Targetkan 400 Ribu Siswa di 2029, Pemerintah Kebut Pembangunan 100 Gedung Permanen Sekolah Rakyat

Pewarta: A. Cuwantoro
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 5 Juni 2026 | 20:38 WIB
Targetkan 400 Ribu Siswa di 2029, Pemerintah Kebut Pembangunan 100 Gedung Permanen Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menghadiri Open House Sekolah Rakyat di SRMA 5 Jambi, Jumat (5/6/2026). [Kemensos].

astakom.com, Jakarta — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat bertumpu pada fondasi yang kuat, yakni data yang akurat dan penetapan sasaran yang tepat. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat di SRMA 5 Jambi, Jumat (05/06/2026), yang dihadiri oleh orang tua, siswa, hingga calon murid dari Komunitas Adat Terpencil Suku Talang Mamak.

Dalam sambutannya, Gus Ipul menegaskan peran negara melalui Sekolah Rakyat dalam menjangkau kelompok yang selama ini luput dari sistem pendidikan formal. Beliau mengapresiasi kemajuan para siswa yang kini tampil percaya diri setelah mendapatkan pembinaan intensif di sekolah berasrama tersebut.

“Ini sebagai contoh bagaimana anak-anak diafirmasi oleh Bapak Presiden, diberi kesempatan. Dari yang tidak bisa membaca, belum bisa menulis, di usia 15 tahun dibimbing, didampingi, ya seperti ini,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Kemensos.

Sekolah Rakyat dirancang fleksibel

Ia menjelaskan bahwa pendekatan Sekolah Rakyat dirancang fleksibel melalui sistem multi entry dan multi exit, disertai pendampingan intensif serta percepatan pembelajaran yang disesuaikan dengan minat dan bakat siswa. Proses belajar-mengajar di dalam kelas juga telah ditunjang oleh metode adaptif seperti penggunaan fasilitas smartboard interaktif.

“Di Sekolah Rakyat memang multi entry, multi exit. Kapan saja bisa masuk, kapan saja bisa lulus. Ada pendampingan khusus, ada percepatan, sesuai dengan talentnya, sesuai minat dan bakatnya,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan intervensi berbasis data yang menyasar keluarga tidak mampu agar anak-anak mereka memperoleh akses pendidikan berkualitas demi memutus rantai kemiskinan.

“Keluarga-keluarga tidak mampu di mana putra-putrinya diberi kesempatan untuk memperoleh pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas. Sekolah rakyat, sekolah berasrama, dididik selama 24 jam, disertai dengan fasilitas-fasilitas yang mendukung,” jelasnya.

Program Sekolah Rakyat sendiri telah berjalan di 166 titik di seluruh Indonesia sejak 14 Juli 2025 dan terus menunjukkan perkembangan signifikan. Pihak Kementerian Sosial pun optimistis program ini akan terus mengalami lompatan target yang besar dalam beberapa tahun ke depan.

Targetkan 400 ribu siswa di 2029

“Seknow siswa Sekolah Rakyat hampir 15 ribu seluruh Indonesia. Tahun ini kita terima 32 ribu. Berarti tahun ini sudah ada 45 ribu siswa Sekolah Rakyat. Tahun depan 100 ribu lebih, dan tahun 2029 insyaallah sudah lebih dari 400 ribu siswa,” paparnya.

Salah satu bukti keberhasilan transformasi program ini ditunjukkan oleh Pelia Wati, siswi asal Kabupaten Merangin yang kini mahir membaca dan berhitung, bahkan sukses menyabet tiga kali juara satu taekwondo. Eko, selaku guru di SRMA 5 Jambi, mengungkapkan bahwa Pelia sebelumnya belum mampu membaca, menulis, maupun berhitung saat pertama kali masuk Sekolah Rakyat.

“Alhamdulillah sekarang dia sudah bisa, bahkan menjadi salah satu siswi berprestasi. Dia tiga kali juara satu taekwondo,” ujarnya.

Menurut Gus Ipul, peningkatan kepercayaan diri siswa seperti Pelia menjadi indikator penting keberhasilan program ini dalam merangkul anak-anak yang sebelumnya tidak mendapatkan kesempatan.

“Yang bisa dicatat ini adalah kepercayaan dirinya. Ini belum semua orang bisa, mau naik ke panggung seperti ini. Inilah yang disebut oleh Presiden sebagai the invisible people, mereka yang sebelumnya tidak tampak,” kata Gus Ipul.

Kolaborasi lintas lembaga

Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul juga memaparkan progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Bagan Pete, Jambi, sebagai bagian dari pembangunan lebih dari 100 titik sekolah permanen di seluruh Indonesia. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

“Saya ingin berterima kasih kepada Bapak Gubernur, Wali Kota yang telah berkolaborasi. Karena penyelenggaraan Sekolah Rakyat adalah kerja sama antar kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah,” tuturnya.

Merespons hal tersebut, Gubernur Jambi Al Haris turut menyampaikan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur fisik sekolah di wilayahnya.

“Kami memastikan setiap kabupaten/kota menyiapkan lahan yang tidak bermasalah secara hukum agar pembangunan bisa berjalan cepat,” ujarnya. (ACwan/aNs)

Gen Z Takeaway

Fix, Sekolah Rakyat garapan Kemensos ini bener-bener definisi menyala parah buat mutus rantai kemiskinan! Lewat sistem asrama gratis yang fleksibel, program ini sukses bikin anak-anak kurang mampu dan suku terpencil yang awalnya invisible jadi bisa slay berprestasi, bahkan ada yang dari buta huruf langsung sabet juara taekwondo. Gak main-main, targetnya bakal digaspol sampai 400 ribu siswa di tahun 2029 plus infrastruktur 100 gedung permanen yang siap dibangun satset bareng Pemda. Keren banget, masa depan emang harus di-secure lewat edukasi yang inklusif begini!

sekolah rakyat Sekolah Rakyat Prabowo Saifullah Yusuf Gus Ipul Mensos Gus Ipul

Infografis

Terkini

World Environment Day 2026

Sejumlah aktivis lingkungan memperingati World Environment Day 2026, di Jalan Pemuda, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/6/2026).

Footage 18:36 WIB