonesia, yang terdiri atas 101.391 jemaah haji dan 1.042 petugas kloter.

Sementara itu, jumlah jemaah dan petugas yang telah mendarat di berbagai embarkasi di Tanah Air kini mencapai 99.497 orang. Angka tersebut berasal dari 253 kelompok terbang (kloter) yang telah tiba, dengan rincian data mencakup 98.487 jemaah haji beserta 1.010 petugas pendamping.

Pergerakan jemaah

Terkait pergerakan jemaah gelombang kedua, sebanyak 157 kloter dilaporkan telah diberangkatkan dari Makkah ke Madinah. Berdasarkan data terbaru hari ini, tercatat sudah ada 60.870 orang yang tiba di Madinah, dengan rincian komposisi terdiri dari 60.242 jemaah serta 628 petugas pendamping.

Total kepulangan jemaah haji khusus ke Indonesia hingga hari ini mencapai 15.802 orang. Jumlah ini terdiri dari akumulasi 15.066 jemaah dan 736 petugas.

Juru bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyebut penerbangan pertama Gelombang II dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, sebagai tonggak penting dalam keberhasilan fase pemulangan jemaah haji tahun ini.

“Hari ini menandai dimulainya fase kepulangan jemaah haji gelombang kedua dari Madinah ke Indonesia. Kami memastikan bahwa semua jemaah haji dapat kembali ke tanah air dengan selamat, nyaman, dan sehat,” ucap Maria.

Ia menambahkan kalau Kementerian Haji berkolaborasi dengan segenap petugas haji di Wilayah Kerja Madinah terus memaksimalkan seluruh aspek pelayanan. Langkah ini mencakup kesiapan akomodasi, armada transportasi, distribusi konsumsi, penanganan kesehatan, hingga manajemen layanan bandara demi menjamin kelancaran pemulangan sampai jemaah terakhir.

Amankan paspor

Di samping itu, Kementerian Haji mengeluarkan imbauan kepada seluruh jemaah haji yang kini tengah berada di Madinah agar memberikan perhatian ekstra terhadap dokumen perjalanan mereka, khususnya paspor. Jemaah diminta memastikan dokumen krusial tersebut disimpan di tempat yang aman namun tetap mudah dijangkau selama proses pemulangan berlangsung.

"Paspor adalah dokumen utama yang harus disimpan hingga para jemaah haji kembali ke Indonesia. Kami mengimbau seluruh jemaah haji untuk memastikan dokumen perjalanan mereka disimpan dengan benar dan tidak tertinggal," ucapnya.

Menjelang kepulangan, jemaah haji turut diimbau menjaga kesehatan dengan beristirahat cukup, mengonsumsi asupan bergizi, banyak minum air, serta menghindari aktivitas berat yang bisa menyebabkan kelelahan berlebih.

Kemenhaj kembali mengimbau jemaah haji agar tidak membawa air Zamzam di dalam koper atau tas kabin. Seluruh jemaah dipastikan akan menerima air Zamzam di dalam negeri melalui mekanisme pembagian yang sudah ditetapkan oleh otoritas terkait.

"Kepatuhan terhadap ketentuan ini akan membantu memperlancar proses pemeriksaan keamanan penerbangan, menghindari penurunan bagasi, dan mempercepat proses keberangkatan di bandara," tegas Maria.

​Di tengah proses kepulangan, Kemenhaj mengajak jemaah haji untuk tetap menjaga solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Perhatian khusus diharapkan dapat diberikan kepada jemaah lansia, jemaah berkebutuhan khusus, serta siapa saja yang membutuhkan bantuan sepanjang perjalanan pulang.

Esensi haji dan refleksi tahun baru

Maria menilai kebersamaan dan persaudaraan yang terbangun selama ibadah haji adalah bagian penting dari warisan spiritual. Nilai-nilai inilah yang diharapkan terus dijaga oleh para jemaah sekembalinya ke tanah air.

"Atas nama Kementerian Haji, kami juga mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Islam, khususnya para jamaah haji Indonesia. Semoga momentum tahun baru ini menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan ritual, tetapi juga perjalanan transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi orang lain," ucapnya.

Ia menambahkan kalau jemaah haji diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai spiritual tersebut ke dalam kehidupan bermasyarakat. Langkah konkretnya meliputi penerapan perilaku yang baik, peningkatan kepekaan sosial, perwujudan rasa persaudaraan, hingga pemberian dampak positif bagi lingkungan sekitar.

"Inilah makna dari Keberhasilan Peradaban dan Kemajuan yang merupakan bagian dari Tiga Keberhasilan Kementerian Haji. Ketika nilai-nilai Haji tidak berhenti di Tanah Suci, tetapi terus hidup dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa," tutupnya.(nAD/aRsp)

Gen Z Takeaway

Moving season haji gelombang dua resmi dimulai gaes! Buat yang lagi nungguin keluarga pulang dari Madinah, Kemenhaj udah mastiin semua logistik aman terkendali. Reminder penting buat jemaah di sana: jangan sampai paspor ketlingsut, jaga health bar biar nggak drop, dan please jangan nekat nyelundupin air Zamzam di koper kalau nggak mau kena red flag petugas bandara. Terakhir, barengan momen 1 Muharram ini, yuk kita vibes check diri sendiri biar pulang-pulang jadi human version yang lebih berdampak positif buat sekitar!

Kemenhaj Kementerian Haji dan Umrah Jemaah Haji Indonesia jemaah haji

Infografis

Terkini