ASEAN Update: Indonesia-Malaysia Sepakat Perluas Kerja Sama Lintas Sektor di JCBC ke-17

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 4 Juni 2026 | 20:01 WIB
ASEAN Update: Indonesia-Malaysia Sepakat Perluas Kerja Sama Lintas Sektor di JCBC ke-17
Asean: Indonesia-Malaysia Sepakat Perluas Kerja Sama Lintas Sektor di JCBC ke-17 (astakom/ Nadiah)

astakom.com, Jakarta - Indonesia dan Malaysia sepakat memperluas jangkauan kerja sama lintas sektor. Kesepakatan ini diperkuat dalam forum Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral (JCBC) ke-17 yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (04/06/2026).

Kesepakatan ini ditegaskan oleh Menlu RI Sugiono dan Menlu Malaysia Mohamad Hasan saat menyampaikan keterangan Joint Press Statement bersama usai menghadiri Pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral JCBC ke-17 di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (04/06/2026).

Babak baru hubungan bilateral

Menlu RI Sugiono menyatakan kalau pertemuan JCBC tersebut berfungsi sebagai wadah untuk meninjau kembali capaian kerja sama bilateral saat ini.

Selain itu, forum ini juga ditujukan untuk membidik potensi kolaborasi baru yang prospektif bagi kedua negara.

"Indonesia dan Malaysia kami tadi sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dalam rangka meningkatkan kerjasama yang lebih luas di berbagai sektor" ucap Menlu Sugiono pada agenda Joint Press Statement pada Kamis, (4/6/2026).

Fokus pada ekonomi dan perlindungan WNI

Peningkatan hubungan di sektor ekonomi dan jaminan perlindungan bagi warga negara menjadi beberapa topik utama yang dibahas oleh delegasi Indonesia dan Malaysia. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Menlu RI Sugiono dalam kesempatan tersebut.

"Dan saya kira pertemuan tadi juga sudah membahas banyak hal yang penting dalam rangka meningkatkan hubungan baik ekonomi, kemudian stabilitas kawasan, kemudian pelindungan warga negara, dan juga hal-hal lain yang ada kaitannya dengan posisi strategis Indonesia-Malaysia dalam rangka hubungan internasional yang lebih luas" jelasnya.

Selain itu, delegasi kedua negara mendiskusikan posisi strategis mereka dalam memperluas jejaring hubungan internasional, utamanya dalam menjaga stabilitas kawasan serta mendorong terciptanya perdamaian dunia.

"Dan tentu saja upaya-upaya yang dilakukan oleh kedua negara dalam rangka menjaga stabilitas kawasan dan menjaga turut serta dalam upaya-upaya mencapai perdamaian dunia"ucapnya.

Modal kuat kedekatan budaya

Sugiono meyakini kalau kedekatan etnis, budaya, dan bahasa yang serupa menjadi modal kuat bagi Indonesia dan Malaysia untuk terus memaksimalkan potensi bersama.

Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak kemakmuran serta kesejahteraan masyarakat di kedua negara.

"Hubungan antara Indonesia dan Malaysia merupakan sebuah hubungan yang lebih dalam daripada sekedar hubungan bilateral dua negara, Lebih dari itu Indonesia dan Malaysia berbagi tadi DNA, berbagi budaya, berbagi berbahasa, perbatasan, dan banyak hal yang sama" paparnya.

Mengurai isu rumit setelah vakum lama

Di sisi lain, Menlu Malaysia Mohamad Hasan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kembali JCBC setelah vakum cukup lama. Pertemuan ini merupakan dialog perdana kedua negara dalam format JCBC sejak terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2018.

"Alhamdulillah kita telah pun selesai mengadakan, saya bukan panggil mesyuarat Tetapi perbincangan berkenaan dengan JCBC Kita yang telah pun lama tertangguh JCBC yang ke-17 Yang terakhir diadakan pada tahun 2018" ucap Menlu Malaysia Mohamad Hasan.

Melalui dialog JCBC ini, Menlu Malaysia tersebut mengungkapkan kalau kedua negara berkomitmen untuk "mengurai benang kusut" dari sejumlah isu rumit yang selama ini mewarnai hubungan bilateral mereka.

"Dan perbincangan kita tadi merupakan perbincangan antara sahabat mencari titik pertemuan di mana kita nak menyeleraikan simpul kita" jelasnya.

Pria yang akrab disapa Tok Mat tersebut memandang kalau pasang surut atau dinamika yang terjadi merupakan hal yang lumrah dalam konteks hubungan antara dua negara yang saling bertetangga.

"Hubungan negara berjiran, negara bersahabat negara satu yang mempunyai persamaan budaya, agama dan lain-lain tetapi adat berjiran itu kadang kadang memang ada yang tersimpul Jadi simpul itu yang kita leraikan" jelasnya.

Melalui mekanisme JCBC, Menteri Luar Negeri Malaysia percaya kedua negara dapat menyatukan visi guna mewujudkan komitmen para pemimpin dalam memperluas cakupan kerja sama bilateral.

Pertemuan JCBC kali ini digelar menyusul adanya pembicaraan bilateral antara kedua kepala pemerintahan, yakni Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan PM Malaysia Anwar Ibrahim, yang berlangsung pada Juli 2025. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Setelah 8 tahun absen, bromance diplomasi RI-Malaysia akhirnya balik lagi lewat JCBC ke-17! Gak cuma bahas ekonomi dan proteksi warga, dua negara serumpun ini juga komit buat "ngurai benang kusut" dari konflik masa lalu demi stabilitas kawasan yang lebih sustainable ke depannya.

Asean update ASEAN Indonesia-Malaysia Sugiono Update 2026

Infografis

Terkini

Pakan Ternak dari Limbah Makanan

Peserta dari UMKM Kota Malang, mahasiswa dan pengusaha restoran mengikuti pelatihan membuat pakan ternak dari limbah makanan, di Malang, Jawa Timur.

Footage 19:00 WIB