Pemerintah Serius Persiapkan Energi Terbarukan: Pabrik Bioetanol di Lampung Produksi 60 Ribu KL Tahun 2028
astakom.com, Jakarta - Dalam rangka percepatan transisi energi menuju energi non fosil, pemerintah mulai mempersiapkan dengan serius perencanaan pembangunan pabrik bioetanol tahun 2027.
Rencananya pembangunan itu berlokasi di Provinsi Lampung, dengan kapasitas 60.000 kilo liter per tahun.
Proyek ini dirancang akan pakai konsep multi-feedstock dengan manfaatin berbagai bahan baku kayak molases, sorgum, dan limbah biomassa.
Di tahap awal, proyek percontohan direncanakan mencakup penanaman sorgum varietas Enryu seluas 10 hektare. Lanjut ke tahap komersial yaitu penanaman sorgum varietas Enryu seluas 6.000 hektare di Lampung diikuti dengan pembangunan pabrik bioetanol berkapasitas 60.000 KL/tahun yang ditargetkan dimulai pada pertengahan 2027 dan proueksi beroperasi pada kuartal akhir 2028.
Todotua Pasaribu selaku Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bilang kalau pemilihan lokasi Lampung sebagai titik awal pengembangan karena lokasi ini punya keunggulan dari sisi bahan baku maupun dukungan fasilitas infrastruktur.
Alasan pilih Lampung
"Lampung memiliki feedstock paling mumpuni untuk pengembangan bioetanol nasional. Selain itu, posisinya sangat strategis karena dapat memasok kebutuhan Sumatera dan sebagian Jawa yang merupakan pusat konsumsi energi terbesar di Indonesia," kata Todotua dalam keterangan resmi, dikutip oleh astakom.com pada Kamis (11/6/2026).
Berdasarkan hasil peninjauan, Lampung punya potensi bahan baku yang kuat, baik berupa molase tebu, sorgum maupun limbah biomassa yang bisa dimanfaatin buat pengembangan bioetanol generasi pertama dan generasi kedua atau second generation bioethanol.
Jalin kemitraan dengan petani lokal
Selain karena letak geografis yang strategis dan mendukung, faktor infrastruktur yang memadai, proyek ini juga membuka peluang kemitraan antara industri dan petani lokal lewat pengembangan budidaya sorgum sebagai sumber bahan baku tambahan.
Rencana ini ditanggapi positif oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Pemprov Lampung memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan proyek ini supaya bisa segera realisasikan investasi.
Ciptakan ekosistem ekonomi
Pemprov Lampung, PT Pertamina New and Renewable Energy (PNRE), dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), udah deal buat percepat pelaksanaan studi kelayakan (joint feasibility study), penyusunan perencanaan proyek.
Selanjutnya pengembangan budidaya sorgum percontohan, dan finalisasi skema pembiayaan dan kemitraan strategis untuk memastikan kesiapan implementasi proyek secara menyeluruh.
"Yang ingin kita bangun bukan hanya pabrik, tetapi ekosistem ekonomi. Feedstock ada di sini, logistik ada di sini, masyarakat agrikulturnya juga ada di sini. Tinggal kita maksimalkan. Karena itu mari kita mulai saja. Yang penting proyek ini berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, petani, industri pendukung, serta memperkuat ketahanan energi nasional," jelas Todotua. (Shnty/aRsp)









