Asean Update: Turis Israel bikin Onar di Filipina, Serang Warga karena Bendera Palestina
astakom.com, Jakarta – Dalam beberapa bulan terakhir, otoritas Filipina direpotkan oleh maraknya pelanggaran dan perilaku buruk wisatawan asing, khususnya warga negara Israel.
Terkait hal itu, pemerintah negara kembali mendesak para turis asing untuk berwisata secara bertanggung jawab, terutama di kawasan wisata unggulan seperti Pulau Siargao.
Meningkatnya frekuensi aksi kekerasan oleh wisatawan asing di pulau selancar tersebut mulai memicu kekhawatiran terkait perilaku turis dan jaminan keamanan lokal.
Aturan diperketat
Merespons rentetan perkelahian yang mencoreng reputasi damai wilayah tersebut, Departemen Pariwisata Filipina (DOT) bersama pejabat lokal di General Luna kembali memberlakukan kode etik pengunjung yang lebih ketat.
"Kami bangga dapat berbagi keindahan pulau, budaya, dan keramahan kami. Namun, semua wisatawan diharapkan untuk menghormati hukum, adat istiadat, dan komunitas setempat setiap saat," ucap pemerintah daerah General Luna dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Inquirer pada Selasa, (2/6/2026).
Rentetan insiden kekerasan yang melibatkan wisatawan asal Israel belakangan ini mulai memicu keresahan di kalangan warga serta pelaku usaha lokal di pulau tersebut.
Kronologi bentrokan
Aparat kepolisian setempat terpaksa turun tangan untuk membubarkan pertikaian antara wisatawan asal Amerika Serikat dan Israel di sebuah bar kawasan Siargao Beach Club pada 8 April lalu. Intervensi pihak berwenang tersebut berhasil mencegah keributan meluas.
Sebulan berselang, tepatnya pada 10 Mei, dua wisatawan asal Israel diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang pemilik usaha lokal. Aksi penyerangan tersebut disinyalir dipicu oleh pemasangan bendera Palestina di tempat usaha korban.
Insiden tersebut memicu perhatian Duta Besar Israel untuk Filipina, Dana Kursh, yang menegaskan kalau pihaknya sama sekali tidak menoleransi segala bentuk tindakan yang melanggar hukum ataupun tidak menghormati masyarakat setempat.
Ia menegaskan bahwa pertikaian tersebut merupakan insiden terisolasi yang sama sekali tidak mencerminkan perilaku komunitas wisatawan Israel secara keseluruhan.
Sejumlah pejabat setempat mengecam keras bentrokan tersebut, serta melabelinya sebagai bentuk penghinaan terhadap hak keselamatan dan keamanan yang semestinya didapatkan oleh setiap warga General Luna maupun wisatawan.
Respon korban & warga setempat
Perubahan dinamika yang terjadi antara turis dan masyarakat lokal memicu perhatian dari Andi Eigenmann. Aktris yang sudah tinggal di pulau tersebut selama hampir satu dekade ini pun turut menyuarakan keprihatinannya.
"Ketika saya datang ke Siargao sembilan tahun lalu, semua orang datang ke sini karena alasan yang sama: ombak, kecintaan yang tulus pada laut, dan kerinduan akan kehidupan yang tenang dan sederhana," ucap Eigenmann.
"Hati saya hancur melihat penduduk setempat disingkirkan di rumah mereka sendiri, oleh orang-orang yang datang ke sini untuk kesenangan mereka sendiri, berpikir bahwa surga berarti bebas dari pertanggungjawaban," ucap aktris itu.
Tindakan hukum
Pihak DOT kemudian menekankan kalau sikap ramah tamah yang dimiliki Filipina tidak boleh disalahartikan sebagai bentuk pembiaran terhadap perilaku tidak menghormati hukum.
"Kami, orang Filipina, dikenal karena kehangatan kami, tetapi keramahan bukanlah undangan untuk tidak menghormati rakyat kami, budaya kami, atau hukum kami," demikian pernyataan DOT.
"Dalam hal hukum, tidak ada yang mendapat perlakuan khusus. Kami membela pariwisata Siargao, tetapi lebih dari itu, kami membela martabat dan kesejahteraan Filipina." sambungnya.(nAD/aRsp)
Gen Z Takeaway:
Liburan ke luar negeri itu hak semua orang, tapi jangan sampai jadi entitled dan ngerusak local vibes tempat yang dikunjungi. Kasus di Siargao ini jadi reminder keras kalau main character energy yang toksik—sampai main fisik cuma karena perbedaan pandangan politik—nggak bakal ditoleransi. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung; keramahan warga lokal itu bentuk respect, bukan lampu hijau buat bertindak semena-mena dan melanggar hukum.








