Di Rusia, Menko IPK Ajak Kolaborasi ASEAN-Eurasia, Dorong Pembangunan Infrastruktur Prioritas

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 5 Juni 2026 | 20:05 WIB
Di Rusia, Menko IPK Ajak Kolaborasi ASEAN-Eurasia, Dorong Pembangunan Infrastruktur Prioritas
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) [Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan]

astakom.com, Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), baru saja flexing kesiapan Indonesia menghadapi krisis global di panggung St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026, Rusia.

Gak tanggung-tanggung, AHY langsung mengajak Rusia dan negara-negara Eurasia buat kolaborasi bareng menyukseskan mega proyek infrastruktur prioritas di era Presiden Prabowo Subianto.

Langkah ini diambil karena pemerintah menilai isu ketahanan nasional, mulai dari pangan, air, sampai energi, udah gak bisa lagi dianggap remeh atau sekadar opsional.

“Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia memilih untuk membangun persahabatan dengan semua bangsa. Kita percaya pada dialog di atas konfrontasi, kerja sama di atas persaingan, serta kemitraan yang saling menguntungkan bagi semua pihak,” ungkap AHY dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (05/06/2026).

Manifesting pembangunan infrastruktur

Menurut AHY, di tengah dunia yang lagi chaos akibat perubahan iklim dan geopolitik yang rumit, Indonesia wajib manifesting pertahanan yang kokoh lewat pembangunan infrastruktur yang dirancang matang sejak awal.

“Indonesia ingin memainkan peran tersebut, menjadi jembatan, penyeimbang, sekaligus mitra yang konstruktif dalam memperkuat stabilitas dan pertumbuhan bersama,” katanya.

Biar gak kalah saing di kancah global, Indonesia secara terbuka mengajak Rusia buat upgrading teknologi mitigasi bencana dan energi berkelanjutan. 

Salah satu agenda yang paling mencuri perhatian adalah ajakan kerja sama dalam proyek Giant Sea Wall alias Tanggul Laut Raksasa, yang digadang-gadang bakal jadi savior kawasan pesisir Indonesia dari ancaman naiknya permukaan air laut.

Top 3 prioritas utama pemerintah

AHY juga memaparkan top three prioritas utama yang bakal jadi fokus kerja pemerintah saat ini. Pertama, dekarbonisasi sektor transportasi sebagai bagian dari upaya mencapai target Net Zero Emissions.

Kedua, penguatan konektivitas strategis melalui integrasi pelabuhan, sistem logistik, dan jaringan perkeretaapian nasional. Ketiga, pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim, termasuk perlindungan kawasan pesisir melalui proyek Giant Sea Wall.

Kolaborasi konkret ASEAN-Eurasia

AHY mengingatkan bahwa kunci buat survive dari ketidakpastian ekonomi global saat ini adalah kerja sama yang solid.

Lewat kemitraan jangka panjang antara ASEAN dan Eurasia ini, pemerintah berharap bisa mempercepat pembangunan yang gak cuma berkelanjutan, tapi juga secure buat melindungi masyarakat dari dampak krisis iklim yang makin nyata.

"Mari menjadi generasi yang memilih kerja sama di atas fragmentasi, ketangguhan di atas kerentanan, serta kemitraan jangka panjang di atas keuntungan jangka pendek. Mari kita bangun bukan hanya ekonomi yang lebih kuat, melainkan juga kepercayaan yang lebih kokoh di antara bangsa-bangsa,” pungkas AHY. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

AHY menilai pembangunan infrastruktur dan kerja sama internasional menjadi kunci menghadapi tantangan global yang makin kompleks. Melalui kolaborasi dengan Rusia dan negara-negara Eurasia, Indonesia ingin memperkuat ketahanan nasional sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Menko IPK Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY Agus Harimurti Yudhoyono

Infografis

Terkini