Duka di Lebanon: 8 Prajurit TNI Jadi Korban, 3 Meninggal Saat Bertugas, 5 Luka Luka!
astakom.com, Jakarta – Total sebanyak 8 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi korban di Lebanon Selatan, menurut data terkini dari Kementerian Pertahanan RI pada Selasa (31/3/2026).
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengungkapkan, keadaan keamanan di area penugasan mengalami peningkatan dalam beberapa hari ini.
Eskalasi Memanas: Kronologi Prajurit TNI Jadi Korban di Lebanon
"Pada 29 Maret 2026, satu prajurit TNI gugur dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat dampak konflik yang terjadi di wilayah operasi,” ucap Rico, Selasa (31/3/2026).Dalam kejadian tersebut, satu prajurit tewas, satu lainnya menderita cedera parah, dan dua orang mengalami cedera ringan.
Insiden yang berikutnya terjadi keesokan harinya, di mana dua tentara TNI tewas di tengah meningkatnya konflik di daerah tersebut, antara Lebanon dan Israel.
"Dalam insiden tersebut (pada 30 Maret 2025) dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat,” sambungnya.
Update Kondisi: Penanganan Medis Intensif di Beirut & Prosedur PBB
Dengan demikian, dalam waktu dua hari, delapan prajurit TNI menjadi sasaran eskalasi konflik di Timur Tengah.Rico makesure kalau para prajurit yang terluka saat ini menerima perawatan medis intensif di Beirut.
Rico menyatakan, para korban pada saat itu sedang menjalankan tugas pengawalan untuk mendukung operasional UNIFIL.
Sampai saat ini, penyebab pasti peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan oleh UNIFIL sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan dan TNI terus bekerja sama dengan markas besar UNIFIL untuk memastikan keamanan seluruh personel serta menjamin penanganan terbaik bagi para korban.
"Langkah-langkah evakuasi dan penanganan medis juga telah dilaksanakan secara cepat sesuai prosedur operasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” ucapnya.
Komitmen Perdamaian: Indonesia Desak Penghormatan Hukum Humaniter
Kemhan menekankan bahwa keamanan pasukan perdamaian harus diutamakan. Rico menegaskan bahwa semua pihak yang terlibat dalam konflik diharapkan untuk menghormati hukum humaniter internasional dan memastikan keamanan personel penjaga perdamaian."Indonesia tetap berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam menjaga perdamaian dunia dan mendukung stabilitas kawasan melalui partisipasi dalam misi perdamaian PBB,” jelasnya.
Penghormatan Terakhir: Identitas Prajurit Satgas Konga yang Gugur
Sebelumnya, 4 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang merupakan bagian dari Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menjadi korban akibat serangan Israel ke Lebanon Selatan pada hari Minggu (29/3/2026).Menurut informasi terkini dari Markas Besar (Mabes) TNI, mereka adalah Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Farizal Rhomadhon, serta Praka Arif Kurniawan.
"Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” ucap Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah pada Senin, dikutip oleh astakom Selasa, (31/3/2026).
Aulia menyatakan kalau keempat korban adalah anggota Kompi C United Nations Position (UNP) 7-1 dari Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Mekanis (Yonmek) XXIII-S yang berpartisipasi dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Dalam penanganan medis, dua prajurit yang menderita luka ringan mendapatkan perawatan di Hospital Level I UNIFIL, yang merupakan fasilitas kesehatan dasar milik pasukan PBB.
Sementara itu, tentara yang menderita cedera parah dievakuasi dengan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk perawatan selanjutnya.
"Adapun prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquaters (HQ) dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut,” ucapnya.











