Pascabanjir di Kabupaten Aceh Tenggara, Tebing Sungai Diperkuat dan Kini Lebih Aman
astakom.com, Jakarta – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I menuntaskan penanganan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tenggara melalui pembangunan penguatan tebing sungai di sejumlah titik rawan. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas kerusakan badan sungai yang sempat mengancam permukiman warga.
Dalam keterangannya, BWS Sumatera I menyebut upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemulihan fungsi sungai sekaligus perlindungan bagi masyarakat terdampak. “Penanganan ini menjadi prioritas untuk memastikan sungai kembali berfungsi optimal dan aman bagi warga di sekitarnya,” demikian tulis rilis BWS Sumatera I.
Fokus Pemasangan Bronjong
Pekerjaan difokuskan pada pemasangan bronjong sebagai struktur pengaman tebing dari ancaman longsor dan abrasi. Di Desa Kute Mulie, pemasangan bronjong sepanjang 503 meter telah rampung sepenuhnya pada 12 April 2026.
Proyek yang dimulai sejak awal Februari itu berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti. BWS Sumatera I menegaskan, keberadaan bronjong di lokasi tersebut diharapkan mampu menahan gerusan arus sungai dan mencegah potensi longsor lanjutan.
Hal serupa juga dilakukan di Desa Prapat Hulu, di mana pemasangan bronjong sepanjang 190 meter telah selesai 100 persen pada awal April 2026. Progres pekerjaan yang konsisten sejak awal pelaksanaan menjadi kunci penyelesaian tepat waktu.
“Infrastruktur ini menjadi bagian dari mitigasi struktural untuk mengurangi risiko kerusakan di masa mendatang,” tulis rilis BWS Sumatera I. (aLf/aRsp)
Tebing Terjaga
Sementara di Desa Terutung Payung Hulu, pemasangan bronjong sepanjang 171 meter juga berhasil diselesaikan pada 12 April 2026. Penanganan di wilayah ini dinilai krusial mengingat kondisi tebing sungai sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah. BWS Sumatera I menyatakan bahwa stabilitas tebing sungai kini diharapkan dapat terjaga lebih baik setelah pembangunan rampung.
Secara keseluruhan, seluruh pekerjaan pemasangan bronjong di tiga lokasi tersebut telah mencapai 100 persen. BWS Sumatera I menilai capaian ini menunjukkan respons cepat dalam penanganan dampak bencana sekaligus pemulihan infrastruktur sumber daya air.
“Ke depan, pemeliharaan dan pengawasan akan terus dilakukan agar fungsi infrastruktur tetap optimal dan berkelanjutan,” tutup rilis BWS Sumatera I.
Gen Z Takeaway
Penanganan banjir oleh BWS Sumatera I ini nunjukin kalau respons cepat itu penting banget buat lindungi warga. Dari yang sebelumnya rawan longsor dan bahaya, sekarang tebing sungai udah diperkuat dan lebih aman. Intinya, ini bukan cuma soal bangun infrastruktur, tapi juga soal kasih rasa aman buat masyarakat biar bisa hidup dan beraktivitas tanpa was-was lagi.











