Spill Apa Itu Saga Dawa? Bulan Suci Umat Buddhis Tibet yang Puncaknya Jatuh pada 31 Mei 2026
astakom.com, Jakarta – Di berbagai tradisi Buddhis di dunia, peringatan kelahiran, pencerahan, dan parinirwana Buddha memiliki nama serta bentuk perayaan yang beragam.
Dalam tradisi Buddhisme Tibet, periode suci tersebut dikenal sebagai Saga Dawa, yang dianggap sebagai salah satu momen paling penting dalam kalender keagamaan Tibet.
Pada 2026, puncak perayaannya yang dikenal sebagai Saga Dawa Düchen diperingati pada 31 Mei 2026. Periode ini menjadi waktu bagi umat untuk memperdalam praktik spiritual dan memperbanyak kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
Melansir Buddhist Council of NSW pada Minggu, (31/5/2026), Saga Dawa memperingati tiga peristiwa utama dalam kehidupan Buddha, yakni kelahiran, pencapaian pencerahan, dan parinirwana atau wafatnya Buddha. Karena itu, bulan ini memiliki makna spiritual yang sangat besar bagi komunitas Buddhis Tibet di berbagai negara.
Saga Dawa nama bulan suci
Banyak orang mengira Saga Dawa adalah nama sebuah hari perayaan. Padahal, menurut penjelasan Buddhist Council of NSW, Saga Dawa merupakan nama bulan keempat dalam kalender lunar Tibet yang dianggap sebagai periode paling suci dalam tradisi Buddhisme Tibet.
Sementara hari puncaknya dikenal sebagai Saga Dawa Düchen, yang berlangsung saat bulan purnama pada bulan tersebut. Momen ini menjadi titik utama peringatan spiritual dalam rangkaian Saga Dawa setiap tahunnya.
Memperingati 3 peristiwa penting
Melansir Buddhist Council of NSW, Saga Dawa memperingati kelahiran, pencerahan, dan parinirwana Buddha yang dalam tradisi Buddhisme Tibet dipandang sebagai tiga peristiwa paling penting dalam kehidupan Buddha.
Karena makna tersebut, bulan Saga Dawa dimanfaatkan banyak umat untuk melakukan refleksi diri, memperdalam pemahaman ajaran Buddha, serta meningkatkan praktik kebajikan dan welas asih terhadap sesama.
Diisi praktik spiritual dan kegiatan kebajikan
Selama Saga Dawa, umat Buddhis Tibet umumnya memperbanyak kegiatan spiritual seperti berdoa, bermeditasi, melakukan kegiatan amal, dan menjalankan berbagai praktik kebajikan.
Menurut penjelasan yang dimuat Buddhist Council of NSW, periode ini juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan nilai-nilai kasih sayang, kebijaksanaan, dan kedamaian yang menjadi bagian penting dalam ajaran Buddha.(deA/aRsp)









