Klinik Satelit Madinah Open Nonstop 24 Jam: Cegah Kelelahan Jemaah Usai Armuzna

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 11 Juni 2026 | 18:29 WIB
Klinik Satelit Madinah Open Nonstop 24 Jam: Cegah Kelelahan Jemaah Usai Armuzna
Klinik Satelit Madinah Open Nonstop 24 Jam: Cegah Kelelahan Jemaah Usai Armuzna (Kemenhaj)

astakom.com, JakartaKementerian Haji dan Umrah lewat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi auto gercep buat mengantisipasi situasi kesehatan jemaah haji gelombang kedua setelah melewati fase puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Langkah strategis dilakukan dengan mengoptimalkan layanan Klinik Satelit Sektor 2 Madinah yang beroperasi di Hotel Durrat Al Eiman.

Kamar hotel jadi garda terdepan

Memanfaatkan kamar hotel dengan izin resmi otoritas Arab Saudi, klinik satelit ini menjadi garda terdepan layanan kesehatan bagi jemaah lansia dan risiko tinggi.

Memanfaatkan kamar hotel dengan izin resmi dari otoritas Arab Saudi, klinik satelit ini menjadi garda terdepan layanan kesehatan bagi jemaah lansia dan resiko tingkat tinggi.

Dalam kurun waktu kurang dari satu minggu sejak gelombang kedua tiba di Madinah, tercatat 21 pasien telah menerima layanan rawat jalan di klinik tersebut, dengan estimasi jumlah yang akan terus meningkat mengikuti kedatangan kloter berikutnya.

ISPA dan kelelahan ekstrem

Koordinator Tim Kesehatan Sektor 2 Madinah, dr. Fitri Indah Yanti, Sp.P, menyatakan kalau sebagian besar jemaah mengeluhkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk, pilek, sakit tenggorokan (faringitis), hingga kelelahan ekstrem.

"Banyak jemaah haji mengalami kelelahan parah setelah aktivitas berat di Armuzna, yang memengaruhi nafsu makan mereka. Saat ini, kami fokus pada pemberian perawatan cepat, termasuk obat flu dan batuk, antibiotik, vitamin, dan cairan infus bagi mereka yang membutuhkan," ucap Dr. Fitri di Madinah dikutip oleh astakom pada Kamis, (11/6/2026).

Siaga 24 jam

Guna menjamin layanan tetap siaga 24 jam tanpa mengabaikan pengawasan di kloter asal, PPIH memberlakukan sistem kerja tiga sif (pagi, siang, dan malam) secara bergilir bagi dokter dan perawat.

Selain itu, persediaan obat-obatan dan alat kesehatan medis rutin diganti ulang lewat komunikasi intensif bersama Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah.

Gercep selamatkan jemaah lansia

Keberadaan tim medis di klinik satelit ini terbukti krusial dalam menyelamatkan jemaah yang mengalami kedaruratan medis di lingkungan hotel. Salah satu aksi penyelamatan yang berhasil dilakukan adalah terhadap Muhammad Zair berusia 78 tahun, jemaah lansia asal Mojokerto, Jawa Timur.

Jemaah yang akrab disapa Mbah Zair ini sempat pingsan, mengalami kejang, hingga enggan makan akibat kelelahan ekstrem usai menuntaskan Tawaf Ifadah di Masjidil Haram.

Berkat perawatan intensif serta pendekatan persuasif dari tim medis hotel, kondisinya kini telah membaik total, bahkan ia sudah bisa berjalan kaki untuk beribadah di Masjid Nabawi.

Kementerian Haji dan Umrah kembali menghimbau seluruh jemaah, khususnya lansia, agar segera memeriksakan diri begitu merasakan gejala sakit. Deteksi dini di klinik satelit ini dinilai sangat krusial untuk mencegah penurunan kondisi kesehatan sekaligus menekan angka rujukan ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Intinya, puncak haji di Armuzna itu bener-bener menguras energi, sampai banyak jemaah lansia yang burned out dan kelelahan ekstrem. Untungnya, tim medis PPIH langsung gercep buka klinik satelit 24 jam di hotel. Jadi, kalau ada jemaah yang drop, penanganannya bisa sat-set tanpa harus langsung dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi. Stay safe dan jangan mager buat periksa dini ya!

Kemenhaj Kementerian Haji dan Umrah Armuzna Layanan haji 2026

Infografis

Terkini

Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Pengunjung melihat beberapa koleksi dokumen dan foto di pameran "Aku Arek Suroboyo", di basement Alun Alun Surabaya, Jawa Timur, Kamis (11/6/2026).

Footage 19:00 WIB