Himbauan Presiden! Penyebaran Hoaks hingga Fitnah di Medsos berpotensi Rusak Negara
astakom.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengatakan penyebaran hoaks dan fitnah lewat media sosial (medsos) berpotensi merusak sebuah negara, terutama beriringan dengan perkembangan teknologi digital
Hal itu diungkapkan Presiden Prabowo dalam taklimat kepada seluruh jajaran anggota Kabinet Merah Putih, beserta seluruh eselon I, kementerian dan lembaga serta direktur utama BUMN, dalam Rapat Kerja (Raker) Pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
“Dulu kirim pasukan, kirim bom, sekarang tidak perlu. Mungkin dengan permainan sosmed, dengan fitnah, hoaks,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden menjelaskan bahwa kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), memungkinkan seseorang memiliki banyak akun dalam jumlah besar.
Fenomena echo chamber jadi ancaman
Presiden Prabowo menyebut dengan dukungan perangkat yang relatif tidak terlalu mahal, akun-akun tersebut dapat diperbanyak sehingga menimbulkan kesan seolah-olah berasal dari banyak pihak.
Ia mengungkapkan kondisi tersebut dapat menciptakan efek gema atau echo chamber, yang mampu memperbesar suatu isu hingga terlihat masif, meskipun pada awalnya hanya berasal dari kelompok kecil.
“Jadi yang agak repot mungkin 100 orang, 200 orang, mungkin 1000 orang, mungkin 5000 orang bisa bikin heboh. Nah ini namanya echo chamber, Ada ini dalam pembelajaran intelijen, ini ada, bagaimana merusak sebuah negara lain,” ujar Presiden Prabowo.
Cara tersebut dinilai menjadi bentuk baru dari ancaman, yang berbeda dengan pendekatan konvensional di masa lalu.
1,5 Tahun pemerintah dan capaian penting
Melansir astakom.com, sebelumnya diberitakan Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintahan yang dipimpinnya telah menunjukkan kinerja yang andal selama setahun setengah masa kepemimpinan.
Presiden Prabowo mengakui pada tahun pertama pemerintahannya, berbagai capaian penting telah berhasil diraih.
Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah mampu bekerja secara efektif meskipun dihadapkan pada situasi global yang tidak menentu.
"Kita dapat navigasi melalui hal-hal yang berbahaya, tapi satu setengah tahun ini alhamdulillah kita telah membuktikan bahwa pemerintah kita efektif, pemerintah kita andal, dan pemerintah kita dapat melaksanakan tugas bernegara dengan benar dan baik," tutur Presiden Prabowo.(aLf/aRsp)








