Pertanian Masuk Era 4.0: Drone Wajib SNI, Produk Dalam Negeri Siap Naik Kelas!
astakom.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia lagi gercep banget buat lindungi industri dalam negeri, pelaku industri sampe konsumen. Lewat langkah strategis pemerintah, Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan pentingnya penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada drone pertanian.
Dia menilai standarisasi bukan cuma jadi pelengkap, tapi instrumen penting buat jamin kualitas dan keamanan produk yang tersebar di pasar.
Sejalan dengan transformasi menuju Pertanian 4.0 diperlukan perangkat yang punya daya saing tinggi, baik di nasional maupun tingkat global.
"Penerapan standar pada drone pertanian bukan sekadar pelengkap, melainkan instrumen penting untuk menjamin kualitas dan keamanan produk yang beredar di pasar," kata Menperin dalam keterangannya, dikutip pada Selasa (20/4/2026).
Standarisasi bikin industri siap naik kelas
Selaras dengan apa yang disampaikan Menperin, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Emmy Suryandari juga bilang kalau standarisasi punya peran yang krusial buat ciptain keseragaman mutu.
Standarisasi juga diperlukan buat meningkatkan efisiensi operasional industri alat dan mesin pertanian (alsintan).
“Standarisasi alsintan, termasuk drone, adalah kunci untuk menciptakan keseragaman mutu dan efisiensi operasional. Melalui sertifikasi yang dilakukan oleh unit kerja kami, kami berkomitmen mendampingi industri untuk naik kelas dan mampu bersaing di pasar global,” kata Emmy dikutip dari media, pada Selasa (21/4/2026).
Selanjutnya, Kemenperin lewat Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Logam dan Mesin (BBSPJILM) telah ditunjuk sama Badan Standardisasi Nasional (BSN) buat melaksanakan sertifikasi produk drone pertanian berdasarkan standar SNI 9199:2023 yang mencakup persyaratan mutu dan metode pengujian.
BBSPJILM siap jalankan mandat
Menanggapi hal itu, Mogadishu Djati Ertanto selaku Kepala BBSPJILM udah announce kesiapan pihaknya buat jalanin mandat yang diberikan itu. Pihaknya udah siap baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia.
"Kami telah meningkatkan kapabilitas laboratorium dan auditor untuk menjawab tantangan teknologi drone pertanian," katanya dikutip pada Senin (21/4/2026).
Dengan skema sertifikasi SNI 9199:2023, BBSPJILM pastikan setiap produk drone yang lulus uji punya integritas struktural dan fungsional yang valid.
"Fokus kami adalah memastikan inovasi produsen lokal tidak hanya canggih di atas kertas, tetapi juga andal dan aman saat dioperasikan di lapangan," jelasnya.
Drone pertanian punya karakteristik khusus
Penggunaan drone di sektor pertanian punya karakteristik operasi yang khusus yaitu lebih spesifik. Terlebih lagi karena penggunaannya nanti drone itu bakal bermuatan pestisida dan pupuk.
Sehingga penting banget nih setiap drone punya standar mutu yang jelas, untuk menghindari potensi risiko ketidakefisienan penyemprotan sampe mengganggu keselamatan.
Adanya sertifikasi juga bisa meningkatkan kredibilitas produk, memperluas akses pasar termasuk pengadaan pemerintah lewat e-katalog, juga menghindari atau mencegah risiko kegagalan fungsi.(Shnty/aRsp)
Gen Z Takeaway
Pemerintah menekankan pentingnya SNI buat drone pertanian biar produk lokal makin proper, aman, dan bisa compete globally. Ini bukan cuma soal standar, tapi biar teknologi pertanian makin efisien, trusted, dan lolos masuk market yang lebih luas. Intinya, drone buat petani sekarang nggak bisa asal canggih, tapi harus tested dan certified.










