China Perkuat Ekosistem Komputasi Antariksa Lewat Pusat Inovasi Baru di Beijing
Astakom.com, Jakarta - China kembali membuat langkah baru di sektor teknologi masa depan. Pemerintah Beijing menyetujui pendirian pusat inovasi industri komputasi antariksa yang akan menjadi wadah pengembangan teknologi pemrosesan data, kecerdasan buatan (AI), dan jaringan komputasi berbasis ruang angkasa.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan ekosistem komputasi antariksa di negara tersebut.
Berbeda dari fungsi satelit konvensional yang umumnya mengumpulkan dan mengirim data ke bumi, konsep komputasi antariksa memungkinkan sebagian proses pengolahan data dilakukan langsung di orbit.
Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pemrosesan informasi yang berasal dari luar angkasa.
Integrasi Perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan pelaku industri
Melansir dari Xinhua dan People's Daily, pada Kamis, (4/5/2026) pusat inovasi tersebut menjadi yang pertama di Beijing yang secara khusus berfokus pada pengembangan industri komputasi antariksa.
Pusat inovasi ini akan mempertemukan perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan pelaku industri untuk mempercepat riset serta penerapan teknologi terkait. Kehadirannya juga mencerminkan semakin besarnya perhatian China terhadap pengembangan teknologi AI dan komputasi generasi berikutnya yang terintegrasi dengan infrastruktur antariksa.
AI masuk orbit
Menurut Xinhua, komputasi antariksa merupakan model komputasi baru yang mengintegrasikan kemampuan pemrosesan data, penyimpanan, analisis cerdas, dan pengambilan keputusan langsung pada platform orbit seperti satelit dan fasilitas luar angkasa lainnya.
Pusat inovasi tersebut dipimpin bersama oleh Beijing University of Posts and Telecommunications (BUPT) dan sejumlah perusahaan terkait. Dalam laporan China Daily, model kolaborasi yang digunakan menggabungkan unsur industri, akademisi, dan lembaga riset guna mempercepat pengembangan teknologi yang dapat diterapkan secara nyata.
Dekan School of Computer Science BUPT, Wang Shangguang, menjelaskan bahwa pusat inovasi itu akan menghubungkan seluruh rantai industri, mulai dari chip, perangkat keras, platform, kecerdasan buatan, jaringan hingga aplikasi, untuk membangun sistem industri komputasi antariksa yang lebih terintegrasi.
Enam fokus utama
Berdasarkan laporan Xinhua, pusat inovasi tersebut menetapkan enam bidang pengembangan utama. Fokusnya mencakup chip komputasi antariksa, platform satelit komputasi, model AI untuk lingkungan luar angkasa, jaringan komputasi ruang angkasa dan bumi, teknologi pendukung, serta layanan komputasi antariksa.
Selain pengembangan teknologi dasar, pusat ini juga diarahkan untuk mempercepat transformasi hasil riset menjadi aplikasi yang dapat dimanfaatkan industri. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan komputasi antariksa tidak hanya berorientasi pada penelitian, tetapi juga pada penerapan dan penguatan ekosistem industri.
Menurut People's Daily, pusat inovasi tersebut dijadwalkan resmi diluncurkan pada akhir Juni 2026.
Kejar teknologi masa depan
Pendirian pusat inovasi ini sejalan dengan dorongan pemerintah China untuk mempercepat pengembangan industri komputasi antariksa. Sebelumnya, sejumlah lembaga dan pemerintah daerah di China juga telah mendorong riset terkait teknologi komputasi berbasis ruang angkasa sebagai bagian dari strategi pengembangan teknologi masa depan.
Reuters melaporkan bahwa sektor antariksa komersial China terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Selain internet satelit, komputasi antariksa menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian karena dinilai berpotensi mendukung kebutuhan komputasi yang terus meningkat di era AI.
Melalui pusat inovasi baru ini, China berharap dapat memperkuat kolaborasi antara industri, akademisi, dan lembaga penelitian sekaligus mempercepat pengembangan teknologi komputasi antariksa yang dapat diterapkan pada berbagai kebutuhan di masa mendatang.(deA/aRSp)









