Pemerintah Melalui Menpar Dorong Integrasi ESG agar Daya Saing Pariwisata Nasional Makin Gacor!

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: AR Purba
Minggu, 31 Mei 2026 | 11:21 WIB
Pemerintah Melalui Menpar Dorong Integrasi ESG agar Daya Saing Pariwisata Nasional Makin Gacor!
Menpar Soroti Peran ESG dalam Meningkatkan Daya Saing Pariwisata Nasional (Kemenpar)

astakom.com, Jakarta — Upaya memperkuat daya saing sektor pariwisata Indonesia kini tidak hanya bertumpu pada pengembangan destinasi dan peningkatan kunjungan wisatawan. 

Pemerintah juga mendorong pelaku usaha untuk menempatkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik sebagai bagian dari strategi pengembangan industri yang berkelanjutan.

Arah tersebut kembali ditegaskan Menteri Pariwisata (menpar) Widiyanti Putri Wardhana saat membuka Eco Tourism Week – Wonderful Indonesia Sustainable Tourism Industry Forum (WI-STIF) 2026 di Bali, Sabtu (30/5/2026).

Dalam forum tersebut, Kementerian Pariwisata menekankan bahwa penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) semakin relevan dalam menjawab tuntutan industri pariwisata global yang kini bergerak menuju praktik usaha yang lebih bertanggung jawab.

Melansir dari laman resmi Kementerian Pariwisata pada Minggu, (31/5/2026) penerapan ESG tidak hanya berkaitan dengan pelestarian lingkungan, tetapi juga menyangkut dampak sosial yang dihasilkan sebuah usaha serta tata kelola yang transparan dan akuntabel. Pendekatan ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan industri sekaligus meningkatkan daya saing destinasi wisata Indonesia di tengah perubahan tren global.

ESG kian jadi pertimbangan

Menpar Widiyanti mengatakan prinsip ESG kini semakin mendapat perhatian dalam ekosistem bisnis internasional. Selain mempertimbangkan aspek ekonomi, berbagai mitra dan pemangku kepentingan juga menaruh perhatian pada komitmen keberlanjutan yang dijalankan suatu perusahaan maupun destinasi wisata.

“Kami berharap semakin banyak pelaku usaha pariwisata yang tergerak untuk menerapkan prinsip ESG dan memandang aspek keberlanjutan sebagai investasi strategis jangka panjang,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti dikutip dari keterangan tertulis di laman Kemenpar pada Minggu, (31/5/2026).

Forum WI-STIF 2026 sendiri digelar sebagai wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat praktik pariwisata berkelanjutan. Selain ESG, sejumlah isu yang dibahas mencakup operasional berkelanjutan, penguatan komunitas lokal, hingga pengembangan pariwisata regeneratif.

Pemerintah perkuat langkah nyata

Sejalan dengan dorongan tersebut, pemerintah terus menjalankan berbagai program yang mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di sejumlah destinasi prioritas. Upaya itu antara lain diwujudkan melalui pengembangan sistem pengelolaan sampah di Labuan Bajo, revitalisasi kawasan Waterfront City Pangururan di Danau Toba, serta berbagai kajian daya dukung kawasan wisata.

Kementerian Pariwisata juga menjalankan Gerakan Wisata Bersih yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaku wisata terhadap pentingnya kebersihan serta sanitasi destinasi. Program ini menjadi bagian dari upaya menciptakan pengalaman wisata yang lebih nyaman sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Langkah tersebut sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pengelolaan sampah secara nasional dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih bagi masyarakat maupun wisatawan.

Dorong kolaborasi berkelanjutan

Menpar menilai transformasi menuju pariwisata berkelanjutan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat.

“Oleh karena itu, saya berharap forum ini dapat memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya pariwisata berkelanjutan serta mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk berperan lebih aktif dalam membangun kolaborasi lintas sektor,” ujar Widiyanti.

Ia juga berharap forum tersebut dapat menghasilkan berbagai inovasi, kemitraan, dan solusi konkret yang mampu mempercepat transformasi sektor pariwisata Indonesia menuju arah yang lebih berkelanjutan di masa mendatang.(deA/aRsp)

Gen Z Takeaway

Di tengah tren wisata yang makin peduli isu lingkungan dan dampak sosial, ESG mulai dipandang bukan sekadar konsep korporasi, melainkan bagian dari masa depan industri pariwisata. Bagi Indonesia, tantangannya bukan hanya menghadirkan destinasi yang menarik, tetapi juga memastikan pertumbuhan sektor wisata tetap ramah lingkungan, melibatkan masyarakat lokal, dan dikelola secara bertanggung jawab agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Pariwisata Menpar Widiyanti Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ESG Eco Tourism Week – Wonderful Indonesia Sustainable Tourism Industry Forum (WI-STIF) 2026 sektor pariwisata

Infografis

Terkini