Respons Menlu Sugiono Soal Kritik Dino Patti Djalal: Terbuka Evaluasi, Terpenting Berbasis Data

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 4 Juni 2026 | 11:07 WIB
Respons Menlu Sugiono Soal Kritik Dino Patti Djalal: Terbuka Evaluasi, Terpenting Berbasis Data
Respons Menlu Sugiono Soal Kritik Dino Patti Djalal: Terbuka Evaluasi, yang Penting Berbasis Data (Kemlu RI)

astakom.com, Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, menyampaikan rasa terima kasih atas segala masukan dan kritik terkait arah politik luar negeri yang dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto sejauh ini.

Respons tersebut juga ditujukan bagi berbagai masukan serta kritik yang sempat dilontarkan oleh Dino Patti Djalal beberapa waktu lalu.

Terbuka kritik asal berbasis data

Sugiono menyatakan terbuka terhadap segala evaluasi demi perbaikan, asalkan setiap kritik yang dilayangkan bersumber dari data dan fakta yang akurat.

"Saya kira semua saran, semua kritik dalam langkah perbaikan itu bagus, baik. Tentu saja harus konstruktif, tentu saja juga harus berdasarkan pada fakta-fakta dan data-data yang akurat,” tutur Menlu Sugiono berdasarkan rilis yang diterima wartawan astakom pada Kamis, (04/06/2026).

Mandat konstitusi dan diplomasi bebas aktif

Menlu Sugiono menjelaskan kalau langkah politik luar negeri Presiden Prabowo Subianto sejauh ini mengacu pada mandat konstitusi UUD 1945, yang menegaskan posisi aktif Indonesia dalam pergaulan internasional.

Oleh sebab itu, demi menunaikan amanat konstitusi tersebut, Indonesia dinilai wajib menempatkan diri dan terlibat aktif di tengah konstelasi global.

"Indonesia merupakan bagian dari pergaulan internasional, bagian dari masyarakat dunia dan ini menuntut suatu kehadiran di dunia internasional,” tuturnya.

Prinsip seribu kawan lebih sedikit

Menlu menambahkan, prinsip seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak telah menjadi landasan diplomasi Presiden Prabowo sejak awal masa jabatan, guna memastikan Indonesia tetap berada di jalur netral dan bebas dari pengaruh poros mana pun.

Prinsip tersebut diwujudkan melalui kehadiran aktif RI di berbagai forum internasional. Langkah ini dinilai krusial mengingat komitmen Indonesia untuk merangkul semua negara sebagai mitra.

"Kita harus berkawan dengan semuanya, istilahnya kan kita harus gaul dan semua itu direncanakan dengan baik, semua itu didahului oleh diskusi diplomatik yang baik. Jadi Presiden menentukan, kita kasih saran, substansi-substansi dan prioritas yang perlu dibahas,” ujarnya.

Menurut Menlu Sugiono, kondisi global yang sedang tidak menentu menuntut Indonesia untuk tidak selalu bergantung pada metode diplomasi biasa dalam menjalankan politik luar negerinya.

"Terkait juga dengan perkembangan dan dinamika yang terjadi saat ini, yang tidak bisa mengikuti jalur-jalur konvensional karena situasinya juga tidak biasa. Timur-tengah perang, banyak juga beberapa titik di dunia ini yang panas,” ujarnya.

Pentingnya diplomasi tatap muka

Menlu Sugiono menilai pertemuan tatap muka antar-kepala negara atau kepala pemerintahan kini menjadi krusial. Menurutnya, kedekatan personal yang terbangun lewat interaksi langsung tersebut akan berdampak positif pada penguatan hubungan bilateral antarnegara.

“Sama seperti kita juga kan. Kalau telepon-telepon saja kan beda dengan bertemu langsung.  Kita bisa melihat bahasa tubuh, ada kedekatan personal. Dari situ kita bisa berbicara mengenai hal yang lebih banyak. Intinya itu,” ujar Menlu. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Menlu Sugiono vibe-nya santai tapi tetep tegas pas nanggepin kritik dari Dino Patti Djalal soal politik luar negeri era Prabowo. Intinya, pemerintah open-minded banget sama masukan, asalkan gak asal bunyi alias kudu fact-checking pakai data yang valid. Di tengah dunia yang lagi banyak konflik, Indonesia milih buat 'gaul' sama semua negara lewat jalur diplomasi langsung demi bangun chemistry antarpemimpin, biar posisi kita tetep aman, netral, dan gak gampang disetir poros mana pun.

Sugiono Update 2026 Dino Patti Djalal Menlu Sugiono politik luar negeri ri

Infografis

Terkini

Pakan Ternak dari Limbah Makanan

Peserta dari UMKM Kota Malang, mahasiswa dan pengusaha restoran mengikuti pelatihan membuat pakan ternak dari limbah makanan, di Malang, Jawa Timur.

Footage 19:00 WIB