Swiss Ngehentikan Ekspor Senjata ke AS: Netralitas di Tengah Eskalasi Iran!
astakom.com, Jakarta - Tindakan ini dilakukan setelah pemerintah Swiss menutup ruang udara mereka untuk penerbangan militer AS yang terhubung langsung dengan konflik Iran.
Swiss menyatakan bahwa mereka tidak akan memberikan izin kepada perusahaan untuk mengekspor senjata ke Amerika Serikat karena konflik yang sedang berlangsung di Iran, berdasarkan prinsip netralitas yang telah lama diterapkan oleh negara tersebut.
Swiss Tegaskan Netralitas: Ekspor Senjata ke AS Dihentikan
“Ekspor perlengkapan perang ke negara-negara yang terlibat dalam konflik bersenjata internasional dengan Iran tidak dapat diizinkan selama konflik berlangsung,” ucap pemerintah dikutip oleh astakom pada Sabtu, (21/3/2026)."Ekspor perlengkapan perang ke AS saat ini tidak dapat diizinkan,” sambungnya.
Ruang Udara Swiss Ditutup untuk Penerbangan Militer AS
Pengumuman ini dibuat saat perang AS-Israel di Iran hampir memasuki minggu ketiga, memicu krisis kemanusiaan yang semakin parah di seluruh Timur Tengah dan menyebabkan lonjakan harga energi global.Tindakan ini juga mengikuti keputusan pemerintah Swiss untuk menutup wilayah udaranya bagi penerbangan militer AS yang berhubungan langsung dengan konflik Iran.
Pada akhir pekan kemarin, mereka menyatakan telah menolak dua permohonan penerbangan antar udara AS yang berkaitan dengan penerbangan militer dalam hubungan dengan Iran, tetapi menyetujui tiga permohonan lainnya, dengan merujuk pada hukum netralitas Swiss.
Undang-undang federal Swiss yang disetujui pada tahun 1996 mengharuskan izin ekspor untuk impor, ekspor, dan transit material perang serta teknologi terkait berdasarkan prinsip hak asasi manusia dan netralitas.
Sejak konflik Iran dimulai pada 28 Februari, Swiss mengungkapkan bahwa tidak ada izin ekspor baru yang diberikan kepada AS.
Peninjauan Rutin Lisensi Ekspor Senjata
Pemerintah juga menyatakan bahwa tidak ada izin pasti untuk ekspor peralatan militer ke Israel yang dikeluarkan dalam beberapa tahun terakhir, dan kondisi serupa berlaku untuk Iran.Lisensi AS yang berlaku sekarang akan ditinjau secara berkala oleh sekelompok pakar untuk menentukan apakah tindakan diperlukan sesuai dengan hukum netralitas, ujar pernyataan tersebut.
Peninjauan rutin terhadap ekspor barang dwiguna dan barang militer tertentu juga akan dilakukan oleh kelompok ahli.
"Pendekatan restriktif sudah diterapkan terhadap Israel,” ucap pemerintah.
Krisis Kemanusiaan di Timur Tengah Memanas
Berdasarkan informasi dari pemerintah, AS adalah importir senjata Swiss terbesar kedua tahun lalu, dengan nilai penjualan mencapai $119 juta (94,2 juta franc Swiss).Pemerintah Swiss sebelumnya telah melarang negara-negara sekutu mengirimkan perlengkapan buatan Swiss ke Ukraina, yang sedang berjuang melawan agresi Rusia yang dimulai pada tahun 2022.
Setelah invasi Irak yang dilakukan oleh AS pada tahun 2003, Swiss menerapkan larangan penerbangan di atas udara Swiss dan penjualan senjata kepada negara-negara yang terlibat dalam konflik, tetapi kemudian mencabut larangan tersebut.












