Goretzka Sebut Jerman Kini Nyaman Jadi Tim Kuda Hitam
astakom.com, Jakarta – Dua kali hancur lebur di fase grup pada Rusia 2018 dan Qatar 2022 meninggalkan luka mendalam bagi tim nasional Jerman. Menjelang laga pembuka Grup E Piala Dunia 2026 melawan Curacao, gelandang senior Leon Goretzka menegaskan bahwa misi terbesar Die Mannschaft kali ini bukan sekadar mengangkat trofi, melainkan merebut kembali hati para pendukung mereka yang sempat luntur.
"Memori buruk itu sudah tidak mengganggu kami, tapi jujur saja, euforia dan rasa kebersamaan dengan fans agak hilang saat ini," ujar Goretzka seperti diberitakan FIFA, Senin (8/6/2026).
Datang ke Amerika Utara dengan status peringkat 10 dunia, Jerman kini sadar diri. Goretzka mengakui bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, raksasa Eropa ini tidak masuk dalam daftar tim favorit juara.
"Akan lebih menyenangkan jika kami menjadi favorit. Tapi melihat performa kami beberapa tahun ke belakang, tidak tahu diri namanya jika kami merasa seperti itu sekarang. Menjadi tim underdog (kuda hitam) justru posisi yang bagus, dan semakin cepat kami menerimanya, kami akan semakin kuat," tambahnya.
Berdamai dengan Julian Nagelsmann
Piala Dunia 2026 ini juga menjadi momen pembuktian personal bagi Goretzka. Terlebih, ia saat ini berstatus tanpa klub setelah resmi meninggalkan Bayern Munchen, ditambah riwayat hubungannya yang sempat menegang dengan pelatih Julian Nagelsmann setelah dirinya dicoret dari skuad EURO 2024 lalu.
"Itu adalah masa-masa yang sangat sulit bagi kami berdua. Kami punya hubungan yang sangat baik di Bayern, jadi keputusan (pencoretan) itu memicu obrolan yang tidak mudah. Saya sangat kecewa," ungkap pemain berusia 31 tahun tersebut.
Namun, demi ego negara, keduanya memilih melakukan rekonsiliasi. "Setelah beberapa waktu, kami duduk bersama dan meluruskan masalah. Kami ingin berada di frekuensi yang sama lagi, dan sekarang fondasi itu sudah kembali untuk bekerja sama dengan baik." tambahnya.
Kondisi Ekstrem di Amerika Utara
Di bawah arahan Nagelsmann, Jerman kini dituntut untuk bermain dengan intensitas tinggi, fisik yang tangguh, dan semangat petarung. Modal itu sempat terlihat saat Jerman sukses membalikkan keadaan dua kali untuk menang 4-3 atas Swiss dalam laga uji coba terbaru.
Menghadapi grup yang dihuni oleh Curacao, Pantai Gading, dan Ekuador, Goretzka mengingatkan rekan-rekannya bahwa kondisi cuaca di Amerika Utara akan sangat menguras fisik.
"Saya pernah bermain di Piala Dunia Antarklub tahun lalu, jadi saya tahu kondisinya akan sangat ekstrem. Fisik akan memegang peran krusial. Jika kami bisa tampil fit, saling memahami di lapangan, dan sedikit dinaungi keberuntungan, the sky is the limit, tidak ada batasan untuk apa yang bisa kami capai," pungkasnya.
Gen Z Takeaway
Setelah dua kali berturut-turut flop di fase grup, Leon Goretzka sadar diri kalau Jerman udah gak di-kece-in lagi sama fans dan turun kasta jadi tim underdog. Tapi alih-alih glowing lewat jalur instan, doi milih berdamai sama pelatih yang sempat nge-cut dia di EURO kemarin demi satu misi: rebranding reputasi Jerman dan nge-bujuk fans biar mau nge-hype mereka lagi di World Cup 2026!









