Penantian Panjang David Alaba: Pembuktian Pimpin Starting Line Up Austria di Piala Dunia 2026
astakom.com, Jakarta — Karier sepak bola David Alaba bisa dibilang nyaris sempurna. Bek veteran kelahiran Wina ini telah mencicipi kemegahan panggung-panggung tertinggi sepak bola dunia dan merengkuh deretan trofi domestik, kontinental, hingga dunia saat berseragam Bayern Munchen dan Real Madrid.
Namun, jika melihat daftar riwayat hidup (curriculum vitae) miliknya, ada satu celah besar yang belum terisi: panggung Piala Dunia.
Penantian panjang itu akhirnya berakhir. Di usianya yang menginjak 33 tahun, Alaba bersiap mencentang kotak kosong tersebut. Dalam beberapa pekan ke depan, ia akan memimpin tim nasional Austria dengan ban kapten di lengan, memenuhi impian masa kecilnya di Piala Dunia 2026 Amerika Utara.
Austria tergabung di Grup J yang menantang, di mana mereka harus bersaing dengan Aljazair, Yordania, dan sang juara bertahan, Argentina. Dalam wawancara eksklusif bersama FIFA, Alaba menumpahkan segala emosi, ambisi, hingga kesiapannya berduel dengan Lionel Messi.
Mimpi yang Menjadi Nyata
Bagi Alaba, kelolosan Austria ke putaran final bukan sekadar partisipasi turnamen biasa. Ini adalah pencapaian emosional yang sempat mendebarkan hingga laga-laga terakhir kualifikasi.
Alaba menegaskan bahwa bermain di Piala Dunia pertamanya akan menjadi pencapaian tertinggi dari semua pengalaman yang pernah ia lalui, sekaligus melengkapi satu-satunya hal yang hilang dari karier sepak bolanya sehingga momentum ini akan terasa sangat spesial.
"Saya sangat bersemangat menyambut turnamen ini. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan," kata Alaba dikutip dari laman FIFA, Rabu (10/6/2026).
Alaba mengenang malam emosional saat Austria memastikan tiket lolos usai meredam Bosnia-Herzegovina di fase kualifikasi.
"Malam itu penuh emosi bagi kami semua. Saya bisa melihat dari mata rekan-rekan setim betapa besarnya arti kemenangan itu bagi mereka. Perasaan yang benar-benar luar biasa," kenangnya.
Gaya Kepemimpinan dan Kekuatan Austria
Berada di penghujung karier sebagai pesepak bola, Alaba sadar betul perannya bukan lagi sekadar taktis, melainkan mental. Sebagai kapten, ia memilih untuk memimpin lewat pembuktian di lapangan ketimbang banyak bicara.
"Saya tahu peran saya di dalam tim. Saya menerima tanggung jawab itu dan mencoba memainkan peran saya dengan tetap menjadi diri sendiri. Saya ingin memimpin lewat contoh nyata, menggendong tim ini di pundak saya, dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang saya yakini," tegas bek Real Madrid tersebut.
Meskipun ini akan menjadi debut Piala Dunia bagi seluruh skuad Austria, Alaba optimistis dengan perkembangan Das Nationalteam di bawah asuhan mereka dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, senjata utama Austria bukanlah status bintang individu, melainkan kolektivitas.
"Kami adalah tim yang sangat ambisius. Salah satu kekuatan terbesar kami adalah kenyataan bahwa kami adalah unit yang sangat kompak dan erat. Jika kami berhasil menunjukkan hal itu di lapangan, kami memiliki apa yang diperlukan untuk sukses." tambahnya.
Menantang Argentina dan Menembak Langit
Sorotan utama Austria di Grup J jelas berada pada laga kontra sang juara bertahan, Argentina. Bermain melawan tim bertabur bintang yang dipimpin oleh Lionel Messi tentu menjadi magnet terbesar. Namun, Alaba menegaskan Austria tidak akan gentar atau inferior.
"Ini bukan hanya tentang Messi; bertanding melawan Argentina adalah hal yang luar biasa. Bagaimanapun, mereka adalah juara dunia bertahan. Ini akan menjadi pertandingan yang sangat spesial dan sangat sulit bagi kami. Namun, kami tidak ingin terlalu fokus pada lawan. Kami harus tetap berpegang pada prinsip dan memainkan permainan kami sendiri," cetusnya.
Saat ditanya apakah Austria datang ke Amerika Utara sebagai penantang gelar juara, Alaba memilih untuk tetap membumi namun tetap memelihara mimpi setinggi langit.
"Kami tidak memikirkan (juara) itu saat ini. Saya yakin kami memiliki tim yang mampu meraih kesuksesan, dan kami berangkat untuk mencetak sejarah; itulah tujuan kami. Waktu yang akan menjawab apakah kami punya cukup kemampuan untuk melangkah hingga akhir, tetapi kami memiliki impian besar dan kami sedang membidik bintang-bintang (shooting for the stars)," pungkas Alaba.(ACwan/aRsp)
Gen Z Takeaway
CV David Alaba fix bakal lengkap! Setelah dapet segudang trofi bareng Bayern dan Madrid, bek 33 tahun ini akhirnya bakal ngerasain debut di Piala Dunia 2026 bareng Austria. Gak tanggung-tanggung, Alaba yang jadi kapten bakal langsung adu mekanik lawan sang juara bertahan, Argentina, di Grup J. Walau satu grup sama Messi dkk, Alaba menegaskan skuad Austria yang super chemistry-nya ini gak bakal keder dan siap bikin sejarah baru. Shooting for the stars, let's go!








