Kisah Nurlita di Huntara Aceh Tamiang, Sampaikan Harapan Langsung ke Presiden Prabowo
astakom.com, Jakarta — Usai melaksanakan salat Id di Masjid Darussalam, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan agenda dengan meninjau kawasan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Sabtu (21/3).
Dalam kunjungan tersebut, sebagaimana diberitakan laman setkab.go.id., Presiden menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga terdampak. Salah satunya adalah Nurita, seorang ibu tunggal yang harus kehilangan tempat tinggal akibat banjir yang melanda beberapa bulan lalu.
Kisah Nurlita Didengar Presiden
Dengan nada suara yang bergetar, Nurita menceritakan pengalamannya sejak bencana terjadi. Ia bersama lima anaknya terpaksa kehilangan rumah sewaan yang selama ini ditempati. “Saya di huntara ini hampir sekitar tiga bulan. Sebelumnya rumah kami habis semua,” ujarnya.Ia mengungkapkan, saat banjir datang, dirinya tidak sempat menyelamatkan barang-barang karena derasnya arus air yang datang secara tiba-tiba.
“Saat kejadian itu, kami pun gak menduga, gak sangka-sangka. Kami pikir banjirnya seperti biasa. Jadi kami gak bawa barang apapun di rumah. Kata anak saya, gak usah dibawa, Ma. Karena airnya kencang kali,” kenangnya.
Setelah sempat mengungsi di jembatan dan tenda darurat, Nurita kini tinggal di huntara bersama anak-anaknya. Meski fasilitasnya terbatas, ia mengaku bersyukur karena kondisi tersebut jauh lebih layak dibandingkan saat berada di pengungsian awal.
“Sejak kami huni huntara, alhamdulillah lebih baik daripada kami di tenda. Alhamdulillah kami bersyukur kali kami dengan Bapak kita Prabowo yang sudah memberi dan membantu kami,” katanya.
Kehadiran Presiden di lokasi pengungsian menjadi momen emosional bagi Nurita. Ia mengaku tidak menyangka dapat bertemu langsung dengan kepala negara. “Senang kali kami, bisa menjabat tangan Bapak Presiden,” ungkapnya.
Harapan Hunian Tetap
Dalam kesempatan itu, Nurita juga menyampaikan harapan yang mewakili banyak warga terdampak, yakni keinginan untuk mendapatkan hunian tetap (huntap) sebagai solusi jangka panjang.“Kalau bisa kami diberilah huntap (hunian tetap). Itu saja harapan kami. Walaupun gak besar, kecil. Kami hanya minta huntap dengan Bapak Presiden,” ujarnya.
Bagi Nurita, keberadaan hunian tetap bukan sekadar tempat tinggal, melainkan bentuk kepastian hidup setelah melewati masa sulit akibat bencana. Ia berharap pemerintah dapat memberikan solusi berkelanjutan agar warga bisa kembali menata kehidupan mereka.
Di akhir perbincangan, ia turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden serta berbagai pihak yang telah memberikan bantuan.
“Kepada Bapak Presiden, terima kasih banyak. Dan kepada donasi-donasi lain yang telah memberi dan membantu kami dalam keadaan musibah banjir kemarin itu terima kasih banyak. Semoga yang memberi bantuan kepada kami saya ucapkan semoga mereka semua sehat-sehat,” tuturnya.
Kisah Nurita menjadi gambaran nyata perjuangan warga Aceh Tamiang dalam bangkit dari bencana, sekaligus mencerminkan harapan sederhana akan kehidupan yang lebih layak dan aman di masa depan.











