BMKG Spill Puncak Kemarau 2026, Agustus Diprediksi Jadi Periode Puncak di Mayoritas Wilayah Indonesia

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 31 Mei 2026 | 09:07 WIB
BMKG Spill Puncak Kemarau 2026, Agustus Diprediksi Jadi Periode Puncak di Mayoritas Wilayah Indonesia
BMKG Spill Puncak Kemarau 2026, Agustus Diprediksi Jadi Periode Puncak di Mayoritas Wilayah Indonesia. [Pexels]

astakom.com, Jakarta - Musim kemarau 2026 mulai berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini datang secara bertahap sejak April dan terus meluas hingga pertengahan tahun ini lho, yang mana sebagian wilayah mengalami awal musim kemarau lebih cepat dibandingkan kondisi normal.

Perkembangan tersebut terjadi di tengah perubahan kondisi iklim global setelah berakhirnya fase La Niña dan berlanjutnya pemantauan berbagai indikator atmosfer serta suhu muka laut oleh BMKG. Hasil analisis terbaru menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki fase kering pada periode yang berbeda-beda sepanjang musim kemarau 2026.

Di antara berbagai temuan tersebut, BMKG juga mengungkap kapan mayoritas wilayah Indonesia diperkirakan mengalami puncak musim kemarau. Informasi ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan ketersediaan air, sektor pertanian, hingga potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kering berlangsung.

Agustus jadi puncak

Melansir dari pernyataan resmi BMKG bertajuk 'BMKG: Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncak Terjadi Agustus Mendatang', hasil analisis menunjukkan puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada Agustus 2026.

BMKG mencatat sebanyak 429 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia diperkirakan mencapai puncak kemarau pada bulan tersebut. Sementara itu, sekitar 12,6 persen wilayah diprediksi mengalami puncak kemarau pada Juli dan sekitar 14,3 persen wilayah lainnya pada September.

Data tersebut menjadikan Agustus sebagai periode puncak musim kemarau yang paling dominan secara nasional dibandingkan bulan-bulan lainnya pada 2026.

Sebaran wilayah kering

Melansir dari data resmi BMKG, wilayah yang diperkirakan mengalami puncak kemarau pada Juli meliputi sebagian Sumatra, Kalimantan bagian tengah dan utara, serta sebagian wilayah Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua bagian barat.

Memasuki Agustus, cakupan wilayah yang mengalami puncak kemarau diperkirakan meluas dan mendominasi Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, seluruh Bali dan Nusa Tenggara, serta sebagian Maluku dan Papua.

Sementara pada September, puncak kemarau diprediksi terjadi di sebagian Lampung, sebagian kecil wilayah Jawa, sebagian besar Nusa Tenggara Timur, Sulawesi bagian utara dan timur, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, serta sebagian wilayah Papua.

Lebih kering dari normal

Melansir dari laman resmi BMKG Prediksi Musim Kemarau Tahun 2026 di Indonesia, musim kemarau tahun ini secara umum diproyeksikan lebih kering dibandingkan kondisi normal.

BMKG memperkirakan sebanyak 451 ZOM atau sekitar 64,5 persen wilayah Indonesia akan mengalami sifat musim kemarau Bawah Normal atau lebih kering dari biasanya. Sementara itu, 245 ZOM atau sekitar 35,1 persen wilayah diperkirakan mengalami kondisi Normal.

Adapun hanya tiga ZOM atau sekitar 0,4 persen wilayah yang diprediksi mengalami sifat musim kemarau Atas Normal atau lebih basah dari biasanya, yang berada di wilayah Gorontalo dan Sulawesi Tenggara.

Durasi lebih panjang

Selain berpotensi lebih kering, musim kemarau 2026 juga diperkirakan berlangsung lebih lama di sejumlah wilayah.

“Dengan kondisi ini, durasi musim kemarau di 57,2 persen wilayah Indonesia diprediksi lebih panjang dari normalnya.” Ungkapnya dikutip dari pernyataan resmi di laman BMKG pada Maret lalu.

BMKG menjelaskan bahwa prediksi tersebut didasarkan pada analisis berbagai faktor iklim, termasuk kondisi ENSO (El Niño-Southern Oscillation), suhu muka laut, dan dinamika atmosfer regional yang terus dipantau. Karena itu, BMKG mengimbau berbagai sektor untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi dampak musim kemarau, termasuk kekeringan, penurunan ketersediaan air, gangguan pertanian, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Kalau belakangan cuaca terasa makin panas dan hujan mulai berkurang, itu memang sejalan dengan prediksi resmi BMKG. Untuk skala nasional, Agustus 2026 diperkirakan menjadi periode puncak musim kemarau di mayoritas wilayah Indonesia. Selain datang lebih awal di banyak daerah, musim kemarau tahun ini juga diproyeksikan lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal di sebagian besar wilayah Tanah Air.

Musim Kemarau Musim Kemarau 2026 Perkiraan Cuaca BMKG BMKG

Infografis

Terkini