Serentak! Hari ini USD Melemah di Beberapa Negara Kawasan, Nilai Tukar Rupiah di Bawah Rp18.000

Pewarta: Shintya
Editor: AR Purba
Kamis, 11 Juni 2026 | 20:12 WIB
Serentak! Hari ini USD Melemah di Beberapa Negara Kawasan, Nilai Tukar Rupiah di Bawah Rp18.000
Hari Ini USD Melemah di Beberapa Negara Kawasan, Nilai Tukar Rupiah Di Bawah Rp18.000. [astakom/Ilustrasi Joeyhan]

astakom.com, Jakarta - Agresivitas dolar AS perlahan mulai melandai. Dua hari terakhir ini di beberapa negara kawasan Asia, nilai tukar dolar AS juga terpantau loyo hari ini. Dikutip dari data Bloomberg, pada Kamis (11/06/2026) nilai tukar dolar AS minus 0,08 persen terhadap dolar Australia.

Dolar AS juga nunjukkin melemah 0,14 persen terhadap mata uang negara-negara Eropa yaitu Euro. Nggak sampai di situ, dolar juga turun 0,02 persen terhadap dolar Singapura.

Pelemahan dolar AS juga terjadi terhadap mata uang Jepang, yen sebesar 0,04 persen dan melemah juga terhadap mata uang Thailand atau baht 0,19 persen.

Dikutip dari Tradingview, Indeks Dolar AS (DXY) hari ini secara umum bergerak melemah ke kisaran level 100,01.

USD melandai

Secara spesifik di pasar valas, Dolar AS melemah terhadap Dolar Hong Kong (HKD) dan sempat tertekan terhadap Poundsterling (GBP) akibat rilis data ekonomi.

Dolar AS melemah terhadap poundsterling, diketahui GBP/USD diperdagangkan di kisaran 1,3362 - 1,3390. Pelemahan dolar terjadi akibat meredanya ketegangan geopolitik dan ekspektasi pasar bahwa Bank of England (BoE) yang mungkin akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun 2026.

Rupiah di bawah Rp18.000

Di sisi lain, rupiah Indonesia masih ada di zona merah atau melemah menuju Rp 17.980 per dolar AS pada hari ini setelah sempat menguat di bawah Rp 17.900 pada sesi sebelumnya.

Dikutip dari Reuters, pada Kamis (11/06/2026) perlemahan Dolar AS terhadap mata uang lain kali ini disusul dengan rilisnya data inflasi konsumen AS pada bulan Mei yang naik ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Dipengaruhi angka inflasi AS

Diketahui, lonjakan angka inflasi konsumen AS yang meningkat dengan signifikan ini dipicu oleh eskalasi di Iran yang menyebabkan naiknya harga bensin dan komoditas energi lainnya.

Dari data ekonomi itu tercatat kalau Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 4,2% dalam 12 bulan hingga Mei, kenaikan terbesar sejak April 2023, demikian menurut Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja pada hari Rabu kemarin (10/6/2026).

Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan CPI naik 4,2% secara tahun ke tahun atau year-on-year (YoY). Meski begitu, angka inflasi di AS masih dalam rentang perkiraan para ekonom jadi nggak meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini. (aRsp/Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Dollar AS lagi lose streak terhadap banyak mata uang meski inflasi Amerika naik ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Pasar melihat kenaikan inflasi ini masih sesuai ekspektasi, jadi peluang The Fed buat naikin suku bunga belum ikut naik. Intinya, investor belum ngelihat alasan kuat buat balik all-in ke dollar.

nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kurs dolar Dolar AS nilai tukar rupiah

Infografis

Terkini

Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Pengunjung melihat beberapa koleksi dokumen dan foto di pameran "Aku Arek Suroboyo", di basement Alun Alun Surabaya, Jawa Timur, Kamis (11/6/2026).

Footage 19:00 WIB