Target Transformasi 2029: Pemerintah Siapkan Renovasi 300 Ribu Sekolah hingga Bangun 83 Ribu Kopdes
astakom.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengundang beberapa jurnalis, pengamat, dan ahli dari berbagai bidang ke kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Selasa (17/3/2026).
Dalam wawancara meja bundar tersebut Presiden Prabowo juga menyampaikan proyeksi selama lima tahun ke depan sebagai fase transformasi bangsa.
Di sidang kabinet pertama pada Rabu (23/10/2024), Presiden Prabowo menegaskan bahwa dirinya akan jadi Presiden yang menyelesaikan hal-hal fundamental, bukan Presiden yang membuat proyek mercusuar.
Presiden Prabowo membagi tiga aspek dalam proyeksi transformasi bangsa selama lima tahun ke depan tersebut, yakni transformasi sumber daya manusia (SDM), transformasi energi dan pangan, serta transformasi ekonomi dan kehidupan rakyat Indonesia.
Program penunjang Transformasi SDM
Fokus pertama adalah SDM. Pemerintah merancang renovasi besar-besaran terhadap 300 ribu sekolah, menyasar 53 juta anak usia sekolah.
Di saat yang sama, program makan bergizi diperluas melalui pembangunan 32 ribu dapur SPPG, menjangkau 82 juta penerima manfaat, termasuk ibu hamil dan menyusui. Di desa-desa, program ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga ekonomi. Pemerintah memperkirakan hingga 4 juta lapangan kerja akan tercipta.
Intervensi pendidikan juga menyasar kelompok paling rentan. Sebanyak 500 Sekolah Rakyat berasrama disiapkan untuk anak-anak dari desil terbawah. Di sisi lain, pemerintah merancang 500 sekolah nasional terintegrasi dan membangun jaringan sekolah unggulan Garuda.
Tak berhenti di pendidikan dasar dan menengah, ambisi juga merambah pendidikan tinggi: 10 universitas bertaraf internasional direncanakan berdiri. Teknologi masuk sebagai akselerator, dengan target distribusi 2 juta layar interaktif ke ruang-ruang kelas.
Transformasi energi dan pangan
Di sektor energi, pemerintah mengusung target ambisius: pembangunan 100 gigawatt listrik tenaga surya. Langkah ini dipadukan dengan pengembangan 34 fasilitas waste to energy untuk mengatasi persoalan sampah yang kronis.
Transformasi transportasi juga didorong melalui konversi dan produksi 120 juta sepeda motor listrik—sebuah upaya menekan biaya energi rumah tangga sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.
Di sektor pangan, pendekatan yang diambil tak lagi parsial. Pemerintah merancang kawasan produksi terintegrasi seluas 2 juta hektare, didukung oleh proyek tambak, budidaya ikan darat, hingga modernisasi armada perikanan dengan pembangunan lebih dari seribu kapal.
Di pesisir utara Jawa, pembangunan tambak nila salin dan proyek budidaya lainnya diharapkan membuka ratusan ribu lapangan kerja. Sementara itu, Desa Nelayan Merah Putih ditargetkan meningkatkan pendapatan nelayan hingga 70 persen
Transformasi ekonomi dan kehidupan rakyat indonesia
Transformasi ekonomi diarahkan ke level akar rumput. Pemerintah menargetkan pendirian lebih dari 83 ribu koperasi desa (Kopdes) dan kelurahan Merah Putih. Fungsinya bukan hanya sebagai lembaga keuangan mikro, tetapi juga pusat distribusi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Di sisi infrastruktur, proyek giant sea wall sepanjang 535 kilometer di Pantura Jawa menjadi salah satu agenda besar. Proyek ini dirancang untuk melindungi kawasan ekonomi pesisir dari ancaman rob dan perubahan iklim.
Pendanaan proyek-proyek strategis akan ditopang oleh Sovereign Wealth Fund Danantara, yang difokuskan pada hilirisasi industri. Pemerintah memperkirakan lebih dari 600 ribu lapangan kerja berkualitas dapat tercipta dari skema ini.
Di luar negeri, diplomasi ekonomi juga dipercepat. Sejumlah perjanjian dagang dengan negara-negara mitra dari Peru hingga Uni Eropa, ditargetkan rampung dalam waktu dekat, bersamaan dengan upaya aksesi ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).











